Home » » Lantaran Tidak Disebut, “Ibu Anggota Dewan Yang Terhormat”

Lantaran Tidak Disebut, “Ibu Anggota Dewan Yang Terhormat”

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 13 April 2010 | 7:57 AM


Kabar Sulawesi – Pinrang : Merasa tidak dihormati dengan menyebut, “ibu anggota Dewan yang saya hormati,” pada saat acara hearing di ruang rapat gedung DPRD, seorang anggota Dewan berjenis kelamin perempuan itu, merasa tersinggung. Dengan muka cemberut, ibu anggota dewan ini, meraih tas dan lembaran kertas, langsung all out, keluar dari ruang sidang, sembari menutup pintu ruang rapat  sembari dihentakkan, “prakkk…”. Kejadian ini berlangsung di salah satu ruang rapat Komisi di gedung DPRD Kabupaten Pinrang, Sulsel, Senin, 12 April 2010, sekitar pukul 15.00 wita.

Berawal ketika sudah berlangsungnya acara dengar pendapat (hearing) antara anggota DPRD, Kepala Dinas Pengerjaan Umum Daerah (PUD), dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), membahas masalah permintaan klarifikasi sehubungan adanya temuan LSM menyangkut pekerjaan proyek yang sedang dikerjakan namun tidak melalui mekanisme tender proyek.

Setelah acara pembukaan oleh pimpinan sidang, Kadis PUD dipersilahkan untuk berbicara. Seperti biasanya, sebelum memasuki inti pembahasan, Kadis PUD memberikan ucapan penghormatan :

” Terimakasih Bapak Pimpinan Sidang, Bapak anggota Dewan yang saya hormati, dan rekan-rekan LSM dan Wartawan yang saya hormati……” Tiba-tiba Kadis PUD terdiam sejenak, kemudian melihat kearah salah seorang anggota Dewan yang memang pada saat itu satu-satunya anggota dewan perempuan hadir dalam rapat tersebut.

Rupanya, si ibu anggota dewan ini, cemberut, lantaran Kadis PUD tidak menyebut, “ibu anggota dewan yang saya hormati,”  Dengan mengumpat, si ibu anggota dewan ini, bergegas meraih tas dan lembaran kertas di atas meja, kemudian bergegas meninggalkan ruang sidang. Melihat si ibu anggota dewan ini marah, Kadis PUD buru-buru minta maaf. Namun, si ibu anggota dewan berbadan gendut itu tidak menanggapi, ia terus saja berjalan keluar ruangan sembari menutup pintu dengan menghentakkan pintu keras-keras, membuat para peserta rapat terdiam, dan penggeleng-geleng kepala.

“Ini adalah pencitraan seorang anggota dewan yang baru saja ditunjukkan pada kami,” komentar salah seorang anggota LSM di dalam ruang siding. Para anggota Dewan hanya mengangguk-angguk, mungkin membenarkan peryataan tersebut. Dan acara sidangpun dilanjutkan kembali.

Namun sayangnya, ketika rapat masih berlangsung, satu persatu, anggota :LSM juga meninggalkan ruang sidang, dengan banyak alasan, dan hingga acara sidang selesai, anggota LSM yang pamit tapi tidak pernah lagi muncul. Lagi-lagi mencitraan. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer