IKLAN UCAPAN ====== Pimpinan dan Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, Sulsel Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1435 H.---Rostika Said – Kepala Dinas============ Pimpinan Dan Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemda Luwu Utara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1435 H----Andi Sarappi – Kabag Kesra============ Pimpinan Dan Staf UPTD Dikpora Kecamatan Walenrang – Lamasi Kab. Luwu, Sulsel Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1435 H.---Drs. Sukardi M.pd - Kepala UPTD Dikpora Walenrang - Lamasi ============ Kepala Sekolah dan seluruh guru dan pendidik SMK Negeri I walenrang Kabupaten luwu Sulawesi selatan : Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1435 H.---Dra. Ursim - Kepala sekolah============ Kepala Desa Dan Masyarakat Desa Buntuawo kecamatan Walenrang Utara Kabupaten luwu Sulawesi selatan : Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1435 ---H. Dahlan Nushar---PJS Desa BuntuAwo

IKLAN IDUL FITRI

 photo anigifiklanluwu_zps1b217ee5.gif
Latest Post

Pemerasan TKI Didalangi Oknum TNI-Polri Dan Preman

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 26 Juli 2014 | 11:55 PM



Kabarsulawesi.com – Jakarta : Sabtu, 26 Juli 2014 dinihari. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  menggelandang 18 orang, dua di antaranya merupakan personel TNI Angkatan Darat dan Kepolisian. Terjaringnya 18 orang ini oleh KPK setelah melakukan inspeksi mendadak terkait dengan pemerasan tenaga kerja Indonesia di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten

Sidak itu berkaitan dengan pemerasan yang dilakukan terhadap para TKI. Salah satu caranya adalah dengan memaksa para TKI untuk menukarkan uangnya dengan paksaan dan biaya transportasi. "Seperti makan, tapi langsung ditagih dengan harga yang mencengangkan," kata Bambang Widjajanto.

Sidak ini merupakan lanjutan dari laporan masyarakat tentang pemerasan TKI yang diterima oleh KPK. Laporan itu sudah dikaji sejak 2006. Hingga saat ini proses sidang masih berlangsung dan belum ada keterangan dari pimpinan KPK.

Ketua KPK Abraham Samad dalam sidak mengatakan 14 orang yang ditahan diduga merupakan “pemain lama”. Sedangkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan sidak berkaitan dengan pemerasan terhadap TKI dengan cara memaksa mereka menukarkan uangnya secara paksa. “Seperti makan, tapi langsung ditagih dengan harga yang mencengangkan,” kata Bambang.

Juru bicara KPK Johan Budi S.P. dalam siaran persnya mengatakan komisi anti korupsi telah memberi perhatian pada masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) sejak 2006. “Kami juga memantau pelaksanaan saran perbaikan tersebut untuk memperbaiki sistem penempatan TKI pada 2008 hingga 2011,” kata Johan dalam siaran pers, Sabtu, 26 Juli 2014.

Sebelum inspeksi mendadak, kata Johan, KPK telah memantau secara intens persoalan TKI di Soekarno-Hatta. “Ditemukan sejumlah persoalan,” kata Johan. KPK menilai belum ada sistem yang mampu melindungi TKI dari potensi intimidasi dan pemerasan. Padahal, sudah ada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 16 Tahun 2012 tentang Tata Cara Kepulangan TKI dari Negara Penempatan secara Mandiri ke Daerah Asal.

Menurut Johan, sidak dilakukan terhadap sistem, prosedur, dan sumber daya dalam pelaksanaan pelayanan publik oleh BNP2TKI serta terhadap pengelolaan sistem keamanan di Bandara Soekarno-Hatta. “Sidak diharapkan memperbaiki sistem pada pelayanan publik terkait penempatan TKI,” ujarnya.

Setelah melakukan inspeksi mendadak, Sabtu, 26 Juli 2014 dinihari di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi langsung menyisir beberapa tempat. Sidak ini terkait dengan pemulangan tenaga kerja Indonesia.

Tempat-tempat yang dituju Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain, Direktur Angkasa Pura Trisunoko, serta Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Komisaris Jenderal Suhardi Alius adalah pelayanan khusus penerbitan kartu tenaga kerja luar negeri

Setelah itu mereka ke tempat pemeriksaan paspor. Di tempat itu, Adnan Pandu Praja sempat mengecek loket pemeriksaan paspor dan meminta petugas untuk membuka tasnya.

Dengan muka merah, petugas itu pun membuka tasnya dan mengeluarkan semua isinya. Namun, tidak ditemukan apa pun di dalam tas itu. Inspeksi mendadak dilanjutkan ke bagian Bea Cukai.

Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Suhardi Alius mensinyalir calo dan pemeras tenaga kerja Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta bersifat sistematis. Sebanyak 18 orang yang ditangkap saat sidak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, serta Bareskrim Mabes Polri sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami terus periksa temuan-temuannya. Akan kami tindaklanjuti secara sistematis,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 26 Juli 2014. Dia menuturkan kegiatan sidak bertujuan melihat pola pemulangan TKI dan pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta. Karena itu, pihaknya menunggu kedatangan pesawat dari Timur Tengah yang mengangkut para TKI.

“Banyak ditemukan kejadian yang memilukan. Ini merupakan suatu terapi, supaya ada pembenahan secara terstruktur.”

Dia mengatakan sidak yang dimulai Jumat malam hingga dinihari tadi itu merupakan tindak lanjut pengamatan KPK sejak lama. Menurut Suhardi, ketika ditemukan penyelenggara negara yang terbukti memeras atau melakukan tindak pidana korupsi, KPK-lah yang langsung menangani. Sedangkan Polri kebagian menangani calo dan premanisme.

Suhardi mengakui premanisme di bandara memang masih menjamur. Padahal premannya dulu sudah berhasil diurai. “Tapi sifatnya parsial,” ujar Mantan Kapolda Jawa Barat itu. Dia menuturkan kegiatan sidak ini merupakan masukan yang cukup signifikan sehingga akan rutin dijalankan. “Tidak lagi kebijakan yang sesaat.”

(rangkuman sumber kompas)


Ipar Taupan Pawe Bantah Dirinya Tangani Proyek Bak Sampah Di BLHD

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 25 Juli 2014 | 5:19 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Kasus dugaan korupsi proyek bak sampah di badan lingkungan Hidup daerah (BLHD) Parepare ternyata muncul isu bahwa Ipar Taufan Pawe, walikota Parepare diduga ikut serta dalam menagani proyek Baksa Sampah yang menjadi sorotan masyarakat.

Dugaan keterlibatkan Safar yang merupakan ipar dari adik Taufan Pawe, Musdahlifa yang lebih mengetahui proyek Bak Sampah DAK senilai Rp. 400 juta yang tidak ditender. Sehingga proyek ini dipecah-pecah menjadi empat kecamatan senilai Rp. 100 juta untuk penunjukkan demi menghindari lelang tersebut.

Safar saat dihubungi via selulernya membantah jika dirinya terlibat soal masalah proyek pengadaan Bak Sampah senilai Rp. 400 juta dari DAK,”kenapa saya dilibatkan, saya tidak tau soal proyek itu, kalau saya diganggu pasti saya melawan,”dengan nada emosi saat dihubungi via selulernya kemarin.

Safar akan menuntut balik kepada orang yang menyebut dirinya terlibat atau mengaitkan proyek pengadaan Bak Sampah yang sementara ini sudah ditangani pihak penyidik kejaksaan negeri Parepare dan pihak kepolisian.”saya akan tuntut balik jika namaku disebut dimedia, saya tidak terlibat, semutpun kalau diganggu pasti mengigit,”katanya singkat.

Dirinya selalu ditanya sama orang-orang keterlibatanya, padahal Ia tidak tau soal proyek bak sampah di BLHD yang sudah ditangani penyidik.

Kepala BLHD Parepare, M Sykur Rasyak juga membantah jika Safar yang merupakana notabene iparnya walikota Parepare, Taufan Pawe.”Pak Safar tidak tau masalah ini dan dia tidak terlibat,”katanya singkat.

Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA), Uspa Hakim menjelaskan, siapapun terlibat atau disebut namanya harus dimintai keterangan oleh pihak penyidik, penyidik punya diskresi soal masalah penaganan kasus yang dituduhkan kepada yang bersangkutan.”soal benar atau tidaknya tidak terlibat bukan hanya pengakuan tapi harus dibuktikan diranah hokum,”jelasnya.

Kalau memang Ipar Walikota terlibat, kata Uspa, maka sangat disesalkan, karena sangat berbeda apa yang diungkapkan walikota kepada masyarakat, bahwa tidak akan melibatkan keluarganya dalam mengurus proyek, ini akan terbantahkan dan masyarakata bisa tidak percaya lagi soal apa yang diungkapkan walikota,”jadi kita masih praduga tak bersalah, jika benar maka ucapan walikota pasti terbantahkan, jika tidak benar maka ucapan itu pasti harus dipegang,”tuturnya singkat. (smr)

Sambut Arus Mudik Lebaran 1434 H Beberapa Ruas Jalan Rusak

Kabarsulawesi.com – Selayar : Jelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1434 H sejumlah ruas jalan di jalur jalan nasional di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan terpantau masih mengalami kerusakan parah. Kerusakan terlihat hampir di sepanjang Desa Parak, Kecamatan Bontomanai yang tampak diwarnai oleh kondisi jalan bergelombang dan bolong-bolong. 

Kondisi serupa terlihat di beberapa ruas jalan pedesaan yang dipastikan akan dilalui oleh para pemudik dari luar Kabupaten Kepulauan Selayar. Kerusakan terparah terjadi di jalur jalan poros Dusun Pa’batteang-Dusun Silolo, Kecamatan Buki dan sejumlah ruas jalan lain sepertihalnya yang terlihat jalur Dusun Tulang-Pajalaia, Dusun  Buhung Bakka dan Dusun Lebo, Desa Kohala.

Kerusakan yang sama juga terlihat di jalur jalan Tien Soeharto-Jend. Achmad Yani-jalan poros menuju ke arah Pasar Sentral Bonea dan jalur rumah sakit umum KH. Haiyung Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.


Bila tidak segera teratasi, kerusakan jalan ini dikhawatirkan akan menganggu arus mudik lebaran, terutama di saat memasuki H-7 lebaran bertepatan dengan meningkatnya volume kendaraan pemudik.

Jalan berlubang dengan konstruksi menurun dan berkelok seperti yang terlihat di jalan poros Dusun Pa’batteang-Dusun Silolo-Dusun Lebo Kohala dan Dusun Buhung Bakka sangat beresiko dan membahayakan keselamatan pengguna kendaraan.

Sejumlah pengendara yang mengaku sering melintasi jalur jalan ini meminta perhatian pemerintah kabupaten dan instansi berkompoten lain untuk dapat secepatnya memperbaiki  kerusakan jalan dimaksud, sebelum memasuki arus mudik lebaran yang tinggal empat hari lagi. (fadly syarif) 


Indosat Buka Bareng Jurnalis

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 24 Juli 2014 | 10:14 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : IM3 Parepare melakukan kegiatan bersama dengan para awak media dengan berbuka bersama di salah satu warung makan yakni Teras Empang dibilangan Sumpang Minangae, kemarin.

Sales Marketing, Ismail menuturkan, kegiatan buka bersama ini selain lebih menjalin keakraban dan silaturahmi, juga agar supaya program IM3 didaerah parepare lebih jelas dipaham dan diketahui oleh masyarakat.

"Para jurnalis yang paling dekat dengan masyarakat, selain itu kami juga berharap agar informasi labih akurat nantinya tanpa ada masalah dengan jaringan," tuturnya.

Ismail menyebutkan, IM3 saat ini program IM3 yakni Beli dan pake IM3 lansung gratis nelpon tiap hari tanpa pulsa, "IM3 play ini diaktifkan dengan cara tekan *123*300#," sebut dia.

Terpisah, Acha Mahmud, Penyiar Radio mengaku, dirinya telah mengunakan kartu IM3 selama 5 tahun terakhir ini. "Saya memakai kartu ini karena selama ini tidak ada ganguan jaringan," akuhnya.

Ia menyebutkan, selain paket data yang tidak ada masalah, karena para jurnalis ini mau tidak mau memakai untuk melakukan pengiriman berita.

Sementara itu, Syamsuddin, Reporter Kompas TV mengatakan, pihaknya berharap agar buka bersama ini berlanjut kedepan, karena wartawan sangat membutuhkan jaringan yang kuat disemua daerah.

"Kami bukan hanya berada di dalam Kota, kami juga selalu didaerah pesisir yang susah mendapat jaringan padahal kami butuh untuk informasi," katanya. (smr)

Bantuan Ternak Sapi dan Kambing Resahkan Warga Petani


Ternak Sapi Liar Berkeliaran di Kebun Milik Warga

Kabarsulawesi.com – Selayar : Bantuan ternak berupa sapi dan kambing yang diturunkan secara gratis oleh instansi teknis Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan seyogianya dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan para warga peternak, penerima bantuan sapi dan kambing di daerah pelosok serta pedalaman terpencil.

Namun harapan tersebut rupanya tak seindah kenyataan yang dirasakan oleh warga Dusun Pa’batteang, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki yang akhir-akhir ini dibuat kesal oleh perilkaku tidak terpuji segelintir oknum ‘peternak nakal’.

Rasa kesal warga petani bermula dari ulah oknum peternak yang membiarkan hewan piaraan milik mereka bebas bergentayangan hingga memicu terjadinya pengrusakan kebun maupun tanaman milik warga petani  di sekitar kampung tersebut.

Kehadiran sapi bantuan pemerintah yang diharapkan mampu menggenjot taraf pendapatan dan kesejahteraan masyarakat malah berbalik menjadi pemcu kemungkinan akan terjadinya potensi konflik dikalangan warga masyarakat petani dan peternak.

Sejumlah warga mulai dibuat resah menyusul semakin besarnya jumlah pasokan bantuan sapi dan kambing gratis dari pemerintah kepada masyarakat yang dinilai asal dan tidak memenuhi standart.

Merusak Pagar Kebun
Dugaan ini dilontarkan warga atas dasar ketidaktersediaan lokasi lahan pengandangan maupun ketidak siapan beternak para penerima bantuan sapi dan kambing dari Dusun Pa’batteang yang terbukti tidak sanggup untuk menyediakan lahan pengembalaan dan kandang sapi sebagaimana muatan perjanjian dari pihak pemberi bantuan dalam hal ini pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Menanggapi permasalahan yang mulai bermuara pada potensi konflik ini Camat Buki, Abd. Rahman mengaku telah berulangkali memanggil para peternak sapi di wilayahnya untuk diberikan sosialisasi agar tidak membiarkan ternaknya menganggu lahan perkebunan milik warga petani.

Pemerintah kecamatan buki bersama dengan aparat desa telah berulangkali mengadakan sosialisasi pengandangan ternak, tinggal peternaknya saja yang tetap membandel dan enggan mengindahkan petunjuk dari pemerintah kecamatan.

Kendati demikian, Camat Buki, Abd. Rahman berjanji untuk sesegera mungkin menjadwalkan pertemuan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga peternak yang bertujuan untuk membahas kembali persoalan penertiban ternak agar tidak menjadi potensi konflik baru di masyarakat. Pertemuan ini rencananya akan digelar setelah hari raya Idul Fitri 1434 H mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Camat Buki dalam kesempatan wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya belum lama ini. Persoalan penertiban ternak liar yang mulai berdampak meresahkan warga masyarakat petani di Desa Lalang Bata ini turut disikapi secara serius oleh Kepala Desa Lalang Bata, Andi Ruswandi B.

Dia mengaku telah mempersiapkan program pembangunan lahan pengembalaan ternak terpadu bagi warga desanya. Dia berjanji untuk menjamin ketersediaan pakan ternak di sekitar lokasi pengembalaan.

Program pemenuhan ketersediaan pakan ternak salah satunya akan dituangkan Pemerintah Desa Lalang Bata melalui kegiatan penanaman rumput gajah. Penanaman rumput gajah sendiri, diharapkan dapat berfungsi ganda untuk mencegah berlangsungnya erosi serta mempertahankan proses pengawetan tanah dan air.

Pernyataan ini dikeluarkan Kepala Desa Lalang Bata saat dimintai konfirmasi oleh wartawan di Kantor Camat Buki, pada hari Senin, (21/7) pagi kemarin. Dia berharap, langkah penyiapan lokasi pengembalaan ternak oleh aparat pemerintah desa akan dapat meminimalisir kemungkinan pecahnya potensi konflik di masyarakat. (fadly syarif) 

NUSANTARA

WISATA

HANKAM

PROFIL

Berita Hari Ini

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Temukan kami di Twitter
FACEBOOK GROUP