Home » » Kontroversi Julia Perez Calon Bupati Di Kampung SBY

Kontroversi Julia Perez Calon Bupati Di Kampung SBY

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 29 April 2010 | 1:59 PM


Kabar Sulawesi - Artis seksi Julia Perez (Jupe) kembali bikin heboh. Kali ini, pemilik nama asli Yuli Rahmawati ini mengklaim telah dilamar oleh delapan partai koalisi untuk menjadi calon Bupati Pacitan dalam pemilihan Kepala Daerah Desember 2010.

Delapan partai pelamar itu, seperti yang disebut Jupe, adalah Partai Hanura, PAN, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Patriot, serta tiga partai nonparlemen, masing-masing Partai Bulan Bintang, Gerindra, dan Partai Keadilan dan Persatuan.

Jupe mengaku, lamaran dari para pimpinan partai di Kabupaten Pacitan itu dia terima Selasa (23/3/2010) lalu. Karena lamaran itu pula, Jupe menyatakan siap bertarung dalam Pilkada di daerah kampung kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Jadi, karena ini saya anggap sebagai amanah, maka saya tak bisa lain kecuali menerima permintaan mereka itu. Saya harap bisa memberi yang terbaik buat masyarakat Pacitan,” tutur Jupe kepada Surya, Jumat (26/3/2010) malam.

Meski kelahiran Jakarta, dalam darah Jupe rupanya mengalir darah Jawa Timur, karena kakeknya kelahiran Madiun. “Saya juga belum pernah ke sana (Pacitan). Tapi, saya banyak mengikuti perkembangan daerah itu. Dan saya juga mendapat banyak informasi terbaru mengenai Pacitan,” ungkap pelantun tembang Belah Duren ini.

Menurut Jupe, untuk memimpin suatu daerah, khususnya Pacitan yang tak lain juga kampung kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak cukup hanya mengandalkan kepintaran.

“Lihat saja, selama ini yang memimpin Pacitan saya yakin orang-orang pintar dan pilihan. Tapi, ada juga salahnya. Jadi yang penting adalah bagaimana memanfaatkan kepintaran itu untuk berstrategi demi kemajuan Pacitan yang selama ini dikenal sebagai daerah miskin agar bisa lebih baik,” paparnya.

Meski diakui tidak mudah, namun Jupe optimistis bisa mengemban amanah yang diberikan padanya nanti jika terpilih sebagai Bupati Pacitan. “Kita kan sudah merdeka selama 65 tahun. Artinya di daerah itu (Pacitan) sudah berjalan sistem pemerintahan seperti di daerah lain. Ini tentu lebih mudah. Tinggal bagaimana meneruskan apa yang sudah ada dan memotivasi masyarakat untuk turut terlibat membesarkan daerahnya,” cetus bintang film Nagabonar Jadi 2 dan Bukan Cinta Biasa ini.

Wanita kelahiran 15 Juni 1980 ini menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah Pacitan adalah dengan mengeksploitasi objek wisata andalan di kawasan selatan Jatim itu. “Pacitan itu punya pantai yang indah, juga ada situs gua terbesar di Asia. Ini modal utama yang belum disentuh secara optimal,” bebernya.

Dengan pengalamannya sebagai artis yang sering berinteraksi dengan media, Jupe akan memberi porsi ekspos objek wisata Pacitan secara besar-besaran untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara. “Semoga dengan otak saya yang standar ini bisa digunakan untuk memberi kontribusi positif bagi Pacitan,” tuturnya merendah.

Soal image seksi yang selama ini menempel dalam setiap langkahnya, artis yang sempat masuk nominasi 100 wanita terseksi versi majalah FHM dan Maxim ini juga yakin bisa ditepis dengan langkah-langkah positif saat menjadi Bupati Pacitan nanti. Jupe siap pula menanggalkan atribut keseksiannya.

“Insya Allah nanti saya buktikan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kalau saya bisa memimpin Pacitan,” tandas Jupe yang belakangan sibuk mengelola sekolah anak-anak.

Disinggung tentang dana yang bakal disiapkan untuk memuluskan langkahnya dalam pilkada Pacitan, Jupe enggan menjelaskan. “Itu masalah pribadi, Bang. Lagipula ini kan masih dalam tahapan penjaringan. Pertemuan kemarin itu belum sampai membahas soal itu (dana),” pungkasnya.

Pernah Merapat

Hingga tadi malam, belum ada pimpinan dari delapan partai di Pacitan seperti yang diklaim Jupe itu yang bisa dihubungi, terkait keseriusan mereka mencalonkan artis panas itu dalam Pilkada Desember 2010 mendatang.

Secara terpisah, Sekretaris DPD Gerindra Jatim Drs Junaedi Apt ketika dihubungi mengatakan, dirinya belum menerima informasi jika Jupe akan diusung partainya dalam Pilkada Pacitan. Namun, dia mengakui bahwa artis seksi itu pernah muncul di rapat anggota dewan dan kader Partai Gerindra se-Indonesia di Hambalang, Bogor, akhir Februari lalu.

“Tapi, hasilnya bagaimana kami juga belum tahu. Pilkada Pacitan kan masih jauh,” jelas Junaedi ketika dihubungi via ponselnya, Jumat (26/3) malam.

Junaedi menjelaskan, di Partai Gerindra, untuk urusan pilkada memang tidak sama dengan parpol lain. Karena di Partai Gerindra tidak ada proses penjaringan maupun penyaringan yang dilakukan DPC maupun DPD. Semua tahapan pilkada ditangani Tim Seleksi Pilkada DPP yang diketuai langsung oleh Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sedangkan tugas DPC dan DPD hanya mengamankan keputusan tim pilkada tersebut.

Dalam acara rakornas di Bogor tersebut, lanjut Junaedi, sejumlah artis ikut hadir. Di antaranya, Emilia Contessa, Denada, Ayu Azhari, Jamal Mirdad, dan Rachel Mariam (dua artis terakhir adalah anggota Fraksi Gerindra DPR).

“Ketua (Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Gutfan Arif) juga kenal dengan Jupe. Karena saat pertemuan di Bogor dikenalkan oleh Rachel Mariam. Tapi, kata ketua, belum ada informasi kalau Jupe mau maju pilkada di Pacitan,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Tim Pilkada DPD Partai Hanura Jatim, Sudjatmiko, juga mengaku belum mendengar informasi jika Jupe bakal menggunakan Partai Hanura sebagai salah satu kendaraannya dalam Pilkada Pacitan. Namun, jika Jupe memang serius, maka akan dipertimbangkan Partai Hanura. Prinsipnya, Partai Hanura siap mengusung tokoh yang benar-benar dikehendaki masyarakat.

“Kalau dia memang serius, kita akan pertimbangkan. Tapi, dia tetap harus mengikuti tahapan dan mekanisme partai. Sebagai artis, dia cukup populer, apakah itu juga diimbangi elektabilitas yang tinggi, ya biar survei nanti yang membuktikan,” terang Wakil Ketua DPD tersebut.

Sementara itu, DPW PAN Jatim sama sekali belum mendengar kabar soal niat Jupe tersebut. “Sampai sekarang belum ada informasi dari DPD. Mungkin itu masih sebatas wacana teman-teman yang ada di sana,” terang Agus Maimun, Wakil Sekretaris DPW PAN Jatim. (pra/dos/wan)

Perempuan Pacitan Galang Dukungan Tolak Jupe

Pro-kontra masyarakat Pacitan atas pencalonan artis seksi Julia Perez alias Jupe yang sementara lolos penjaringan melalui delapan partai jelang Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan terus bermunculan. Kali ini muncul dari puluhan perempuan yang menamakan diri Aliansi Perempuan Pacitan. Mereka menggelar demo penolakan atas pencalonan Jupe. Selain orasi, para perempuan ini juga menggalang aksi tanda tangan menolak Jupe.

“Dia tidak layak jadi calon pemimpin Pacitan,” kata kordinator Aliansi Perempuan Pacitan, Ririn Subiyanti, Rabu (7/4).
Dalam aksi, para perempuan ini juga menunjukkan gambar-gambar syur Jupe yang disensor pada bagian tubuh tertentu.
Salah satu warga yang ikut membubuhkan tanda tangan penolakan, Esty Kusumawati, 32 tahun, warga Kecamatan/Kabupaten Pacitan, mengungkapkan hal senada. “Pacitan ini gudangnya orang-orang pintar, masih banyak yang lebih layak. Masak mau dipimpin orang seperti dia,” katanya.
Sumber : ISHOMUDDIN.TEMPO Interaktif

Bupati Pacitan Anggap Jupe Bukan Saingan Berat

Bupati Pacitan Sujono mengatakan siap bersaing dengan Julia Peres (Jupe) karena dia bersedia maju sebagai calon bupati dalam pemilihan kepala daerah Pacitan, Jawa Timur, pada 20 Desember 2010 mendatang. “Kalau memang rakyat Pacitan masih menghendaki, saya akan maju lagi,” ujarnya, Rabu (14/4).

Sujono menilai Jupe bukan saingan berat. Dia juga tidak khawatir pada popularitas dan sensasi Jupe yang kini masuk ke kancah perpolitikan. Bahkan dia meragukan kapabilitas artis bernama asli Yuli Rachmawati itu. “Saya akan merasa tersaingi oleh orang-orang yang telah memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni dalam birokrasi. Saya akan menyiapkan diri menghadapi mereka,” tuturnya pula.
Sujono berharap pencalonan Jupe yang diakomodasi koalisi delapan partai politik itu tidak hanya sekedar mencari sensasi atau popularitas. “Mudah-mudahan bisa bertarung beneran. Pacitan butuh orang-orang yang bisa membuat Pacitan lebih maju lagi,” ucapnya.
Karena siap bertarung dengan siapapun, Sujono tidak merasa perlu mempersoalkan pencalonan Jupe. Hak memilih dan dipilih merupakan hak setiap orang asalkan memenuhi persyaratan.
Dia membantah anggapan masyarakat yang menilai pembangunan di Pacitan belum begitu kentara. Sebagai contoh Sujono menyebutkan investasi yang masuk ke Pacitan sampai sekarang tidak kurang dari Rp 6 triliun. ”Apa itu dibilang sedikit?,” papar Sujono yang berhasil ke tampuk bupati dengan dukungan Partai Demokrat.
Contoh lainnya adalah realisasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Jalur Lintas Selatan (JLS). “Saya ikut memperjuangkan proposalnya sehingga bisa disetujui pemerintah pusat.” Demikian pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan yang terus meningkat setiap tahun meningkat. “PAD tahun 2006 hanya sekitar Rp 13 miliar, tahun 2009 naik menjadi Rp 26 miliar,” paparnya. Untuk tahun 2010 dia mentargetkan PAD setidaknya mencapai Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar.
Sumber : ISHOMUDDIN.TEMPO Interaktif

Maju Pilkada, Julia Perez Dikawal Gusti Randa

Julia Perez makin menunjukkan keseriusannya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sejumlah artis yang juga dikenal sebagai politisi mendampinginya, antara lain Gusti Randa dan Reni Djajusman.
Hari ini, Kamis 1 April 2010, Julia Perez membawa dua temannya itu jumpa pers di sebuah mal di Bekasi. “Jupe ingin menempatkan diri sebagai artis yang profesional, bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Pacitan,” kata Julia Perez menceritakan niatnya. “Kalau jadi bupati, tetap bekerja dengan baik.”

Gusti randa pun menyahut, “Jupe tidak akan meninggalkan dunia hiburan yang sudah membesarkan dirinya, tapi kalau sudah menjadi Bupati dia akan fokus menjadi Bupati, tanpa harus meninggalkan dunia hiburan, karena politik dan hiburan adalah dua hal yang berbeda,” kata politisi Partai Hati Nurani Rakyat itu.
“Yang pasti,” kata Gusti yang ke depan jadi juru bicara Julia Perez itu, “ketika Jupe jadi bakal calon bupati, Jupe harus berubah, Jupe harus berubah penampilan yang biasa Jupe pakai.” Gusti tak menyebut lebih jauh “penampilan” apa yang dimaksudnya.
Untuk pencalonan ini, Jupe telah menghubungi delapan partai antara lain Hanura, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Patriot, Partai Amanat Nasional dan Partai Bulan Bintang. Namun belakangan PAN mundur, karena Dewan Pimpinan Pusat PAN menyatakan tak setuju.
Hanura sendiri, menurut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Yuddy Chrisnandi, akan memasang Julia Perez sebagai calon Wakil Bupati. Julia diduetkan dengan calon Bupati dari Hanura.
sumber :Arfi Bambani Amri, Beno Junianto• VIVAnews

Di Facebook, Pendukung Jupe Lebih Banyak

April 8, 2010 by pemiluindonesia.com 
VIVAnews - Kontroversi Julia Perez mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berlanjut di jaringan pertemanan Facebook. Banyak yang menolak, namun banyak pula yang mendukung.
Jika Anda mengetik kata “Julia Perez, Pacitan” di pencarian Facebook, akan muncul 15 grup soal itu dan satu halaman. Satu halaman tersebut berjudul “1 Jt Facebookers Tolak Julia Perez Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Pacitan” dengan anggota 1 penggemar.

Untuk grup, sampai Kamis 1 April 2010 pukul 08.00, tercatat muncul delapan grup yang menolak pencalonan Julia Perez. Salah satu grup terbesar adalah “Tolak Julia Perez sebagai Calon Bupati Pacitan” dengan jumlah anggota 241 orang. Grup lainnya, tidak ada yang menembus angka 100 anggota dan bahkan dua grup beranggota 1 orang saja sehingga total kurang dari 500 orang.
Sementara grup yang mendukung pencalonan, hanya berjumlah enam grup. Meski enam, terdapat dua grup yang beranggota lebih dari 100 orang, yakni grup “1.000.000 Facebooker Dukung Julia Perez Calon Bupati Pacitan” dengan anggota 222 anggota dan grup “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Julia Perez Calon Bupati Pacitan” dengan anggota 174 orang. Total gerakan mendukung ini memiliki lebih dari 500 pendukung.
Meski begitu, terdapat satu grup yang bernuansa netral yakni “Pantaskah Julia Perez mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Pacitan.” Grup ini diisi 12 anggota.
Julia Perez mengklaim didukung 8 partai politik dalam Pemilihan Kepala Daerah Pacitan. Salah satu partai pendukung, Partai Hati Nurani Rakyat, menyatakan, Julia Perez baru sebatas usulan karena bercermin dari elektabilitas yang tinggi. Hanura menyatakan akan mengusung Jupe sebagai calon Wakil Bupati Pacitan mendampingi calon Bupati yang merupakan kader Hanura.
Salah satu partai lain yang diklaim Jupe yakni Partai Amanat Nasional membantah telah mendukung Jupe. Dewan Pimpinan Pusat PAN menyatakan ada oknum di Dewan Pimpinan Daerah PAN yang mengatasnamakan partai tanpa melalui rapat pleno untuk memberi dukungan kepada Jupe.
creat by : Arfi Bambani Amri• VIVAnews

5 Kelebihan Julia Perez Menurut Gusti Randa

Gusti Randa, mantan artis yang juga pengacara dan politisi, menilai artis-artis punya kelebihan dibanding politisi biasa. Itulah alasan Gusti Randa bersedia menjadi juru bicara Julia Perez, artis yang ingin berkompetisi di pemilihan kepala daerah Pacitan, Jawa Timur.

“Tidaklah aneh bila selebritis ingin maju dalam pilkada,” kata Gusti. “Yang dijual artis pertama kali memang popularitas,” katanya dalam diskusi ‘Selebritas dalam Pilkada Bukan Sekadar Popularitas’ di Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Rabu 14 April 2010. “Tapi yang pasti, ia juga harus punya modal atau dana. Jupe punya keduanya sebagai modal,” ujarnya.
Kelebihan Julia Perez lainnya adalah diusung koalisi partai alias multipartai. “Tidak seperti Ayu Azhari yang dulu maju dengan hanya didukung oleh satu partai,” katanya.
Kemudian, kelebihan berikutnya, masyarakat sekarang pun sekarang senang melihat artis. “Karena pemimpin yang cerdas dan cerdik tapi bukan artis ternyata malah ‘ngadalin’ masyarakat. Terlebih, tidak ada selebritis yang terjerat KPK,” kata Gusti.
“Kelebihan lain dari artis ialah, latar belakang kehidupannya sudah diketahui secara jelas oleh masyarakat luas, karena mereka selalu diliput oleh infotainment. Tapi coba kalau bakal calonnya bukan artis, masyarakat tidak terlalu tahu latar belakangnya. Mana ada yang tahu, misalnya, istrinya ada berapa?” kata Gusti.
Sumber : Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi• VIVAnews

Demi Pilkada, Jupe Tak Buka-bukaan Lagi

Julia Perez menyadari kontroversi yang dimunculkannya saat disebut masuk bursa Pemilihan Kepala Daerah Pacitan. Julia Perez pun berjanji akan mengubah sedikit penampilannya.
“Untuk jadi bupati, Jupe harus berubah,” katanya dalam jumpa pers di sebuah mal di Bekasi, Kamis 1 April 2010. “Kalau dalam konteks bupati, Jupe harus metamorfosis,” ujarnya.

Metamorfosis yang dimaksud adalah, “sekarang Jupe harus berpakaian tertutup. Jupe lebih hati hati, dalam bicara, nggak nyablak lagi.” Julia Perez sadar, di dunia politik nanti, harus menjadi contoh bagi masyarakat Pacitan.
Dan sekarang, Jupe siap lahir bathin berjuang demi menjadi bupati. “Sekarang masih penjaringan, pilkada juga masih lama bulan Desember,” katanya. “Jupe belum buat tim sukses, Jupe baru buat tim yang membantu Jupe saja.”
Julia Perez tahu, masyarakat memahami kebaikan dan kejelekannya. Namun Julia Perez yang bernama asli Yulia Rahmawati itu menyatakan akan maju bermodal hati nurani. “Jupe maju, berjuang demi hati nurani,” katanya. “Memang banyak masa lalu Jupe yang buruk, (namun) bukan menjadi beban buat Jupe. Jupe membuktikan Jupe bisa.”
Dan dari sekarang, Julia Perez yang mengantongi D1 Bahasa Belanda dan D1 Bahasa Prancis itu akan turun ke bawah mempelajari kehidupan rakyat Pacitan. “Untuk jadi bupati, Jupe harus tahu maunya masyarakat. Banyak yang harus Jupe bangun, pertanian, budaya, seluruhnya. Bagaimana Pacitan ini maju,” katanya.
Untuk pencalonan ini, Jupe telah menghubungi delapan partai antara lain Hanura, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Patriot, Partai Amanat Nasional dan Partai Bulan Bintang. Namun belakangan PAN mundur, karena Dewan Pimpinan Pusat PAN menyatakan tak setuju.
Sumber Arfi Bambani Amri, Beno Junianto• VIVAnews

10 Elemen Masyarakat Pacitan Tolak Pencalonan Jupe

Reaksi atas penolakan artis seksi Julia Perez alias Jupe yang masuk penjaringan bakal calon wakil bupati Pacitan melalui koalisi delapan partai politik terus berlanjut.

Kali ini, sedikitnya 10 elemen masyarakat yang dipelopori Aliansi Perempuan Pacitan (APP) mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pacitan untuk menyerahkan bukti tanda tangan penolakan Jupe kepada Kepala Kepolisian Resor setempat.
“Kami yakin dukungan penolakan Jupe akan terus bertambah. Beberapa ormas Islam lain secara lisan juga sudah menyatakan dukungan,” kata Koordinator APP, Ririn
Subiyanti, Rabu (14/4).
10 ormas dan elemen masyarakat yang sudah menyatakan menolak pencalonan Jupe itu antara lain Aliansi Perempuan Pacitan (APP), Pimpinan Daerah Aisiyah (Muhammadiyah), Nasiyatul Aisiyah, Pimpinan Daerah Salimah, Muslimah Hidayatullah, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPPKS), Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), Ikatan Da’i, Hidayatullah, dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Muhammadiyah Kabupaten Pacitan.
Ririn mengatakan, dengan tetap memperhatikan hak asasi manusia dan menjunjung tinggi etika politik, pencalonan artis yang bernama asli Yuli Rachmawati itu hendaknya juga mempertimbangkan hal lain yakni nilai-nilai sejarah Pacitan yang memunculkan tokoh besar seperti Panglima Besar Jendral Sudirman dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Masyarakat tidak hanya sekedar mencari pemimpin. Pacitan membutuhkan sosok yang bermoral, profesional dan berpihak pada keberlangsungan pembangunan,” jelasnya.
Ririn menambahkan bahwa jika aspirasi mereka tidak diindahkan, APP bersama elemen masyarakat lainnya akan kembali turun ke jalan. Dia mengimbau pihak-pihak yang mendukung pencalonan Jupe agar memahami kondisi sosial masyarakat Pacitan.
“Barang siapa yang menyerahkan urusan pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah
kehancurannya,” tuturnya menirukan arti sebuah hadits nabi.
Menanggapi rencana kedatangan Jupe pada 24-26 April mendatang, Ririn menyatakan akan menggalang kekuatan dengan elemen masyarakat lainnya untuk menolak kedatangan Jupe dengan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari pro-kontra masalah ini, Kepala Kepolisian Resort Pacitan, Ajun Komisaris Besar Wahyono menyatakan kesiapan personelnya dalam melakukan pengamanan. “Prinsipnya, kepolisian siap memberikan pengamanan. Nanti kami lihat situasi dan kondisi di lapangan,” katanya.
Menanggapi penolakan Jupe ini, Kordinator koalisi delapan partai yang tergabung dalam Koalisi Amanat Persatuan Rakyat (Ampera), Sutikno, tidak mempermasalahkan.
“Bagi saya dan Jupe sendiri tidak masalah. Biarkan saja. Jupe malah ingin mengajak bicara orang-orang yang menolaknya,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Pacitan ini.
Dia menegaskan bahwa rencana kedatangan Jupe ke Pacitan tetap jalan. “Kami sedang mempersiapkan teknisnya. Rencananya Jupe datang antara 24, 25, dan 26 April nanti,” imbuhnya.
Sumber : ISHOMUDDIN. TEMPO Interaktif, Pacitan – \

Inilah 10 Alasan Perempuan Pacitan Menolak Jupe

TEMPO InSejumlah perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Pacitan menolak Julia Perez atau yang akrab disapa Jupe menjadi calon bupati Pacitan. Mereka menggelar demo, Rabu (07/04) untuk menolak Jupe menjadi salah satu calon bupati Pacitan.
Menurut Kordinator Aliansi Perempuan Pacitan, Ririn Subiyanti, ada 10 alasan mereka menolak Jupe. Inilah ke-10 alasan itu.
1. Jupe terindikasi sebagai pelanggar UU Anti Pornografi dan Pornoaksi
2. Jupa bukan putera daerah Pacitan
3. Jupe tidak punya pengalaman kepemimpinan
4. Jupe bukan tipe perempuan yang patut dijadikan panutan
5. Jupe hanya akan jadi boneka orang-orang yang tidak bertanggung jawab
6. Jupe tidak memiliki pengalaman birokrasi dan politik
7. Pacitan membutuhkan pemimpin yang professional, bukan seperti Jupe
8. Pencalonan Jupe akan merusak citra orang Pacitan yang santun, lembah manah (sabar), dan ewuh pakewuh.
9. Pencalonan Jupe telah menciderai pencitraan SBY sebagai presiden asli Pacitan
10. Jupe hanya akan mencari popularitas melalui pencalonan cabup/cawabup Pacitan 2010
Sumber : ISHOMUDDIN.TEMPOteraktif

Maju Pilkada, Julia Perez Dikawal Gusti Randa

Julia Perez makin menunjukkan keseriusannya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sejumlah artis yang juga dikenal sebagai politisi mendampinginya, antara lain Gusti Randa dan Reni Djajusman.

Hari ini, Kamis 1 April 2010, Julia Perez membawa dua temannya itu jumpa pers di sebuah mal di Bekasi. “Jupe ingin menempatkan diri sebagai artis yang profesional, bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Pacitan,” kata Julia Perez menceritakan niatnya. “Kalau jadi bupati, tetap bekerja dengan baik.”

Gusti randa pun menyahut, “Jupe tidak akan meninggalkan dunia hiburan yang sudah membesarkan dirinya, tapi kalau sudah menjadi Bupati dia akan fokus menjadi Bupati, tanpa harus meninggalkan dunia hiburan, karena politik dan hiburan adalah dua hal yang berbeda,” kata politisi Partai Hati Nurani Rakyat itu.
“Yang pasti,” kata Gusti yang ke depan jadi juru bicara Julia Perez itu, “ketika Jupe jadi bakal calon bupati, Jupe harus berubah, Jupe harus berubah penampilan yang biasa Jupe pakai.” Gusti tak menyebut lebih jauh “penampilan” apa yang dimaksudnya.
Untuk pencalonan ini, Jupe telah menghubungi delapan partai antara lain Hanura, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Patriot, Partai Amanat Nasional dan Partai Bulan Bintang. Namun belakangan PAN mundur, karena Dewan Pimpinan Pusat PAN menyatakan tak setuju.
Hanura sendiri, menurut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Yuddy Chrisnandi, akan memasang Julia Perez sebagai calon Wakil Bupati. Julia diduetkan dengan calon Bupati dari Hanura.
sumber :Arfi Bambani Amri, Beno Junianto• VIVAnews
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer