Home » » Bahaya Alkohol Bagi Janin

Bahaya Alkohol Bagi Janin

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 17 Maret 2010 | 1:38 AM

Kabar - Sulawesi - Negara, Yunani. Beberapa minggu lampau diberitakan di banyak media massa, sejumlah anak muda Bali yang minum arak meninggal dunia akibat arak oplosan. Korban-korban akibat miras dan minuman alkohol oplosan sering kali terjadi di negara kita. Juga kita sering melihat ada anak-anak yang dilahirkan dengan cacat wajah yang disebut fetal alcohol syndrome.

Prof. Zullies Ikawati Guru Besar dari Fakultas Farmasi UGM menulis sebuah buku yang berjudul Bahaya Alkohol dan Cara Mengatasi Kecanduannya. Dalam buku tersebut dia memaparkan berbagai bahaya alkohol bagi seluruh organ tubuh manusia.

Di bawah ini saya cuplikan isi buku Bahaya Alkohol pada bagian yang menulis bahaya alkohol bagi bayi yang sedang dikandung.

Alkohol atau etanol bersifat larut dalam air sehingga akan benar-benar mencapai setiap sel setelah dikonsumsi. Alkohol yang dikonsumsi akan diserap masuk melalui saluran pernafasan. Penyerapan terjadi setelah alkohol masuk kedalam lambung dan diserap oleh usus kecil. Hanya 5-15% yang diekskresikan secara langsung melalui paru-paru, keringat dan urin. Pernah dibuktikan bagaimana cepat dan mudahnya alkohol diserap oleh tubuh manusia.

Diadakan percobaan dalam suatu acara televisi yang disebut Braniac. Seorang melakukan sauna atau mandi uap dengan bahan air yang dicampur alkohol. Hanya dalam beberapa menit saja tubuh yang melakukan sauna sudah menyerap alkohol dengan kadar 0,5%. Alkohol mengalami metabolisme di ginjal, paru-paru dan otot, tetapi umumnya di hati, kira-kira 7 gram etanol per jam, dimana 1 gram etanol sama dengan 1 ml alkohol 100%. Timbulnya keadaan yang merugikan pada pengkonsumsi alkohol diakibatkan oleh alkohol itu sendiri ataupun hasil metabolismenya. Etanol mempunyai efek toksik pada tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung.

Alkohol sangat mudah terdistribusi masuk ke dalam saluran darah janin melalui darah ibunya dan dapat merusak sel-sel pada janin. Sel-sel utama yang menjadi target kerusakan adalah pada otak dan medula spinalis. Fetal alcohol syndrome (FAS) menggambarkan rentang efek alkohol terhadap janin hingga bayi yang dilahirkan mengalami kelainan fisik dan mental. Efeknya bervariasi dari ringan sampai sedang. Beberapa efek alkohol terhadap janin antara lain adalah :
• Bentuk wajah yang ganjil. Bayi mungkin akan memiliki kepala kecil, dengan muka datar, dan mata yang hanya bisa membuka sedikit. Dan keadaan ini makin kelihatan nyata ketika anak berusia 2-3 tahun
• Gangguan pertumbuhan. Anak yang terpapar alkohol saat masih dalam kandungan akan tumbuh lebih lambat daripada anak yang normal.
• Masalah belajar dan perilaku. Hal ini karena alcohol juga akan mempengaruhi fungsi otak anak.
• Cacat lahir. Selain dengan bentuk wajah ganjil, bayi mungkin akan mengalami kecacatan pada berbagai bagian tubuh. (Hartati Nurwijaya-www.kabarindonesia.com)

Air Minum yang Aman Tanpa Direbus
Di Indonesia lebih dari 100 juta orang tak memiliki akses terhadap air bersih. Ini masih dibarengi dengan tingginya penyakit diare yang menjadi urutan kedua dalam peringkat pembunuh utama anak balita.

Sebagian besar rumah tangga di Indonesia masih merebus air untuk memenuhi persediaan air minum. Sayangnya kebiasaan baik ini tidak menjamin air minum terlindungi dari kontaminasi ulang. Beberapa penelitian yang dilakukan di indonesia masih menemukan bakteri penyebab diare dalam air minum di lebih dari separuh rumah tangga yang merebus. Pengelolaan air minum cara lain adalah menggunakan Sodium Hypoclorite atau terkenal dengan nama Air RahMat ini membuat air aman diminum tanpa direbus dan melindungi air minum dari pencemaran ulang.

Untuk mengurai kesalahan konsepsi dan ketidakpercayaan terhadap Air RahMat dan teknologi pengelolaan lainnya, pihak produsen Aman Tirta bermitra dengan departemen Kesehatan untuk menyusun kebijakan PAMRT (Pengelolaan Air Minum di Rumah tangga) yang memakai penggunaan berbagai teknologi pengolahan air selain merebus. Air RahMat merupakan larutan yang dapat membunuh kuman sehingga air dapat diminum tanpa dimasak dan telah lulus uji Depkes. Air minum sehat untuk semua, caranya gampang: siapkan air jernih dalam wadah, teteskan air Rahmat sesuai takaran di air jernih, kocok hingga merata, diamkan selama 30 menit, kumannya pasti hilang.

Dengan komposisi 1,25% Sodium Hypoclorite, Depkes RI PKD 20502500647. Kebijakan ini menjadi pijakan awal penyususnan kebijakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang memasukan 5 pilar bebas BABS (Buang Air Besar Sembarangan), cuci tangan dengan sabun, pengelolaan air minum di rumah tangga, pengelolaan sampah dan limbah untuk menciptakan masyarakat yang sehat.

Dari data-data menunjukan bahwa merebus efektif untuk mengurangi jumlah e.coli di dalam air, kemungkinan besar air minum yang sudah diolah masih terkontaminasi e.coli karena: saat merebus tidak sampai mendidih apalagi ketika harga BBM naik masyarakat merebus sekedar untuk menjadi air hangat, membuka wadah untuk mendinginkan air, wadah penyimpanan tidak bersih, wadah penyimpanan bermulut lebar dan tak tertutup, penyajian air minum dengan menggunakan gayung atau langsung diciduk dengan menggunakan gelas dari wadahnya.

Program yang telah di jalankan sejak tahun 2005 sekarang telah berakhir pada awal tahun 2010, sekarang Depkes tengah mengaplikasi program ini keseluruh Indonesia serta diluncurkan jejaring PAMRT di Indonesia oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (Rachmad Yuliadi Nasir www.kabarindonesia.com)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer