Home » » BERITA UTAMA : Susno Minta KPK Selidiki Keterlibatan Jenderal Polri

BERITA UTAMA : Susno Minta KPK Selidiki Keterlibatan Jenderal Polri

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 18 Maret 2010 | 11:54 PM

Kabar Sulawesi – Jakarta : Komjen Pol Susno Duadji menilai pembentukan tim khusus untuk menyelidiki markus ditubuh Polri tidak tepat. Susno berharap agar kasus korupsi yang melibatkan pegawai pajak senilai Rp 25 Miliar tersebut diusut oleh lembaga yang lebih kompeten."Kalau ditangani irwasum mana kelar kasusnya. Seharusnya KPK atau Kejaksaan," kata Susno saat dihubungi wartawan, Rabu (17/3/2010).

Menurut Susno, kasus korupsi yang dilakukan oleh sejumlah jenderal tersebut bukan lagi kasus pelanggaran disiplin. Namun sudah termasuk kategori tindak pidana kriminal. "Masalahnya kan masalah suap, masalah kriminal. Bukan urusan Irwasum, bukan urusan Wakapolri. Ya kalau fungsinya saja sudah salah, bagaimana hasilnya mau bagus?" ujar Susno.

"Suap itu kriminal, itu korupsi. Yang nanganin ya tinggal minta bantuan KPK, atau penyidik Kejaksaan atau penyidik Bareskrim," lanjutnya.

Susno menambahkan, kalau kasus tersebut bukan merupakan delik aduan sehingga bisa langsung dilakukan penyelidikan. Oleh karenanya, Susno berharap agar para oknum tersebut segera ditangkap.
"Yang nyidik bukan propam bukan Irwasum, apalagi binkum. Kalau itu yang menyidik, akhir-akhirnya pelanggaran profesi. Ini suap, korupsi. Ditangkap dong, tahan, jebloskan ke sel," pungkas Susno. (liputan6-yahoo)

Susno Ungkap Sejumlah Markus di Mabes Polri

Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jendral Polisi Susno Duadji memilih mendatangi kantor Satgas Pemberantasan Mafia Hukum daripada memenuhi panggilan Divisi Propam Mabes Polri, Kamis (18/3) [baca: Susno Tak Penuhi Panggilan propam Polri]. Susno juga mengungkap sejumlah petinggi Polri yang diduga menjadi makelar kasus alias markus dalam korupsi perpajakan senilai Rp 25 milyar.

Sebelum menemui Satgas Pemberasantasan Mafia Hukum, Susno sempat menggelar jumpa pers di sebuah restoran di Jakarta. Kepada para wartawan, ia mengulang kembali pernyataannya soal dugaan korupsi dan markus di tubuh Mabes Polri. Bahkan, ia juga menyebutkan sejumlah nama.

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum berjanji menindaklanjuti laporan Susno tersebut.(PAG/SHA-liputan6.com-yahoo)

Buyung: Susno Tak Perlu Takut, Langsung Sebut Nama Saja 

Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji sudah menyebut beberapa inisial mafia hukum di tubuh Polri. Mantan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution pun meminta Susno agar langsung saja menyebut nama mafia tersebut. "Susno tidak perlu takut. Langsung sebut nama saja," kata Buyung di Ary Suta Centre, Jl Prapanca, Jakarta, Kamis 918/3/2010).

Buyung sendiri menyambut baik sikap Susno. Buyung pun mendukung Susno agar bisa membongkar mafia hukum yang ada di tubuh Polri. "Susno jangan ragu dan bimbang. Kalau diserang bongkar semua. Sekarang gitu modelnya. Kalau dibongkar, kita dicari-cari kesalahannya," ungkapnya.

Susno Tolak Diperiksa Propam Polri

Mabes Polri berang karena mantan Kabareskrim Komjen Polisi Susno Duadji tidak memenuhi panggilan divisi Profesi dan Pengamanan atau Propam Mabes Polri.

Seperti direncanakan sebelumnya, Susno seharusnya menjalani pemeriksa Propam Kamis (18/3), terkait pernyataannya tentang makelar kasus yang melibatkan petinggi Mabes Polri. Bukannya datang memenuhi panggilan Propam, Susno justru menggelar jumpa pers, kemudian memenuhi panggian Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Kepada wartawan Susno tegas menolak dipanggil Propam. Menurutnya, kasus yang ia ungkap ini adalah kasus korupsi, sehingga bukan wilayah Propam tetapi wilayah Bareskrim (Badan Reserse dan Kriminal).

"Ini kan bukan masalah tahanan lari atau tahanan masuk angin, tapi ini tindakan korupsi, masak Propram yang menangani," ujar Susno saat jumpa pers di sebuah restoran di kawasan Jalan Sabang, Jakarta.

Sebaliknya, Mabes Polri menilai mangkirnya Susno menunjukkan mantan Kabareskrim itu tidak serius dengan pernyataannya. "Jika ingin benar-benar ingin memberantas markus, seharusnya Susno datang dan memberikan keterangan serta data-data yang kita (Polri) butuhkan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang [baca: Susno Tak Penuhi Panggilan Propam Polri].Susno sendiri menyatakan siap datang ke Mabes Polri jika yang memeriksa adalah Bareskrim. Ia juga berharap apa yang ia ungkapkan ditindak lanjuti oleh penyidik KPK atau kejaksaan Agung.(mla. Liputan 6.yahoonews)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer