==== Kantor Berita Online kabarsulawesi.com - Email : kbrsulawesi@gmail.com - Kontak Redaksi : 081342676153 - PROMOSIKAN USAHA ANDA DI MEDIA KAMI ==== Daftar Harga Iklan Kantor Berita Online kabarsulawesi.com Banners Utama Benner Utama (header) Ukuran 728 x 90 Pixel Format file JPG/JPEG atau GIF Animasi, besar ukuran file Banner maks. 30 Kb. Harga = Rp. 1.500.000.- pemuatan 1 (satu) bulan Benner Tengah Ukuran Benner tinggi : 200 x lebar 300 Format file JPG/JPEG atau GIF Animasi, besar ukuran file Banner maks. 30 Kb. Harga Rp.600.000,-/bulan. Banners Samping Banner iklan tinggi : 200 x lebar 300 pixel Format file JPG/JPEG atau GIF Animasi, besar ukuran file Banner maks. 15 Kb. Harga hanya Rp. 500.000,-/bulan. Tampil di semua halaman bagian samping Format iklan sudah dibuat oleh pemasang iklan. Banners Bawah Banner iklan tinggi : 200 x lebar 300 pixel Format file JPG/JPEG atau GIF Animasi, besar ukuran file Banner maks. 15 Kb. Harga hanya Rp. 350.000,-/bulan. Catatan : Untuk Promosi usaha : pemuatan kontrak 1 tahun hanya bayar 10 bulan saja -Tampil di semua halaman bagian tengah - Format iklan sudah dibuat oleh pemasang iklan. Cara Pembayaran : Dana pembayaran iklan dan Donasi (Sumbangan Sukarela) ditransfer melalui Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Unit Lapadde Kota Parepare Nomor Rekening : 7538-01-001085-53-8 a.n. Sulhayat Takdir, SH Setelah terjadi kesepakatan dengan pemasang iklan. Semua Iklan bisa dinegoisasikan. Setelah pembayaran selesai iklan sesuai paket yang Anda pilih, maka silakan konfirmasi ke email : kbrsulawesi@gmail.com atau hubungi kami di mobile phone HP. 085255644646 Konfirmasi Data iklan dan benner iklan (format : jpg,html) dapat dikirim ke kbrsulawesi@gmail.com Kontak Redaksi ; 085255644646 – 081342676153======
Latest Post

Senjata Tradisional Renggut Nyawa

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 11 Mei 2018 | 1:07 PM

Kabarsulawesi.com – Walenrang : Perkelahian yang terjadi kamis malam 10 Mei 2018 Di desa Seba Seba Kecamatan Walenrang Timur Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan 

Informasi dikumpulkan kabarsulawesi.com kami, kejadiannya secara tiba tiba atau spontanitas Pada malam itu dan tidak pernah ada cekcok atau persolan sebelum kejadian. 

Menurut Kepala Desa setempat, di tempat kejadian peristiwa ( TKP ) Dua hari sesuda kejadian dijelaskan penyebab terjadinya perkelahian antara UPAH Yg korban meniggal dengan lawannya IID belum ada kejelasan informasi penyebab terjadinya perkelahian memang keduanya penduduk Desa Seba Seba kecamatan Walenrang Timur. 

Perkelahian antara upah dengan IID tiba tiba di tempat kejadian katanya ada rekan atau teman Iid Langsung lepaskan panah Senjata tradisional ke arah Upah dan mengenai sasaran ketuh upah katanya satu masuk bagian dada satu masuk Bagian dari belakang akhirnya pada saat itu korban langsung di larikan ke Rumah sakit Palopo. Naas nyawanya tidak tertolong lagi. 

Adapun teman iid yg lepaskan panah katanya bukan masyarakat Desa Seba Seba melainkan masyarakat kota palopo Katanya iid beristri orang palopo dan pergaulannya selama ini banyak di palopo hanya sekali kali datang menjenguk neneknya. Sekarang IID di amankan pihak kepolisian dan pihak kepolisian tetap masi siap Siaga jaga di tempa kejadi perkara ( TKP ). (Jamaluddin Andua)

Menjaga Kesehatan Dengan CERDIK dapat Menangkal Narkoba

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 09 Mei 2018 | 12:27 PM

Kabarsulawesi.com - Jakarta : Belakangan ini, kasus narkoba tidak hanya menjerat mereka yang sudah dewasa saja. Melainkan anak remaja hingga anak di bawah umur tersandung kasus ini.
Keadaan tersebut membuat pihak Kepolisian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Jakarta Pusat prihatin. Pihak-pihak tersebut pun punya cara tersendiri untuk memerangi dan mencegah penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang, dengan melakukan gerakan dan deklarasi #HidupSehatTanpaNarkoba.

Ketua HDCI Jakarta Pusat, Feriadi menjelaskan, anak muda tetap keren dan bisa kreatif tanpa menggunakan narkoba. HDCI adalah komunitas yang sangat masif diharapkan menjadi duta anti narkoba yang bisa menyerukan semangat anti narkoba kepada banyak orang.

"Kami akan terus menyuarakan bahwa narkoba adalah hal yang tidak pantas dicoba, untuk di konsumsi oleh para generasi muda penerus bangsa," papar Feriadi yang akrab disapa Bro Feri saat ditemui di acara kampanye #HidupSehatTanpaNarkoba.

Feriadi pun mengungkapkan keprihatinan terhadap pengguna narkoba di bawah umur. Padahal, tanpa menggunakan narkoba anak-anak Indonesia tetap hebat.

"Kita akan tetap keren, hebat, maju, dan pintar tanpa narkoba. Jadi orang Indonesia keren tanpa narkoba. Saya rasa itu adalah pesan yang harus disuarakan ke seluruh Indonesia. Narkoba itu sudah menyentuh anak-anak di bawah umur, ini sangat memprihatinkan," tambahnya.

Sejalan dengan semangat HDCI Jakarta Pusat yang mendukung acara Dit Resnarkoba dan Polres Metro Jakarta Selatan, yaitu deklarasi bertajuk Hidup Sehat Tanpa Narkoba tersebut, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol, Indra Jafar, menjelaskan kepada masyarakat agar tidak perlu malu untuk memberitahu jika diri sendiri, keluarga, saudara dekat terkena narkoba. Hal ini untuk memudahkan proses rehabilitasi.

"Karena kami menyediakan rehabilitasi untuk para korban atau pengguna narkoba," kata Indra.
Acara Deklarasi ini diadakan untuk menggerakkan semangat kebangsaan Cinta Indonesia dengan hidup sehat tanpa narkoba. Mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan aktif melapor adanya penyalahgunaan narkoba yang terjadi di sekeliling dan di lingkungan tempat tinggal.
Pada acara tersebut dihadiri pula ratusan bikers HDCI Jakarta Pusat, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Vivick Tjangkung, dan Wakil HDCI Jakarta Pusat, Arbain Siregar.

Perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Fidiansyah, selaku direktur pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan nafzah, yang juga hadir dalam deklarasi tersebut menegaskan kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan menjaga kesehatan dengan CERDIK. Kiat gaya hidup sehat tersebut sangat digaungkan oleh Kementerian Kesehatan terlebih untuk menangkal penggunaan Narkoba.

"CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang baik dan seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stress," ungkap Fidiansyah.

Agar tidak semakin banyak masyarakat yang terkena narkoba, para dokter juga terus menyerukan apa saja bahaya ketika mengonsumsi narkoba. Hal tersebut sebagai bentuk dari cara pencegahan.
"Dampak adiktif dari penggunaan narkoba sangat banyak dan mengerikan. Mulai dari mata sakit, jantung berdetak tidak teratur, flu tidak kunjung sembuh, dan hal itu mengarah kepada penyakit HIV/AIDS. Efek samping lainnya menjadi hiperseksual dan penyimpangan," ujar dr. Hariadi dari IDI Jakarta Selatan. (sumber: vamale.com/vem/asp/feb)

Tekan angka Golput KesbangPol Sosialisasi Pemilih Pemula

Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan sudah di depan mata. Upaya memaksimalkan partisipasi pemilih dalam pemilihan mendatang terus dilakukan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), salah satunya dengan menggelar sosialisasi pemilih pemula yakni kalangan pelajar yang sudah memiliki KTP atau yang telah memasuki usia 17 tahun.

Kabarsulawesi.com - Luwu Timur : Kegiatan ini digelar dengan melibatkan sebanyak 272 pelajar SMA sederajat yang dibagi menjadi dua zona yakni zona I berlangsung tanggal 08 Mei 2018 di Gedung Wanita Simpurusiang, Malili dan zona II berlangsung tanggal 09 Mei 2018 di Gedung Pertemuan Kecamatan Tomoni Timur.

Kegiatan sosialisasi terhadap pemilih pemula tersebut diawali penyajian materi dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab dengan menghadirkan pemateri dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur, KPUD Luwu Timur serta Panwaslu Luwu Timur.

"Kegiatan sosialisasi bagi pemilih pemula ini dilaksanakan agar para pemilih pemula ikut berpartisipasi dalam setiap penyelengaraan pesta demokrasi, mengingat jumlah pemilih pemula yang cukup besar" Kata Ketua penyelenggara Hasan dalam laporannya, Selasa (08/05/2018)

"Dengan adanya kegiatan diharapkan seluruh pemilih pemula yang terdiri dari kalangan pelajar dapat menggunakan hak pilihnya secara baik."tambahnya.

Sementara Bupati Luwu Timur diwakili Asisten Pemerintahan Dohri As'ari saat membuka kegiatan tersebut mengatakan salah satu hal penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pemilu adalah keterlibatan para pemilih pemula dalam setiap pesta demokrasi karena pemilih pemula jumlahnya yang diketahui cukup signifikan.

"Mereka perlu didorong untuk antusias datang ke tempat pemungutan suara guna memilih calon-calon pemimpin sesuai dengan aspirasinya" terang Dohri.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, para siswa bisa menyalurkan pengetahuannya kepada para pemilih pemula yang lainnya sehingga bisa tercipta demokrasi yang baik.

"Ini juga sekaligus menjadi "agen" untuk menyampaikan kepada rekan rekannya disekolah dalam menyalurkan hak suaranya disekolah dari apa yang mereka dapat dalam sosialisasi," lanjutnya.

Dia menambahkan, sosialisasi ini juga sebagai upaya melakukan pendidikan berdemokrasi bagi para pemilih pemula agar terhindar dari informasi yang tak benar (hoax).

Turut hadir dalam sosialisasi ini Kepala Kantor Kesbangpol Guntur Hafid, Komisioner KPUD Luwu Timur Muh. Ayyub dan Komisioner Panwaslu Luwu Timur Sukmawati Suaib serta para guru pendamping siswa. (ophy/hms)

Pemkab Luwu Timur Adopsi Aplikasi Smartcity Tangerang

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 08 Mei 2018 | 8:01 PM

Menurut Husler, saat ini implementasi pemerintahan berbasis elektronik sangat berpengaruh pada proses dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga pemerintahan berjalan lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Kabarsulawesi.com – Tangerang : Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus melakukan pembenahan pelayanan publik dengan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi. Salah satu program pengembangannya dengan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang yang merupakan pilot project pengembangan smart city di Indonesia.

"Dengan kerjasama ini, kami berharap konsep pengembangan smart city yang dikembangkan Pemkot Tangerang bisa kami adopsi dan terapkan di Kabupaten Luwu Timur" kata Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler dalam kunjungan kerjanya di Tangerang Live Room Pemkot Tangerang, Senin (07/05/2018).

Menurut Husler, saat ini implementasi pemerintahan berbasis elektronik sangat berpengaruh pada proses dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga pemerintahan berjalan lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Lanjut Husler, salah satu daerah yang sukses mengembangkan konsep smart city adalah Pemkot Tangerang yang berhasil meningkatkan pelayanan publiknya berbasis elektronik dan telah menjadi pilot project pengembangan smart city di Indonesia.

"oleh karena itu, melalui kerjasama ini, kami berharap dukungan dan pendampingan tim dari Pemkot Tangerang dalam upaya penerapan smart city di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur" tambah Husler.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengaku pihaknya siap memberikan pendampingan agar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bisa segera menerapkan konsep smart city di daerahnya.

"saat ini tercatat sudah 172 aplikasi yang di kembangkan Pemkot Tangerang. Dan pengembangan berbagai aplikasi saat ini untuk mendukung pelayanan masyarakat agar cepat dan tepat" kata Dadi.

Saat berlangsungnya Kunker ini dilakukan serah terima MOU yang dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kepala Dinas Kominfo Luwu Timur, Andi Murphy dan Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Dr. H. Tabrani, M.Pd.

Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU yang sebelumnya dilakukan Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dengan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah terkait kerjasama smart city.

Turut mendampingi Bupati, Wakil Ketua DPRD, HM Siddiq BM dan sejumlah Kepala OPD Terkait di Lingkungan Pemkab Luwu Timur. Selain Pemkab Luwu Timur Kunker ke Pemkot Tangerang juga bersamaan dengan kunker Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (humas).

22 Tahun Lahan Kebun Warga Dikuasai PTPN XIV Tanpa Ganti Rugi

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 07 Mei 2018 | 4:22 PM

Lewat Kuasa Hukumnya, Sulhajat Takdir, SH, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bhakti Keadilan, mengajukan Gugatan ke Pengadilan Negeri Malili, Luwu Timur, terhadap PT. (Persero) Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) selaku Tergugat dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebagai Turut Tergugat.

Kabarsulawesi. Com – Luwu Timur : Sembilan orang warga Luwu Timur yang memiliki lahan kebun eks transmigrasi dengan bukti kepemilikan Sertifikat Tanah yang terletak di Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Tanah kebun Para Penggugat sejak tahun 1995 sampai sekarang dikuasai Perkebunan PT. (Persero) Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV), terisap dalam lokasi Perkebunan PT. (Persero) Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) yang dijadikan sebagai kebun kelapa sawit, berlokasi di Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur (Pemecahan wilayah Kabupaten yang dulunya Kabupaten Luwu).

Dalam gugatannya, tanah kebun Para Penggugat adalah bagian dari hasil pengukuran yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Timur terhadap areal sengketa 53 ha dengan luasan 27,25 Ha (dua puluh tujuh koma dua puluh lima hektar) dengan jumlah bidang 30 bidang sertifikat, berada diluar kawasan dan masuk dalam lokasi PTPN XIV Unit Kebun Malili, dengan batas – batas per blok sesuai penempatan nomor sertifikat masing – masing data sesuai hasil pengukuran. Dari luas areal 27,25 Ha (dua puluh tujuh koma dua puluh lima hektar), sebanyak 20,25 Ha (dua puluh koma dua puluh lima hektar) dengan jumlah bidang sebanyak 23 sertifikat adalah milik para Penggugat.;

Menurut Kuasa Hukum Penggugat, Sulhajat Takdir, SH dari LBH Bhakti Keadilan, lahan kebun Para Tergugat adalah tanah kebun yang telah clean and clear, berdasarkan pengakuan PTPN XIV Unit Malili dalam pertemuan pada hari Rabu, tanggal 11 Juni 2014 bertempat di Kantor Unit Kebun Malili Mantadulu yang pada itu dilaksanakan pertemuan dengan masyarakat pemilik lahan yang bersertifikat. Dari hasil pertemuan tersebut, telah disepakati beberapa hal, salah satunya adalah Pihak pemilik lahan bersertifikat yang sudah dinyatakan oleh pihak BPN layak untuk ditindaklanjuti yang layak untuk mendapatkan ganti rugi.

Diuraikan Kuasa Hukum Penggugat, berdasarkan pertemuan Direksi PTPN XIV dengan Pemda Luwu Timur dan DPRD Luwu Timur pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2015 bertempat di Ruang Baruga Agro PTPN XIV dengan salah satu agenda pertemuan membahas tindak lanjut ganti rugi lahan petani trangsmigrasi yang terisap di lahan inti kebun Malili, pihak Direksi PTPN XIV diwakili Amrullah Haris yang juga bertindak sebagai Pimpinan Rapat, pada pokoknya Direksi PTPN XIV menegaskan, bahwa : Anggaran untuk ganti rugi lahan masyarakat yang terisap dalam lokasi perkebunan kelapa sawit di Mantadulu (sebanyak 30 bidang), telah dianggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Namun anggaran yang telah disiapkan tersebut tidak bisa dicairkan dengan alasan Tergugat, bahwa hasil audit BPK RI atas pengelolaan lahan PTPN XIV terhadap opsi ganti rugi atas tanah kebun masyarakat berpotensi merugikan Perusahaan (PTPN XIV) sebesar Rp. 3.445.000,00 (Tiga Milyar Empat Ratus Empat Puluh Lima Milyar Rupiah);

Bahwa telah ada kesepakatan antara Para Penggugat berupa Surat Pernyataan dengan Pihak PTPN XIV tentang besaran ganti rugi tanah kebun Para Penggugat berdasarkan kesepakatan masing – masing Para Penggugat pada tanggal 11 Juni 2014 (harga berlaku saat itu) yakni : Rp. 10.000,00 (sepuluh Ribu) rupiah per meter, namun kesepakatan tersebut tidak pernah terwujud karena Tergugat menganggap bahwa nilai obyek tanah kebun Para Penggugat ditentukan oleh pihak Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dan oleh Tergugat telah menyampaikan kepada Turut Tergugat untuk mendatangkan KJPP, namun Turut Tergugat belum juga melaksanakan dan tidak pernah terwujud.

“Segala urusan terkait administrasi birograsi proses ganti rugi tanah kebun Para Penggugat antara PTPN XIV (Tergugat) dan Turut Tergugat sehingga terkatung – katungnya pembayaran ganti rugi adalah bukan menjadi urusan Para Penggugat. Pada prinsipnya, Para Penggugat tetap pada tuntutan adanya ganti rugi dan kerugian – kerugian lainnya yang diderita Para Penggugat terhadap tanah kebun yang saat ini masuk dalam lokasi Perkebunan PTPN XIV berlokasi di Desa Mantadulu dan tuntutan ganti rugi lainnya,” ungkap Sulhajat Takdir, SH.

lahan kebun Penggugat yang telah dikuasai selama 22 tahun oleh PTPN XIV
Sejak tanah kebun milik Para Penggugat tersebut di kuasai oleh Tergugat, sudah beberapa kali para Penggugat berupaya untuk meminta ganti rugi kepada Tergugat, namun perjuangan para Penggugat selama 22 tahun untuk mendapatkan haknya tidak menemui titik terang ganti rugi sampai sekarang. Bahkan Pihak DPRD kabupaten Luwu Timur juga telah memfasilitasi memperjuangkan ganti rugi tanah kebun Para Penggugat, namun juga tidak ada penyelesaian, sehingga Para penggugat merasa haknya terzalimi dan dengan terpaksa menempuh jalur hukum melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Malili sebagai upaya terakhir untuk bisa mendapatkan ganti rugi lahan dan kerugian – kerugian lainnya yang diderita Para Penggugat selama puluhan tahun. 

“Dari perbuatan Tergugat dan Turut Tergugat, Para Penggugat mengalami kerugian secara moril dan materiil adalah perbuatan melanggar hukum berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata : “Tiap perbuatan melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut”. Urai dalam gugatan Penggugat.
Tidak adanya kejelasan ganti kerugian yang telah disepakati sebelumnya (tahun 2014) yakni Rp.10.000 per meter (harga berlaku pada saat itu), maka Para Penggugat makin merasa merugi sehingga Para Penggugat mengenai harga ganti rugi yakni kesepakatan harga sebelumnya tidak lagi menjadi dasar kesepakatan, maka Para Penggugat menetapkan ganti rugi lahan kebun bersertifikat tanah para penggugat yang disesuaikan dengan harga berlaku sekarang yakni sebesar Rp. 25.000,00 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) per meter, selian itu, Para Penggugat dirugikan karena tidak dapat lagi memanfatkan lahan kebun secara pribadi selama 22 tahun hingga sekarang sebagai sumber mata pencaharian atau sumber ekonomi keluarga, padahal jika dimanfaatkan oleh masing – masing Para penggugat dengan ditanami kelapa sawit, masing – masing Para Penggugat mendapatkan hasil panen setiap bulannya, yakni; Untuk lahan seluas 1 hektar (10,000 m2) hasil panen yang didapat Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah) ; dan Untuk lahan seluas 7.500 m2 mendapatkan hasil panen per bulannya Rp. 1.875.000,00 (satu juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). 

Para Penggugat memohon kepada Yang Mulia Ketua / Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malili menjatuhkan putusan:

1. Menerima Gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi lahan kebun Para Penggugat dengan Total keseluruhan ganti rugi tanah kebun Para Penggugat yang seharusnya dibayarkan oleh Tergugat sebesar Rp.5.250.000.000,00 (Lima Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah);

3. Menghukum Tergugat membayar ganti rugi kepada Para Penggugat karena tidak bisa mengelola sendiri (secara pribadi) lahan kebun Para Penggugat sebesar Total kerugian yang diderita Para Penggugat : Rp.14.025.000.000,00 (Empat Belas Milyar Dua Puluh Lima Juta Rupiah).

4. Menghukum Tergugat dan Turut Tergugat membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepada Para Penggugat atas seluruh biaya yang timbul selama pengurusan ganti rugi lahan, yakni sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus juta rupiah);

5. Menghukum Tergugat dan Turut Tergugat membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepada Para Penggugat atas kerugian immateriil Para Penggugat sebesar Rp 1.000.000.000,00 (Satu milyar rupiah) secara tunai dan sekaligus, dan apabila lalai secara dikenakan uang paksa sebesar Rp. 250.000,00 ((Dua Ratus Lima puluhs Ribu Rupiah) setiap harinya;

6. Menyatakan Putusan Perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada perlawanan, Banding, Kasasi ataupun upaya hukum lainnya dari Tergugat dan Turut Tergugat atau pihak ketiga lainnya (uitvoerbaar bij vorraad);

7. Menghukum Tergugat dan Turut Tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini secara tanggung renteng. 

Sidang gugatan ini sudah digelar pertama kali pada pada tanggal 2 Mei 2018, namun ditunda untuk sidang berikutnya pada tanggal 23 Mei 2018, karena Tergugat  PTPN. XIV, tidak datang. (bangsoel)
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer