Home » » Figur Ketum Partai Demokrat : Siapa Sosok Juru Kunci Dinasti SB Yudhoyono ?

Figur Ketum Partai Demokrat : Siapa Sosok Juru Kunci Dinasti SB Yudhoyono ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 29 April 2010 | 2:26 PM


Kabar Sulawesi - Kongres ke- 11 Partai Demokrat bulan Mei mendatang di Bantung, semakin menghangat. Figur terbaik dari kadernya, mulai unjuk kekuatan, ibarat sebuah perhelatan dalam Pemilu, mereka saling mengklaim pendukungnya. Lalu siapa figur yang pantas memegang kunci Partai Demokrat yang disebut-sebut sebagai juru kunci Dinasti SB Yudhoyono ? Konon Orang nomor satu di Republik ini telah menunjuk orang, tentunya tidak lain adalah orang dalam. Lalu siapa ?

Meski gerakannya terdengar lebih kencang dibanding dengan beberapa calon ketum Demokrat lainnya, nama Andi Malarangeng (AM) ternyata paling banyak menerima resistensi dari berbagai kalangan. Mulai dari internal PD, pengamat politik hingga orang luar Demokrat.
 Langkah AM dikalangan petinggi PD sendiri ternyata terus mengundang tanda tanya. Pasalnya, bekas juru bicara Presiden SBY tersebut bukan kader asli partai berlambang bintang mercy tersebut. Sebelum bergabung dengan SBY, Andi pernah mendirikan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Perasaan tersebut ternyata juga dialami, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana.
 “Kata orang begitu, kenapa ujug-ujug maju. (Saya) pasti merasakan,” kata vokalis PD tersebut kepada Indonesia Monitor.
 Selain itu, anggota Komisi VII DPR ini juga menilai, Andi Mallarangeng bergabung dengan Partai Demokrat karena bukan alasan murni ingin menjadi seorang kader. Tapi, lanjutnya, karena setelah menjadi juru bicara presiden, ia diminta langsung SBY untuk membesarkan partai.
 “Dia hanya salah satu ketua departemen waktu itu. Bukan pengurus harian,” imbuhnya.
 Bahkan, sosok AM dimata politisi PBB Ali Mochtar Ngabalin, tidak lebih dari politis yang tidak konsisten dengan ucapannya. Menurutnya, saat pilpres kemarin, Andi menyebutkan bahwa orang Bugis belum waktunya menjadi Presiden Indonesia.
 “Andi menjilat ludahnya sendiri. Sekarang kalimat itu bisa dikembalikan ke Andi. Belum saatnya orang Bugis menjadi ketua Umum Demokrat. Ambisinya kan ujung-ujungnya mengincar kursi capres nantinya,” kata Ali.

 Ali melihat tidak konsistenan tersebut akan dinilai oleh masyarakat bahwa bekas juru bicara presiden tersebut tidak layak menjadi pengganti Hadi Utomo.

 “Biar masyarakat menilai, siapa yang sebenarnya yang tidak layak untuk memimpin, meski konteksnya berbeda. Bagaimana mungkin bisa jadi pemimpin, jika dia tidak punya harga diri. Seorang pemimpin harus punya karakter,” tandas bekas Tim Sukses Jk-Wiranto ini.
 Tidak hanya itu, pengamat politik dari Charta Politica Yulianto Wijaya menilai, pidato AM pada saat deklarasi sebagai ketum Demokrat, sangat jelas menyiratkan ambisinya untuk mengejar target masuk bursa capres.

 “DPC dan DPD Partai Demokrat harus mencermati pidato Andi kemarin. Ada keinginan Andi untuk menjadi capres, itu jelas terlihat sekali. Posisi Demokrat 1 hanya batu loncatan,” kata Yulianto.
 Pada bagian lain, Yulianto juga mengatakan, pernyataan bekas Juru Bicara SBY tersebut bahwa orang Bugis belum layak menjadi presiden pada saat Pemilihan Presiden 2009 lalu akan menjadi boomerang pada dirinya sendiri.

 “Apa yang diakatakan Andi soal JK (Jusuf Kalla), juga akan dinilai oleh masyarakat, termasuk oleh pengurus DPD dan DPC Demokrat. Masyarakat akan menilai kembali pernyataan kontroversial Andi tersebut. Apalagi dia pantas menjadi calon Ketum Partai Demokrat,” tandasnya.

 Dari historisnya, di antara kandidat ketua umum Partai Demokrat, hanya AM yang sebelumnya pernah memiliki partai politik. Sebelum bergabung dengan Presiden SBY pada tahun 2004, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga itu mendirikan Partai Demokrasi Kebangsaan bersama pakar ilmu pemerintahah Ryas Rasyid.

 Pengamat politik Universitas Nasional Alfan Alfian mengatakan hal tersebut akan menjadi catatan bagi kader Demokrat pada kongres mendatang di Bandung. Alfan menambahkan, kader idealis Partai Demokrat tentu akan melihat sejauh mana loyalitas dan integritas kandidat.
 “Dalam berpartai, loyalitas dan integritas, tidak main-main. Siapa calon ketum Demokrat yang akan dinilai integritas, loyal dan kapabel, tentu saja semua sudah bisa menilai,” katanya. 

 Sebaliknya, lanjut Direktur Akbar Tanjung Institut ini, kader pragmatis tidak akan mempersoalkan masa lalu kandidat, termasuk masa lalu Andi Mallarangeng yang pernah mendirikan partai yang kemudian gagal tersebut.

 Berdasarkan pengamatannya, wacana soal masa lalu Andi Mallarangeng tersebut mulai beredar di kalangan DPC dan DPD Partai Demokrat. Karenanya, ia menyarankan agar Tim Kampanye Andi bisa mengelola dan menepis isu tersebut.

 Soalnya, lanjutnya, Andi tidak cukup hanya bermodalkan dekat dengan SBY dan Ani Yudhoyono untuk merebut Demokrat-1. “Apabila ukuran dekat SBY dan Bu Ani (jadi modal), merupakan suatu hal yang aneh, termasuk bagi orang luar partai,” tandasnya.

 Sementara, dari segi kapabilitas, Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia menilai AM sebagai figur yang tidak memiliki gagasan dan ide-ide baru.

 “Andi hanya menonjol dari luar saja, tapi tidak  memiliki substansi yangberarti. Dukungan uang dan Fox Indonesia dibaliknya tidak ada apa-apanya, sebagai anggota DPR saja dia sudah gagal, bagaimana dengan memimpin sebuah partai,” cetusnya.

 Thamrin menilai sikap Andi yang bak selebritis akan merugikan Partai Demokrat ke depan. Andi juga tercatat tidak pernah memimpin organisasi internal maupun eksternal kampus.
 “Pemimpin Demokrat itu harus matang, memiliki agenda yang jelas, visioner dan piawai memimpin organisasi. Andi kurang pas karena pengalaman organisasinya nol besar,” paparnya.

 Sementara muncul banyak calon ketum Partai Demokrat membuat suasana menjelang kongres semakin panas. Aroma manuver-manuver tidak sehat mulai terjadi.

 Dugaan “manuver tak sedap” ini disampaikan calon kontestan ketua umum PD Marzuki Alie serta beberapa pimpinan dewan pengurus cabang dan dewan pengurus daerah PD. Misalnya, pelarangan terhadap beberapa anggota DPC dan DPD PD untuk hadir pada acara silaturahmi yang digelar Marzuki, yang juga Ketua DPR RI, Senin (29/3) di Jakarta.

 Beberapa DPD tersebut adalah DPD Bali, Banten, DKI, dan Jawa Barat. Keempat DPD tersebut absen pada acara silaturahmi tersebut. “Saya ingatkan kepada ketuanya, marilah kita membangun demokrasi yang baik. Saya sendiri mengizinkan para pendukung saya untuk hadir di acara deklarasi dan silaturahmi siapa pun,” ketus Marzuki.

 “(Kader) Bali tadi hadir di sini. Tapi mungkin dia disuruh pulang. Ada satu orang dari Jabar yang datang di sini, tapi mungkin dia salah satu yang mbalelo,” tambahnya.

 Mantan Sekretaris Jenderal PD itu juga mengaku menerima pesan singkat dari sejumlah kader bahwa mereka tengah dikarantina oleh calon tertentu sehingga tidak bisa hadir pada acara silaturahmi. “Saya katakan, yang dikarantina itu adalah yang berkaki empat,” sindir Marzuki.
Meski sudah dua kali bersilaturahmi dengan seluruh Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat se-Jawa Timur, dukungan terhadap calon ketua umum Andi Mallarangeng ternyata belum bulat. Hal ini setidaknya terlihat ketika tim pemenangan Andi menggelar silaturahmi di Hotel Majapahit Surabaya siang tadi (17/4). Sebelumnya Andi memang pernah menggelar acara serupa di Malang beberapa waktu lalu.

Dalam acara di Hotel Majapahit itu, dari 38 Dewan Pimpinan Cabang yang ada, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur Ibnu Hadjar mengklaim 30 Dewan Pimpinan Cabag hadir dan memberikan dukungan kepada Andi. Dewan Pimpinan Cabang yang tidak hadir, menurut Ibnu, hanya Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Bondowoso, Sidoarjo, Lumajang, Jember, Probolinggo, Gresik, Nganjuk dan Banyuwangi.
“Yang tanpa keterangan (ketidak hadiran tanpa keterangan) hanya Jember dan Kabupaten Probolinggo, sedangkan sisanya kemungkinan masih dalam perjalanan,” kata Ibnu, ketika membuka acara silaturahmi.

Dalam acara itu, selain Andi, tampak hadir putra Susilo Bambang Yudhoyono, Eddie Baskoro Yudhoyono, Ketua Tim Pemenangan Nahrawi Ramli (sekaligus ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Jakarta), serta beberapa pengurus Dewan Pimpinan Pusat di antaranya Ramadhan Pohan, Radityo Gambiro, serta beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Demokrat lainnya.

Entah untuk memastikan kehadiran atau untuk menguji loyalitas para ketua Dewan Pimpinan Cabang Demokrat se-Jawa Timur, dalam acara itu, Ibas (panggilan Eddie Baskoro) membacakan sendiri absensi kehadiran ketua Dewan Pimpinn Cabang. Dan ternyata, setelah diabsen oleh Ibas, banyak ketua Dewan Pimpinan Cabang yang ternyata tidak hadir melainkan hanya mewakilkan kehadiran kepada pengurus lainnya.

Meski tampak kecewa atas ketidakhadiran beberapa ketua Dewan Pimpinan Cabang, Ibas tetap yakin seluruh Dewan Pimpinan Cabang di Jawa Timur mendukung Andi dalam Kongres Demokrat 21-23 Mei 2010 mendatang. Kekecewaan Ibas ini misalnya terllihat ketika membacakan absensi untuk Ketua Dewan Pimpinan Cabang Tulungagung. “Mana ketua DPC Tulungagung?” tanya ibas.

Ketika mendapati ternyata Dewan Pimpinan Cabang Tulungagung mewakilkan kehadiran kepada salah satu wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang, Ibas langsung meminta perwakilan dari Tulungagung itu mengirimkan pesan kepada Ketuanya untuk mendukung AM. “Tolong sampaikan pesan saya kepada ketua anda juga ketua DPC lainnya yang tidak hadir, kembalilah ke jalan yang benar,” kata Ibas.

Kekecewaan Ibas ini setidaknya juga tampak karena dari klaim ketua DPD Demokrat Jawa Timur jika acara itu dihadiri oleh 30 Dewan Pimpinan Cabang, ternyata beberapa Dewan Pimpinan Cabang yang dikatakan hadir malah tidak hadir di antaranya adalah Dewan Pimpinan Cabang Kota dan Kabupaten Madiun, Pamekasan, serta Kota Blitar. Mengetahui ketidakhadiran ini, Ibas secara spontan langsung meminta Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Jawa Timur mencatatnya. “Yang tidak hadir ini perlu dicatat,” kata dia.

Sementara itu, dalam acara itu, Ibas berpesan kepada seluruh Dewan Pimpinan Cabang untuk tidak ragu memberikan dukungan kepada Andi. “Jatim harus solid. Bukan hanya Mas Anas (Anas Urbaningrum) yang lahir di Jatim, tapi SBY juga lahir dari Jatim. Karenanya kita wajib memenangkan AM,” terang dia.

Andi Mallarangeng mengatakan dukungan terhadap dirinya untuk maju dalam pencalonan ketua umum Partai Demokrat terus mengalir dari berbagai daerah, termasuk dari Jawa Tengah.

“Dukungan luar biasa, cukup positif. Hari ini di Jawa Tengah, sebelumnya di Jogja,” kata dia usai menggelar pertemuan dengan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat se-Jawa Tengah di Magelang, Minggu (5/4) malam.

Andi mengatakan penggalangan dukungan pimpinan partai di daerah akan terus dilanjutkan. Setelah melakukan pertemuan pimpinan partai di Jawa Tengah dan Yogyakarta, kata dia, penggalangan dukungan akan dilanjutkan ke Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara hingga Papua. “Insya Allah, akan kami menangkan,” kata dia.

Andi optimistis pencalonan ini mendapat restu dari “Cikeas”. Pengalaman mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono selama enam tahun dianggap cukup menjadi modal meraih kemenangan dalam pencalonan ketua umum Partai Demokrat. “Saya bisa mengerti betul, apa yang menjadi pikiran beliau (SBY) tentang Indonesia dan Partai Demokrat,” kata dia.

Ketua Partai Demokrat Kota Magelang Hasan Suryo Yudho mengatakan ada 27 dari 35 pimpinan partai tingkat kota dan kabupaten di Jawa Tengah yang hadir dalam pertemuan itu. Namun demikian, pertemuan itu belum menghasilkan dukungan resmi terhadap pencalonan Andi Mallarangeng sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Menurut dia, masih ada waktu dua bulan hingga kongres partai Mei mendatang untuk menimbang dan menyeleksi calon-calon yang diusulkan. “Masih pilih-pilih,” kata dia.

Dia mengatakan, selain Andi, calon kandidat yang diperkirakan kuat meraup dukungan dalam pencalonan adalah Anas Urbaningrum. Keduanya dianggap cukup mewakili sebagai figur calon muda, santun dan berkualitas. “(Pengurus) Demokrat Magelang sendiri (pertimbangannya) ya dua itu,” kata dia.

Partai Demokrat Balikpapan, Kalimantan Timur, hanya memilih figur pimpinan yang mampu menampilkan jati diri partai pada pemilihan umum mendatang. Sebagai partai pemerintah, Demokrat harus mampu makin memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Ini saatnya makin besar dan merebut kepercayaan masyarakat,” kata Wakil Ketua Partai Demokrat Balikpapan, Wahyu Hartono, SAbtu (17/4).

Wahyu mengatakan, Demokrat butuh figur pemimpin yang mampu melanjutkan tongkat komando kepemimpinan partai dari para pendiri terdahulu. Menurutnya, saat ini sudah saatnya Demokrat menunjukkan jati dirinya sebagai partai jadi harapan seluruh masyarakat.  “Sudah saatnya Demokrat menampilkan jati dirinya sebagai partai rakyat,” ujarnya.

Sehubungan itu, Wahyu mengatakan pengurus Balikpapan akan memilih figur Ketua Umum Demokrat yang muda namun dipercaya membawa kemajuan partai. Dia menaruh rasa hormat pada tiga kader yang mengajukan diri yaitu Andi Mallarangeng, Anas Purbaningrum dan Marzuki Alie.

Dari tiga calon ini, baru Andi Mallarangeng berkampanye di Balikpapan. Dia mengundang seluruh perwakilan Demokrat se-Kalimantan untuk mendengarkan visi dan misinya di Balikpapan.

Sehubungan kampanye Andi Mallarangeng ini, Wahyu mengatakan, DPC Demokrat Balikpapan belum menentukan pilihannya. Pengurus Balikpapan masih menunggu koordinasi dengan DPD Demokrat Kalimantan Timur.

“Karena hirarki pengurusan di Demokrat seperti itu, kami harus berkoordinasi dahulu dengan pengurus DPD Kalimantan Timur,” paparnya.

Di samping itu, Wahyu mengaku menunggu visi misi figur calon Ketua Umum Demokrat lainnya yaitu Marzuki Alie dan Anas Purbaningrum dalam memimpin partai ke depan, keduanya sudah menyatakan ikut maju dalam pemilihan Ketua Umum Demokrat pada Kongres Nasional Mei mendatang.

“Kami juga harus tahu dahulu visi misi calon ketua umum yang lain,” paparnya. DPC Demokrat Balikpapan, tambah Wahyu, akan menentukan pilihannya satu hari jelang pelaksanaan Kongres Demokrat. Pengurus Balikpapan akan mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat dan pengurus.

Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng akan mendukung dana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia. Ini merupakan visi misi dan janji politiknya bila terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Andi Mallarangeng berjanji akan mem-backup penuh seluruh dana kampanye pilkada di daerah saat terpilih nantinya,” kata Wakil Ketua Demokrat Balikpapan, Wahyu Hartono, Senin (12/4).

Wahyu mengatakan Andi melakukan road show sehubungan kampanyenya jadi ketua umum Demokrat di Kota Balikpapan. Dalam kampanye politik ini dihadiri seluruh perwakilan DPD dan DPC Demokrat di seluruh Kalimantan. “Masing-masing pengurus Demokrat Kalimantan mengirimkan perwakilannya,” katanya.

Selain berjanji membantu dana kampanye, Wahyu mengatakan Andi berjanji akan menurunkan tim kampanyenya dalam pemenangan pilkada seluruh Indonesia.

Pada masa kepemimpinannya, Andi berjanji akan memenangkan 20 hingga 30 persen penyelenggaraan pilkada di Indonesia. “Sebelumnya kepala daerah didukung Demokrat yang menang hanya 10 persen saja. Ini akan ditingkatkan,” paparnya.

Sehubungan kampanye Andi Mallarangeng ini, Wahyu mengatakan DPC Demokrat Balikpapan belum menentukan pilihannya. Pengurus Balikpapan masih menunggu koordinasi dengan DPD Demokrat Kalimantan Timur.

“Karena hierarki pengurusan di Demokrat seperti itu, kami harus berkoordinasi dahulu dengan pengurus DPD Kalimantan Timur,” paparnya.

Di samping itu, Wahyu mengaku menunggu visi misi figur calon Ketua Umum Demokrat lainnya, yaitu Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum dalam memimpin partai ke depan. Keduanya sudah menyatakan ikut maju dalam pemilihan Ketua Umum Demokrat pada Kongres Nasional Mei mendatang. “Kami juga harus tahu dahulu visi misi calon Ketua Umum yang lain,” paparnya.

DPC Balikpapan, kata Wahyu, akan menentukan pilihannya satu hari jelang pelaksanaan kongres Demokrat. Pengurus Balikpapan, menurutnya, mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat dan pengurus.
 
Sebanyak 72 persen Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat seluruh Indonesia akan memberikan dukungannya terhadap Andi Mallarangeng dalam kongres partai tersebut 21-23 Mei 2010 mendatang. “Mereka telah memberikan pernyataan dukungan secara tertulis,” kata Ketua Tim Pemenangan Andi Mallarangeng, Nahrowi Romli, ketika menggelar silaturahmi dengan DPC Partai Demokrat seluruh Jawa Timur di Hotel Majapahit Surabaya siang tadi (17/4).

Nahrowi yang juga ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta itu menjelaskan, untuk lebih menyolidkan dukungan, pihaknya telah melakukan silaturahmi dengan para ketua DPC tersebut.

Acara silaturahmi telah dilakukan di sejumlah daerah di Sulawesi, seperti Makasar, Manado. Demikian daerah-daerah di Pulau Jawa, mulai dari Banten, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Adapun daerah lainnya adalah Lampung, Palembang, dan Balik Papan, serta. “Setelah hari ini di Surabaya, besok akan kita gelar acara serupa di Bali,” ujar Nahrowi.

Di tempat yang sama, Andi Mallarangeng optimistis akan memenangkan perebutan kursi ketua umum dalam konggres tersebut. “Setelah mendengarkan paparan visi dan misi saya, saya yakin mereka mendukung saya,” kata Andi.

Menurut Andi, Partai Demokrat ke depan membutuhkan figur yang mampu menjadikan partai lebih besar dan lebih kokoh. “Sesuai hasil Pemilu 2009 lalu kita sudah besar, tapi tidak cukup kuat untuk menahan badai, sehingga ke depan saya berjanji membuat partai ini lebih besar lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, Edie Baskoro tidak akan mendukungnya jika dirinya bukanlah sosok yang baik. “Seluruh calon adalah kader baik, tapi Saudara Edie pasti mendukung sosok yang paling baik dari yang baik-baik,” kata Andi.

Mengenai sindiran beberapa tokoh yang menyayangkan keberpihakan Ibas kepadanya, Andi menilai keberpihakan yang dilakukan Ibas merupakan keharusan. “Saudara Edie kader terbaik dan pantas dia punya hak untuk menyatakan pendapat. Malah tidak demokratis kalau melarang seseorang memberikan dukungan.”

Ibas juga mengatakan, dukungannya terhadap Andi Mallarangeng bertujuan untuk membesarkan partai. Ibas tidak menampik calon-calon lainnya juga merupakan kader yang baik, tapi dukungan harus diberikan kepada kader yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu Ibas sempat menyindir klaim pendukung Anas Urbaningrum yang menyatakan kader Partai Demokrat Jawa Timur akan memberikan dukungan terhadap Anas karena Anas berlatar belakang dan berasal dari Jawa Timur. “Bukan hanya Mas Anas yang lahir di Jawa Timur. Pak SBY juga lahir dari Jawa Timur. Maka kita harus solid dan wajib memenangkan Andi Mallarangeng,” ucapnya.

Dukungan terhadap pencalonan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai Demokrat terus bergulir. Seperti yang dikatakan Angelina Sondakh, lebih dari 159 dewan pengurus cabang se-Indonesia telah menyatakan mendukung Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR itu.

Salah satu dukungan dari DPP Partai Demokrat Aceh, saat berbincang-bincang dengan tvOne, Minggu 18 April 2010, Ketua DPP Aceh Mawardy Nurdin menyatakan, alasan mengapa mendukung Anas ketimbang tiga calon lainnya.

“Diantara tiga nama calon, saya melihat Anas lebih potensi,” ujar Mawardy Nurdin.

Mawardy memiliki alasan mengapa harus Anas yang didukung, pertama Anas pernah memimpin organisasi (Ketua HMI), kedua Anas dinilai matang dalam berpolitik, profesional dan ketiga secara pribadi Anas bersih, jujur dan juga santun.

Hal lain mengapa harus Anas yang menjadi pilihan DPP Aceh, menurutnya Anas adalah calon ketua umum yang mirip sekali dengan sosok Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain Anas, nama lain yang juga mendapat dukungan kuat adalah Andi Mallarangeng, dia mengklaim mendapat dukungan dari 30 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sedikitnya di 10 provinsi menyatakan dukungan terhadap Andi Mallarangeng. Artinya 70% langkah Andi menuju Demokrat satu.

Sementara dari tiga nama calon, hanya Marzuki Alie yang belum mendeklarasikan untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat. Kubunya tidaklah ingin terburu-buru.

Meski demikian, Marzuki dikabarkan mendapat dukungan signifikan dari 264 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai.

Tim sukses kemenangan Anas Urbaningrum tidak ingin terpengaruh oleh berbagai manuver yang dilancarkan kubu Andi Mallarangeng.

“Kami memang tidak melakukan manuver signifikan, karena kubu Anas tidak memanas. Kami tetap cool,” ujar Ketua Tim Sukses Anas, Achmad Mubarok, ketika berbincang santai dengan VIVAnews, Minggu, 18 April 2010.


Ia bahkan tetap optimis dengan peluang Anas dalam bursa calon ketua umum Demokrat. “Karena saya yakin Pak SBY jelas tidak berpihak,” ujar Mubarok.
Jadi, imbuhnya, dukungan dari siapapun bagi kubu manapun, merupakan bentuk hak politik individu. “Kalau kubu Andi sekarang berada di atas angin, kami berada di atas DPC,” ujar Mubarok setengah berkelakar.

Mubarak kembali menegaskan, timnya memilih bersikap santai dan tidak khawatir dengan dukungan elit Demokrat yang mangalir deras ke kubu Andi.

“Selama ini, Anas memilih bersikap santai karena mengedepankan soft power, bukan kekuatan. Kami tidak mau sombong. Kami ingin menyentuh hati dengan semangat kebersamaan dan kesantunan,” kata Mubarok lagi.

Sikap santun itulah yang dinilai Mubarok tampak kental pada diri Anas. “Ia santun, nasionalis, dan sejarahnya bagus,” tambah Mubarok.

Sejarah Anas sebagai Ketua Umum PB HMI, memberi andil besar bagi kemampuan kepemimpinan Anas. Selain itu, Anas merupakan menantu dari Kyai Besar NU, sehingga ia dianggap benar-benar memahami kultur politik dan berorganisasi.

Selain juga Anas dikenal sebagai politisi yang santun. “Santun itu berbeda dengan tegas. Santun artinya berhati-hati dan tidak terburu-buru. Kalau tegas jodohnya adalah ngawur dan terburu-buru,” tandas Mubarok.

Sebelumnya, tim sukses Andi menyatakan bahwa Demokrat membutuhkan kepemimpinan yang santun tapi tegas, bukan santun tapi lembek.

Tim sukses Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan, menyatakan sosok Andi sangat menyerupai SBY. “Dialah figur yang tipikal SBY. Andi itu correct, tau aturan, santun, tegas, dan berkarakter. Yang terpenting, ia juga kharismatis,” kata Ramadhan kepada VIVAnews.

Ramadhan menceritakan, berkali-kali berkunjung ke berbagai daerah selaku kapasitasnya sebagai Menpora maupun Calon Ketua Umum Demokrat, Andi selalu dikenali dan disambut meriah oleh masyarakat setempat. Hal itu mengingatkannya pada sosok SBY yang juga mengalami perlakuan serupa. Oleh karena itu, ia yakin di bawah kharisma Andi, Demokrat akan menjadi partai juara pada Pemilu 2014 dengan mengantongi pencapaian suara 30 persen.

Namun keyakinan itu diragukan oleh Yudi Latif, pengamat politik Reform Institute. Yudi menegaskan, popularitas dan kharisma Andi belumlah sekaliber SBY. “Jauh panggang dari api,” kata Yudi di sela-sela sebuah acara di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu 18 April 2010.

“Berdasarkan sejumlah survei yang dilakukan oleh Reform Institute, Andi tak pernah masuk dalam kategori figur muda yang paling populer di mata publik,” ujar Yudi. Ia juga tak yakin, jabatan Menpora yang belum lama ini dipegang Andi, telah meroketkan popularitas dan kewibawaan pria asal Makassar itu dalam waktu singkat. “Justru Anas yang selalu masuk dalam daftar figur muda populer,” kata Yudi.

Apapun, Yudi mengungkapkan, popularitas seorang Caketum Demokrat dapat dilihat dari berbagai segi. Pertama, akseptabilitas (tingkat penerimaan) konstituen Demokrat di basis figur itu sendiri. Kedua, akseptabilitas kader Demokrat di luar basisnya. Ketiga, akseptabilitas publik dan masyarakat umum di luar Demokrat.

Pertarungan calon Ketua Umum Demokrat kian memanas. Meski restu Cikeas bukanlah segalanya, bagi kubu Andi Mallarangeng dukungan dari putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), terbilang cukup signifikan dalam meraup dukungan DPC-DPC.

Sekretaris Tim Sukses Andi, Ramadhan Pohan kembali menegaskan, bahwa pidato dan orasi Ibas dalam kampanye Andi menimbulkan keyakinan kuat dikalangan ketua DPC.

“Namun, Ibas bukan satu-satunya faktor yang membangkitkan optimisme kubu Andi,” kata Ramadhan Pohan dalam perbincangannya dengan VIVAnews, Minggu 18 April 2010.

Artinya, selain Ibas, lagi-lagi faktor Cikeas tidak dapat dinafikan. “Apapun, kami berbesar hati dengan keterlibatan aktif Ibas dan kerabat Cikeas,” ujar Ramadhan.

Hal itu, terbukti selama ini bukan hanya Ibas seorang yang membantu kampanye Andi.  Sejumlah anggota keluarga Cikeas ternyata juga ikut terjun langsung dalam menggalang dukungan bagi Andi, termasuk saudara dari Annisa Pohan, kakak ipar Ibas.

Meski mendapat dukungan Cikeas, bukan faktor absolut, dan Andi masih menghadapi sejumlah tantangan yang harus diatasi. “Karena itu, kubu Andi tidak mau lengah sedikit pun,”
Melalui strategi kampanye modern dengan mengandalkan iklan di media massa, media elektronik, sampai menyebar baliho-baliho, juga untuk  menunjukkan keseriusan mereka.

“Yang terpenting, kami melakukan komunikasi politik secara intensif dengan seluruh DPC,” tegas Ramadhan. “Kongres masih tanggal 21 Mei, masih jauh,”

Dengan demikian, kubu Andi terus melakukan safari ke DPC-DPC Demokrat di seluruh nusantara.

Pengamat politik Yudi Latif melihat Andi Mallarangeng mampu membuat elit Demokrat dan keluarga Cikeas merasa aman. Andi Mallarangeng dianggap seratus persen loyalis Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Dewan Pembina Demokrat. Meskipun SBY secara personal menegaskan berulang kali bahwa ia tidak akan berpihak pada salah satu kandidat, namun rasa nyaman anggota keluarganya terhadap Andi tak dapat dinafikan begitu saja.

“Andi merupakan loyalis SBY dan tidak mempunyai jaringan yang di masa mendatang berpotensi merepotkan SBY ketika ia sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden,” ujar Yudi Latif, pengamat politik Reform Institute, usai sebuah acara diskusi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu 18 April 2010. Dengan kata lain, ujarnya, SBY dan keluarganya merasa lebih secure (aman) dan nyaman bila Demokrat berada di bawah Andi.

Sebaliknya, kata Yudi, Anas Urbaningrum berada dalam jaringan yang agak sulit dikendalikan oleh SBY. Latar belakang dan kemampuan organisasi Anas, dinilai menjadi kekuatan sekaligus kelemahan Anas.

Lama sebelum bergabung dengan Partai Demokrat, Anas sudah malang-melintang dalam dunia organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Umum PB HMI. Ia pun terpilih menjadi anggota KPU pada Pemilu 2004. Dengan riwayatnya itu, Anas dianggap memiliki jaringan yang solid, dan hal itu tidak selalu menguntungkan pihak Cikeas yang menginginkan jaminan keamanan saat SBY tak lagi berkuasa.

“Bisa saja SBY lebih memilih untuk membentuk oligarki, dan hal itu lebih bagus dilakukan dengan memilih Andi sebagai penerusnya,” tutur Yudi. Bagaimanapun, Yudi pesimistis Demokrat akan bertahan sebagai partai besar apabila Andi terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat. Ia menilai kemampuan Andi sebagai mobilisator dan organizer belum teruji.

Yudi yakin, seperti halnya keluarga Cikeas yang condong kepada Andi, partai-partai lawan politik Demokrat pun akan lebih suka jika Andi terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat yang baru. “Alasannya simpel. Di bawah Andi, Demokrat lebih mungkin untuk terjun bebas di Pemilu 2014,” ujar Yudi.

Roy Suryo punya pendapat lain tentang bursa pencalonan Ketua Umum Partai Demokrat mendatang. Pasalnya, masing-masing calon ketua umum memiliki kelebihan dan kekurangan antara satu calon dengan yang lainnya. Ada baiknya jika kandidat calon seperti Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie tidak saling menjatuhkan.

Roy Suryo yang juga anggota DPR RI komisi I dari Partai Demokrat mengatakan dalam bursa pencalonan ketua umum memang harus ada regenerasi kader-kader muda seperti halnya nama-nama yang muncul Andi Mallarangeng, Anas urbaningrum, Marzuki Alie, Agus Hermanto dan Joko Suyanto. “Karena menurut saya, tidak pada tempatnya pada satu internal saling menjatuhkan. Mereka merupakan kader terbaik,” kata dia di Solo, Kamis, 01 April 2010.

Dia menilai figur Andi Mallarangeng merupakan orang yang sangat tegas, orang yang sangat bagus. “saya setuju prinsipnya, dia kalau bicara A, ya A. Dia tidak pernah mau menelikung di tikungan meskipun kadang-kadang terlalu keras dan terlalu percaya diri. Tetapi itu, tidak ada orang yang sempurna,” ujarnya.

Sementara itu figur Anas Urbaningrum diibaratkan Roy sebagai sosok SBY kecil. Namun, mantan Ketua Umum HMI itu juga memiliki ketidaksempurnaan yakni kurang cepat bertindak. “Jadi kalau kedua calon tersebut dipadukan itu bagus. Pesan saya, siapapun yang akan menjadi ketua umum tolong libatkan calon-calon yang lain sebagai pengurus inti atau pegurus harin. Apakah sebagi sekjen, Waketum, atau Wasekjen. Tergantung senioritas,” kata anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Sebagai contoh, disebutkan Roy, misalkan Andi Mallarangeng menjadi Ketua Umum, Anas Urbaningrum menjadi Sekretaris Jenderal dan Marzuki Alie misalnya diangkat sebagai penasihat. “Saya sendiri mendukung ketiga orang itu bersatu saja. Karena semuanya baik. Dari ketiga-tiganya tidak ada yang terbaik, semuanya baik, “ ujarnya.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik,  menyatakan mendukung Andi Mallarangeng sepenuhnya. Menurutnya, Andi adalah calon Ketua Umum Demokrat terbaik dari yang terbaik.

“Saya sebagai dewan pembina, yang kami inginkan dari partai adalah ada proses regenerasi, seperti yang diinginkan rakyat,” ujar Jero Wacik dalam jumpa pers acara silaturahmi calon ketua umum partai Demokrat 1 Andi Mallarangeng di Kartika Plaza Hotel Kuta Bali, Minggu 18 April 2010.

Sebelumnya Jero Wacik sudah memperkirakan calon-calon pemimpin partai yang merupakan putra terbaik Partai Demokrat. Ada Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.
Wacik mengaku ketiga calon tersebut adalah kader-kader terbaik partai. Meski dalam hal dukungan, Wacik cenderung mendukung Andi Mallarangeng.

“Saya sudah amati semua kader-kader kita,” ujar Wacik. “Nah, ketua umum harus satu bukan dua, sehingga saya sebagai dewan pembina juga punya hak suara politik, dari yang terbaik terbaik itulah, saya cenderung mendukung Pak Andi untuk jadi ketua umum. Jadi itu yang mendasarinya,” kata Wacik yang putra Bali itu.

Menurut pemikiran Wacik, AM memiliki kelebihan untuk waktu seperti sekarang ini . Namun Wacik tidak mau menyebut kekurangan calon ketua umum lainnya. “Pak Andilah yang cocok memimpin partai, dia lebih disenangi rakyat,” ucap Wacik.

Karena itu, Jero Wacik berharap, jika Andi terpilih partai Demokrat menjadi lebih maju. Demokrat pun lebih disenangi rakyat.

Sumber : SG WIBISONO.  TEMPO Interaktif - Peni Widarti • VIVAnews - Fajar Sodiq | Solo • VIVAnews - Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi• VIVAnews - Amril Amarullah, Anggi Kusumadewi• VIVAnews - Dimas Ryandi . indonesia monitor

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer