SELAMAT DAN SUKSES ATAS PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMBAH ANGGOTA DPRD KOTA PAREPARE PERIODE 2014 – 2019 Wilayah Dapil I Soreang : 1. Ir. Kaharudin Kadir, M.Si (Golkar). 2. Hj Apriyani Djamaluddin (PDIP) 3. Amiruddin Said (Nasdem). 4. A. Muh. Fudail, SE (PKB). 5.Jhon Panannangan SE (Golkar).6.H. Yangsmid Rahman SE(Demokrat).7H Tasming Hamid SE (Demokrat).8. Andi Firdaus Djollong SE (PAN) 9.Abdul Salam Latief (PPP)===== Wilayah Dapil II Ujung : 1. S. Parman Agoes Mante (PKS) 2. Drs H Andi Darmawangsa (PDIP) 3. H Sulaeman, E (Golkar) 4.M Rahmat Sjamsu Alam SH (Demokrat) 5. Kurtafati, S.Sos (PAN) 6.H. M Yusuf Nonci (Hanura)===== Wilayah Dapil III Bacukiki dan Bacukiki Barat: 1.Heri Ahmadi SE(Nasdem) 2.Muhammad Iqbal SE (PKS) 3. Satriya SH(PDIP) 4. H Muliadi S.Sos (Golkar) 5.H. Minhajuddin Achmad, S.Ag (Golkar) 6. Andi Taufan Armas (Gerindra) 7. Hj. Andi urhanjani (Demokrat) 8. Musdalifa Pawe SH (PAN) 9. Ridwan Rombe (Hanura) 10. H. Sudirman Tansi SE (PBB) LOWONGAN KERJA KABARSULAWESI======Kantor Berita Online Kabarsulawesi (http://www.kabarsulawesi.com/) membutuhkan beberapa orang tenaga periklanan, dengan syarat sebagai berikut :=====Pria/wanita berpenampilan menarik, mau bekerja keras untuk melakukan order iklan. Berusia max. 45 tahun berijasah min. SLTA/ sederajat, dan mau bekerja keras, memiliki kendaraan pribadi (motor). Kirim lamaran ke email : kbrsulawesi@gmail.com, dilampiri Ijasah, Biodata,pengalaman kerja (bila ada),KTP yang masih berlaku, dan Pas Photo Uk. 4x6 cm berwarna sebanyak 2 lembar. ==== Kantor Berita Online kabarsulawesi.com - Email : kbrsulawesi@gmail.com - Kontak Redaksi : 081342676153 - PROMOSIKAN USAHA ANDA DI MEDIA KAMI ==== Pasang Iklan Premium Di Kabarsulawesi.com Kabarsulawesi.com adalah website berita dan bisnis. Anda dapat memanfaatkan website kami untuk pemasangan iklan dan promosi berbagai macam usaha. Misalnya, Usaha property,rumah makan, restoran, penjualan tiket, toko online, dll. Anda juga bisa memasang iklan ucapan, ulangtahun,hari jadi, hari besar,kematian,kebahagian, dll. Bagi MITRA KERJA yang berminat memasang iklan, silahkan pilih paket iklan. Banner 728x90 • Posisi : Di atas Posting • Harga : Rp. 200.000,-/bulan • Deskripsi : Tampil di setiap halaman dan dipasang secara statis. • Discount : Untuk pemasangan 1 tahun Rp. 1.500.000.- • Deposit : minimal Rp.500.000.- Iklan Benner 160 x 92 • Posisi : Diatas Postingan Web • Harga : Rp. 150.000/bulan • Slot Tersedia : 4 slot • Deskripsi : Tampil di setiap halaman dan dipasang secara statis. • Tayangan : Selama 1 tahun setiap hari • Discount : Untuk pemasangan 1 tahun Rp.1.200.000.- • Deposit : minimal Rp.500.000.- Iklan Baris • Posisi : Dalam postingan dan ditampilkan dengan cuplikan di hal. depan • Harga : Rp. 70.000/bulan • Slot Tersedia : 10 slot • Deskripsi : Tampil di setiap halaman dan dipasang secara statis dan dilengkapi foto. Jika tanpa foto/gambar Rp.50.000/bulan, tayang 1 bulan/30 hari. • Tayangan : Selama 1 tahun setiap hari • Discount : Untuk pemasangan 1 tahun Rp.700.000.- • Deposit : minimal Rp.500.000.- Banner 125x125 • Posisi : Sidebar Kanan • Harga : Rp. 100.000,-/bulan • Slot Tersedia : 4 slot • Deskripsi : Tampil di setiap halaman dan dipasang secara do-follow. Minimum pemasangan 1 bulan / 30 hari • Discount : Untuk pemasangan 2 bulan (Rp. 150.000), 3 bulan (Rp. 200.000) Peraturan Materi iklan tidak boleh mengandung unsur SARA, Pornografi, kebohongan, provokasi, serta semua yang berlawanan dengan hukum yang berlaku di Indonesia Materi iklan sepenuhnya adalah tanggung jawab pemasang iklan, Metropares tidak bertanggung jawab terhadap kritikan atau tuntutan atas materi iklan. Benner Iklan langsung dari pemasang iklan. Jika ingin meminta jasa pembuatan benner iklan Rp.25.000.-/desain benner. Pembayaran Bank BRI No Rek: 0181-01-040719-50-6 a/n: SULHAYAT TAKDIR, SH Konfirmasi Data iklan dan benner iklan (format : jpg,html) dapat dikirim ke kbrsulawesi@gmail.com Kontak Redaksi ; 085255644646 – 081342676153======
Latest Post

Wartawan Jerman Kunjungi Parepare

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 26 September 2014 | 2:30 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Keberadaan Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare telah melambungkan nama Parepare di dunia internasional . Kota kelahiran Presiden Ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie ini, dalam waktu dekat akan tayang dan tampil di sejumlah media terbitan Jerman dan Eropa. Ini setelah 10 orang wartawan Jerman dari berbagai media cetak dan elektronik, Jumat, 26 September mengunjungi Kota Parepare. 

Mereka adalah wartawan senior yang ditugaskan pimpinan media masing-masing, meliput aktivitas BJ Habibie di kota kelahirannya, khususnya terkait rencana pendirian ITH. Jorg Riefen Stahl, pimpinan rombongan, mengatakan, kedatangan mereka ke Parepare merupakan tindaklanjut pertemuan mereka dengan BJ Habibie di Jerman beberapa waktu lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, Habibie menyampaikan sejumlah rencana, obsesi serta harapannya dengan Kota Parepare. Salah satunya keiginan BJ Habibie menjadikan kota berpenduduk 130 ribu jiwa ini sebagai kota pendidikan terkemuka di Indonesia di bidang computer science. Ide ini kata Jorg Riefen Stahl, menarik perhatian media-media besar Jerman, sehubungan nama dan pengaruh BJ Habibie di Jerman yang dikenal sebagai manusia ‘langka’ dan jenius. 

Mereka ingin meliput langsung kondisi Parepare yang disebut oleh Habibie, luas dan jumlah penduduknya hampir sama dengan kota Acher, tempat ia menimba ilmu selama di Jerman. Jorg Riefen Stahl menjanjikan, hasil liputan mereka akan tayang dan terbit di media-media besar Jerman, termasuk kata dia, sejumlah media Eropa. 

Ini dimungkinkan karena sebagian diantara mereka adalah pewarta warga (Citizen Reporting) untuk media terbitan Eropa. Termasuk kata Jorg Riefen Stahl, dirinya yang banyak menulis untuk Koran besar di Hamburg. Kedatangan mereka di Kota Parepare direkomendasikan langsung Bj Habibie kepada Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe. “Saya langsung ditelepon Pak BJ Habibie di Jakarta bahwa ada wartawan Jerman akan kemari,” kata Taufan. 

Taufan menerima mereka secara resmi di Rumah Jabatan Lasiming. Hadir Plt. Sekda Kota Parepare, Mustafa Mappangara beserta seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemkot Parepare. Taufan Pawe menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para jurnalist Jerman, yang kata dia, telah datang jauh-jauh hanya untuk melihat kota kelahiran BJ Habibie. Taufan berharap, tampilnya Kota Parepare di media Jerman adan Eropa secara umum, akan memberikan pengaruh positif bagi kemajuan dan perkembangan kota ini ke depan. 

Pada kesempatan ini Taufan memaparkan hal-hal terkait aktivitas BJ Habibie di Kota Parepare. Utamanya kegiatan groundbreaking ITH dan pembangunan monument cinta sejati Habibie-Ainun. Pemaparan ini dibantu penayangkan video ledatangan BJ Habibie mulai dari penjemputan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, hingga seluruh aktivitasnya selama di Parepare.(smir)

Penambahan Pembangunan Dermaga Parepare Terkendala Ijin Lingkungan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 25 September 2014 | 5:52 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare ; Belum Kantongin izin Lingkungan, Material berupa baja tiang panjang untuk pondasi penambahan pelataran pelabuhan sudah ditumpuk. Tim Khusus Masnyarakat Peduli Parepare (MPP) menyesalkan pihak PT Pelindo belum mengantongi izin lingkungan seperti izin mengenai izin analisi dampak lingkungan (Amdal) maupun izin Upaya pengelolaan lingkungan hidup dan Upaya Pemantauan lingkungan Hidup (UKL-UPL) sudah siapkan material untuk pembangunan. 

Padahal, sebelum disiapkan material untuk pembangunan dermaga, maka seharusnya minta rekomendasi atau izin dari pemkot mengenai Amdal atau UKL-UPL, bilamana itu tidak ada maka sangat melanggar dan bisa dipidanakan. Demikian dikatakan, ketua Tim Khusus MPP, Rahman Mappagiling, melalui relisnya. MPP memandang bahwa ada beberapa hal yang harus dipermasalahkan dengan PT pelindo selama ini, yakni masalah pencaplokan pelabuhan Pelra cappa ujung dan lontangge dengan dalih pelindo adalah penguasa pelabuhan. 

Lanjut, mantan anggota legiuslator, PBB ini, mengatakan, masalah pungutan kendaraan dan orang masuk keluar pelabuhan dipertanyakan, masalah penduduk tanah atau lokasi pasar darurat lakessi dikuasai pelindo, masalah izin usaha bongkar muat peti kemas di tanah eks pasar darurat lakessi yang diduki belum dikantongi izinya, masalah penganiayaan terhadap pegawai dishub yang dilakukan oleh premanisme di lokasi Pelindo, adanya klaim pelindo pantai senggol adalah kekuasanya dan masalah pembuatan pintu jalan pemabuhan pantai senggol tanpa ada izin membangunnya. 

‘Banyaknya masalah tersebut maka MPP akan melakukan sikap dan tindakan tegas bilamana ada pembiaran dilakukan oleh pemerintah setempat,’jelasnya. Perlu diketahui, oleh pemerintah, bahwa PT pelindo sebagai badan usaha pelabuhan geraknya terbatas pada kegiatan pengusaha dan tidak pada kegiatan pemerintah, itupun terbatas pada kegiatan konsesi yang diberikan otoritas pelabuhan. Ditambahkan, sekretaris MPP, Bahtiar syarifuddin, selama MPP persoalkan PT Pelindo, maka pihak PT Pelindo langsung membongkar-muat bahan material diluar pulau Parepare atau pulau kamerrang, itu karena disoroti tidak mempunyai izin lingkungan. 

“Kami pertanyakan soal izin lingkungannya ke BLHD, ternyata belum jadi, bahkan baru hari ini (kemarin, red) mengajukan permohonannya, padahal sudah adami aktivitas bongkar muat material, seandainya tidak disoroti maka seenaknya membangun tanpa ada izinya,”tuturnya singkat. 

Ditambahkan, Baktiar, selama ini pihak PT Pelindo tidak pernah memperlihatkan rencana induk pelabuhan (RIP) dimana isinya dokumen tersebut sudah ada diatur tentang kepelabuhanan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sesuai ketentuan berlaku.”buktinya material pembangunan dermaga Pelindo dibawah ke pulau kamerrang,”tuturnya. Sementara itu, Pihak PT Pelindo bersama Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) kota Parepare langsung turun ke lokasi untuk melihat rencana pembangunan dermaga yang panjangnya kurang lebih 100 meter dengan lebar 15 meter persegi. 

Menurut, Hamza, selaku manager operasional PT Pelindo mengatakan, pihaknya baru mengajukan usulan permintaan izin lingkungan berupa UKL-UPL bukan izin Amdal, karena kalau izin Amdal ada spesifikasinya.”jadi baru ini kami usulkan permohonan izin lingkungan, kami tidak bisa melakukan aktivitas kalau belum ada izinya,”katanya singkat saat diihubungi langsung dilokasi pelabuhan nusantara kota Parepare, kamis (25/9). 

Hal senada diungkapkan, Kepala BLHD Parepare, Amir Lolo, bahwa belum ada izin lingkungan keluar untuk membangun dermaga pelabuhan nusantara,”jadi baru tadi ada permohonannya, kami belum keluarkan izin karena dalam proses, kalau pihak Pelindo bersikeras membangun tanpa izin lingkungan maka pihak kami akan mengambil tindakan tegas,”katanya. Hanya saja, kata Amir Lolo, pihak PT Pelindo belum melanggar karena belum ada kegiatan atau aktivitas pembangunan sekarang ini,”betul ada material dilokasi pembangunan, bukan berarti pihak PT Pelindo harus membangun tanpa ada izinya,”katanya. 

Untuk izin lingkungan pembangunan dermaga di pelabuhan Nusantara ini, hanya butu izin UKL-UPL pasalnya, pembangunannya hanya mencapai 80 meter, kecuali, kata Amir, pembangunanya mencapai radius kurang lebih 600 meter persegi maka itu harus yang keluar adalah izin AMDAL bukan izin UKL-UPL tersebut.”Kami masih mengkaji dan turun kelapangan apakah layak diberi izin atau tidak, ini masih dalam proses mempelajari berkasnya,”katanya singkat. (smr)

Masyarakat Palang Mobil Kontainer Lewat Pemukiman Warga

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 24 September 2014 | 2:30 AM

Ka. PT. Pelindo Parepare, suhadi
Kabarsulawesi.com – Parepare : Masyarakat Cappa Ujung, kelurahan Ujung Sabbang, kecamatan Ujung, Kota Parepare, melarang mobil 12 roda pengangkut container, Selasa, (23/9) pukul 17.00 wita, setelah menyerunduk pohon milik warga setempat. Saat mobil container menyerunduk pohon dilokasi acara hajatan warga, sehingga langsung warga menghalangi mobil container lewati jalur tersebut. 

Warga mendesak pemerintah dan pihak PT Pelindo agar mobil container tidak lagi melewati pemukiman warga, kalau perlu dibuatkan jalur khusus yang jauh pemukiman warga. Arif salah satu warga dilokasi Cappa Ujung, menyesalkan sikap PT Pelindo tidak peduli terhadap kenyamanan warga, karena kehadiran mobil angkutan Container yang berkafasitas 40 hingga 50 ton ini, sejak 2 tahun lalu, sudah merugikan masyarakat.”Mestinya mobil container tidak lewat dipemukiman warga, perlu ada jalur khusus buat mobil container tersebut,”jelasnya. 

Arif menambahkan, dulu, pelabuhan Cappa Ujung merupakan pelabuhan penumpang, tapi diahlikan PT Pelindo ke Pelabuhan Nusantara wilayah malusetasi kelurahan Ujung, atau sekitar lokasi lapangan Andi Makkasau, jantung kota Parepare. Pindahnya kapal pelni penumpang di pelabuhan Nusantara, maka otomatis inkam pendapatan masyarakat di Cappa Ujung nihil, justru hanya keresahan yang didapatkan warga setelah pelabuhan Cappa Ujung menjadi pelabuhan cargo (barang).”jika pemerintah tidak menghindakan hal ini maka masyarakat akan mengambil sikap tegas,”jelasnya. 

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Hatta Halede, yang juga merupakan korban dari mobil container, dimana mobil miliknya rusak berat ditabrak pada subuh dini hari beberapa bulan lalu, walaupun perusahan dari milik container melakukan ganti rugi bukan berarti masalah ini selesai, tapi dikuatirkan ada lagi korban,”untung saja hanya harta kami dirusaki bagaimana kalau sudah manusia yang jadi korban, “jelasnya. 

Hatta berharap kepada PT Pelindo dan Pemerintah Kota Parepare agar segera melakukan langkah-langkah untuk memikirkan keberadaan mobil container ini, jangan ada korban jiwa barukita menyadarinya. Manager PT Pelindo Cabang Parepare, Suhadi berjanji akan berkordinasi dengan pihak perusahan pemilik mobil container untuk mencari solusinya agar tidak lagi lewat perkambungan warga,”jadi saya akan kordinasi dulu pihak pemilik perusahan untuk mencari solusinya ,”jelasnya. 

Pihak Pelindo, kata Suhadi, sudah memikirkan hal itu, agar mobil container tidak masuk lagi ke pemukiman warga yang selama ini masyarakat menggap meresahkan atau tidak nyaman atas adanya mobil container tersebut. Kabid darat Dishub, Rusli belum bisa berbuat banyak, dan bahkan berjanji akan turun kelokasi untuk melihat kondisinya,”jadi nanti saya lihat dulu dilapangan,”katanya singkat saat dihubungi via selulernya, kemarin, (smr)

Kekurangan Air 2 Ribu Pelanggan Baru PDAM Ditolak

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 23 September 2014 | 8:59 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Parepare terjadi krisis air hingga mencapai 80 perdetik diatas normal sekitar 160 perdetik di musim kemarau berkepanjangan ini. Kemampuan kapasitas debit air tidak mampu melayani pelanggan sekitar 18 ribu sekarang ini. Sehingga pihak PDAM Parepare terpaksa menolak pelanggan baru yang mencapai sekitar 2 ribu. 

“kami tolak sekarang pelanggan baru hingga mencapai 2 ribu pelanggan karena kemampuan debit air tidak bias melayani,”kata Plt Direktur PDAM Parepare, Fachruddin Andi Umar saat jumpa pers di café carlos, Selasa (23/9). 

Untuk itu, kata Fachruddin, pihak PDAM bersama pemeritah setempat melalui dinas PU kota Parepare mencari solusi permasalahan sehingga, pihak pemkot menganggarkan sekitar 6 miliar yang bersumber APBD 2014 untuk menambah debit air. 

Mengenai soal keruhnya air baik musim hujan maupun musim kemarau, itu karena tidak adanya endapan yang dimiliki PDAM sehingga tidak mampuh menjernikan air tersebut. Ditempat yang sama, Kadis PU Kota Parepare, Syamsuddin Taha, mengatakan, sekarang ini pemerintah setempat telah menyiapkan anggaran sekitar 6 miliar lebih pada APBD 2014. 

Anggaran ini untuk pembangunan dua sumur bord, apretin, pompa air dan sebagainya, sehingga bisa menambah debit air sekitar 40 liter perdetik,”jadi sekarang ini pihak pemeirntah sudah melakukan proses lelang, dan pecan depan akan direalisasikan,”katanya. Syamsuddin mengatakan, pemerintah juga berupaya untuk mencari sumber mata air bersih sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. (smr)

TNI Polri Temui Warga Tanggapi Aksi Demo Pemekaran Luteng

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 22 September 2014 | 8:48 PM

Kabarsulawesi.com – Walmas, Luwu : Warga Walenrang Lamasi (Walmas) terus menuntut pemekaran Kabupaten Luwu Tengah (Luteng). Masyarakat akan melakukan aksi demo besar-besaran, “memaksa” pihak DPR RI mempercepat pemekaran wilayah Luteng yang sudah 10 tahun mereka perjuangkan. 

Menanggapi aksi demo yang akan digelar menuntut pemekaran wilayah di Luwu, Kapolres Lluwu AKBP. Alan G, bersama komandan Brimob Baebunta di Kantor Polsek Walenrang saat dimintai tanggapan tentang pengamanan aksi demo, Alan menjelaskan, tidak ada yang dilarang untuk menyampaikan aspirasinya selama melalui prosedur atau mekanisme yang sudah ditentukan terutama bila melaksanakan demo tidak berbuat anarkis terutama melawan petugas. 

Hal itu diungkapkan Kapolres Luwu, mengantisipasi pengalaman aksi demo beberapa bulan yang lalu di daerah Walmas yang melukai beberapa petugas Brimob dirawat di Rumah sakit akibat di lempari bom molotov dan batu akhirnya petugas membalas dengan tembakan. Kapolres juga menjelaskan agar aksi demo yang diglar tidak menghalangi akses publik seperti jalan yang apa akhirnya bisa menghambat kepentingan masyarakat yang mendesak karena adanya kendaraan yang terhalang diakibatkan oleh pendemo. (jamal andua) 



Kriminal

Hankam

Sport

http://picasion.com
Layanan Masyarakat kabarsulawesi.com

Lalulintas

Pendidikan

Ekobistehno

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer