Home » » Kecelakaan Pesawat Presiden Polandia Dan Seluruh Awak Pesawat Tewas

Kecelakaan Pesawat Presiden Polandia Dan Seluruh Awak Pesawat Tewas

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 12 April 2010 | 12:54 AM


Kabar Sulawesi : Presiden Polandia Lech Kaczynski dan isterinya tewas dalam jatuhnya pesawat di dekat bandara Smolensk, Rusia Barat. Sejumlah pejabat Polandia yang turut dalam rombongan juga tewas. "Tak seorangpun penumpang pesawat yang selamat," kata Gubernur Smolensk, Sergei Anufriev, dalam keterangan persnya, sesaat setelah peristiwa terjadi, seperti dikutip Associated Press, Sabtu, 10 April 2010.

Pesawat kepresidenan yang mengangkut sekitar 132 penumpang itu jatuh sekitar pukul 11.00 waktu setempat, atau sekitar pukul 14.00 WIB. "Pesawat mengalami kecelakaan menjelang pendaratan. Kemungkinan besar pesawat menghantam pepohonan dan jatuh," katanya.

Di Warsawa, Ibu Kota Polandia, Perdana Menteri Donald Tusk langsung menggelar rapat luar biasa untuk membahas penanganan masalah tersebut. Berdasarkan konstitusi, ketua parlemen, Bronislaw Komorowski, akan menggantikan posisi presiden selama masa darurat.

Kaczynski tewas dalam usia 60 tahun. Ia menjabat sebagai presiden Polandia sejak Desember 2005, setelah menaklukkan Tusk dalam pemilihan umum. Ia dan sejumlah pejabat Polandia mengunjungi Smolensk untuk memperingati 70 tahun tragedi pembantaian Katyn, saat tentara rusia membunuh ribuan warga Polandia (lintas Berita)

Polandia harus kehilangan Presiden Lech Kaczy?ski, ibu negara beserta sejumlah pejabat penting pemerintahan akibat kecelakaan pesawat di Rusia Barat. Bukan kali ini saja peristiwa naas ini terjadi. Sejak 60 tahun silam, sejumlah pejabat negara lain pun pernah mengalami hal serupa.

Seperti dilansir AFP, Minggu (11/4/2010), pada 29 Maret 1959, perdana menteri Republik Afrika Tengah Barthelemy Boganda tewas dalam ledakan pesawat di Bangui. Kondisinya tak pernah diketahui lagi hingga saat ini.

Lalu pada 4 Desember 1980, perdana menteri Portugis, Francisco Sa Carneiro dan menteri pertahanan Adelino Amaro de Costa meninggal dalam kecelakaan pesawat di Lisabon. Sejumlah pihak menduga ini adalah serangan yang disengaja.

Sementara pada 19 Oktober 1986, presiden Mozambik pertama, Samora Machel terbunuh bersama 24 penumpang lainnya saat pesawat Tupolev 134 yang dinaiki mengalami kecelakaan di Afrika Selatan.

Pesawat Falcon 50 yang ditumpangi presiden Rwanda Juvenal Habyarimana juga mengalami kecelakaan pada 6 April 1994. Pesawat tersebut ditembak oleh sebuah misil dari para pemberontak.

Tidak hanya itu, ada belasan kecelakaan pesawat dalam 3 tahun terakhir yang cukup mengenaskan. Jumlah korban yang tewas tidak hanya belasan orang, tapi mencapai ratusan.

Sebut saja peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air di Indonesia. Pada 1 Januari 2007, pesawat tersbeut jatuh di kawasan Indonesia Timur. Seluruh penumpang yang berjumlah 102 orang tewas. Tidak hanya itu, di Kenya juga sempat terjadi kecelakaan pesawat pada 5 Mei 2007. Sebanyak 114 orang tewas saat pesawat baru lepas landas di Nairobi.

Masih banyak kecelakaan pesawat lain yang terjadi di seluruh dunia selam kurun waktu 3 tahun. Berbagai pihak menyarankan, adanya pengawasan khusus terhadap peremajaan pesawat, khususnya yang mengakut pejabat penting. sumber detik.com



Presiden Polandia Lech Kaczynski (61) dan Ibu Negara Maria Kaczynska tewas dalam kecelakaan pesawat, yang jatuh dua kilometer dari sebuah bandara di kota Smolensk, Rusia barat, Sabtu (10/4/2010)Petugas bandara sudah memperingatkan pilot pesawat tipe Tupolev-154 yang membawa Presiden agar tidakmendarat.

Di dalam pesawat kepresidenan terdapat 88 pejabat elite Polandia, terutama para petinggi militer dan Gubernur Bank Sentral Slawomir Skrzypek, dan mantan Presiden Polandia di pengasingan Ryszard Kaczorowski. Para anggota delegasi sedang mendampingi Presiden dalam rangka lawatan kenegaraan atas undangan Pemerintah Rusia. Tupolev Tu-154 adalah pesawat penumpang dengan 3 mesin jet buatan biro desain Tupolev, Rusia. Tu-154 diberi kode Careless oleh NATO. Tu-154 dirancang untuk menggantikan pesawat penumpang Tupolev Tu-104, Antonov An-10 dan Ilyushin Il-18, dengan kemampuan untuk lepas landas atau mendarat di landasan batu ataupun tanah, terbang diatas ketinggian rata-rata pesawat-pesawat Rusia lainnya serta memiliki kemampuan lepas landas yang baik.

Tu-154 ditenagai oleh tiga mesin kipas turbo Kuznetsov NK-82 yang terpasang di ekor; dua mesin berada disamping badan sementara mesin ketiga berada di tengah dengan intake-nya menyatu dengan sirip vertikalnya (vertical stabilizer / tailfin), yang berbentuk T (t-tail). Konfigurasi ini serupa dengan saingannya Boeing 727 dari Amerika Serikat dan Hawker Siddeley Trident dari Inggris. Untuk menunjang kemampuannya mendarat di landasan yang kurang mulus Tu-154 dilengkapi 14 roda pendarat bertekanan rendah. Roda pendarat hidung memiliki 2 roda, sementara dua set roda pendarat utama masing-masing memiliki 6 roda (3 pasang / triple-bogie). Seperti umumnya pesawat-pesawat buatan Tupolev lainnya, ruang roda pendarat utama Tu-154 berada disebuah pod yang terletak di belakang sayap (trailing edge).

Tu-154 terbang perdana pada tanggal 4 Oktober 1968, dan pesawat produksi pertama mulai memperkuat armada Aeroflot pada awal tahun 1971. Namun demikian penerbangan komersialnya dimulai bulan Februari 1972. Lini produksi Tu-154 sudah ditutup tahun 2006.

Tu-154 banyak digunakan untuk rute domestik di Rusia dan sebagian negara bagian di bekas Uni Soviet, Eropa Timur dan Iran. Sementara versi militernya umumnya digunakan sebagai pesawat transpor VIP.

Tupolev Tu-154 lebih bertenaga dan sepertinya lebih besar dibandingkan Boeing 727. Namun, kapasitas maksimal Tu-154 adalah 180 orang, sedangkan 727 memiliki kapasitas penumpang hingga 189 orang penumpang, walaupun Tu-154 lebih bertenaga dibanding 727.

Spesifikasi Pesawat Tu-154
* Awak: 3
* Kapasitas: 114-180 penumpang

Dimensi Pesawat Tu-154

* Panjang: 47,90 m (157 kaki 2 inci)
* Tinggi: 11,40 m (37 kaki 5 inci)
* Rentang Sayap: 37,55 m (123 kaki 3 inci)
* Luas Sayap: 201,5 m2 (2168,4 sq ft)
Mesin Pesawat Tu-154

* Tu-154: 3 x turbofan Kuznetsov NK-82, berdaya dorong 93,2 kN (20.950 lb)
* Tu-154M: 3 x turbofan Soloviev D-30KU-154-II, berdaya dorong 103,6 kN (23.380 lb)

Kemampuan Pesawat Tu-154
* Kecepatan maksimum: (Tu-154) 975 km/j (527 knot); (Tu-154M) 950 km/j (513 knot)
* Jarak tempuh dengan bahan bakar maksimum: (Tu-154) 5280 km (2850 nm); (Tu-154M) 6600 km (3563 nm)
* Jarak tempuh dengan beban maksimum: (Tu-154) 3460 km (1870 nm); (Tu-154M) 3900 km (2100 nm)
* Ketinggian maksimum: 12.100 m (39.700 kaki)

Bobot Pesawat Tu-154
* Kosong: (Tu-154) 43.500 kg (95.900 lb); (Tu-154M) 55.300 kg (121.915 lb)
* Maksimum Take-off: (Tu-154) 90.000 kg (198.415 lb); (Tu-154M) 100.000 kg (220.460 lb)
Sumberhttp://id.wikipedia.org/wiki/Tupolev_Tu-154


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer