Home » » Aksi damai sensor Jupe

Aksi damai sensor Jupe

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 11 April 2010 | 1:23 AM


Kabar Sulawesi (April 9, 2010 by pemiluindonesia.com) : Kontroversi  seputar rencana pencalonan Julia Perez sebagai Bupati/Wakil Bupati Pacitan kian merebak. Penolakan datang dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya kaum hawa. Salah satunya ditunjukkan belasan aktivis Aliansi Perempuan Pacitan (APP) yang menggelar aksi damai di perempatan Penceng Jalan Jenderal Sudirman, Rabu(7/4) sore.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 itu pun menjadi perhatian masyarakat yang melewati jalan di pusat Kota Pacitan ini. Para aktivitas itu membawa belasan gambar Julia Perez alias Jupe yang dibingkai bambu dengan berbagai pose. Hampir semuanya dengan pose menantang. Hanya, pada bagian tubuh tertentu di gambar itu ditutup kertas putih bertuliskan sensor.

Mereka juga menggelar kain panjang warna putih di pinggir taman perempatan Penceng. Para aktivis mempersilakan warga yang menolak Jupe untuk membubuhkan tanda tangannya di kain itu. Sebagian aktivis juga membagikan selebaran alasan penolakan Jupe pada para pengendara di perempatan Penceng.
Secara bergantian, mereka berorasi melalui sound system yang diangkut mobil pikap di trotoar jalan. Dalam orasinya, APP meminta masyarakat berpikir jernih dan cerdas mengenai pencalonan Jupe. Terlebih, tidak sedikit putera Pacitan yang sukses sebagai birokrat, politisi, pengusaha dan sebagainya. Bahkan, salah satu putera daerah, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI dua periode.

Di saat asyik berorasi, tiba-tiba ada salah seorang bapak yang mencoba membuka tulisan sensor pada salah satu poster Jupe.”Maaf, jangan dibuka pak. Mata kita biar selamat,’’seru Siti, salah satu aktivis APP, melalui pengeras suara.

Selain menyerukan tentang moral, aktivis juga mengemukakan isu lainnya. Di antaranya, pentingnya calon benar-benar putra daerah yang cerdas dan mempunyai pengalaman, khususnya dalam hal pemerintahan. Sebab, Kota 1001 Goa (sebutan Pacitan), butuh seorang calon pemimpin yang lebih dari sekadar figur. Tetapi ke depan harus lebih bisa memajukan daerah.”Sekali lagi, masih banyak orang-orang Pacitan yang berpengalaman dan mumpuni,’’seru Siti.

Koordinator APP Ririn Subianti mengatakan bukti tidak mampunya calon pemimpin bisa dilihat dari pribadinya. Seperti sikap, perkataan, cara berpakaian dan sebagainya.”Jika pihak-pihak yang bersangkutan tidak merespon aksi ini, kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar,”ancam Ririn.

Terkait hak Jupe sebagai warga negara, Ririn memahaminya. Namun,untuk jadi kepala daerah di Pacitan, dia minta dibatalkan. Sebab, Pacitan membutuhkan calon pemimpin yang berpengalaman, profesional serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Selain itu,calon pemimpin harus membuktikan mampu memimpin dirinya sendiri, dengan menampilkan bagian-bagian tubuh yang seharusnya ditutup.”Kalau ingin mencalonkan bupati/wakil bupati, lebih baik di daerah lain saja,”pintanya.
Sumber : radar.Seputar Jatim NEWS
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer