Home » » Pasca Bentrok Berdarah Di Priok

Pasca Bentrok Berdarah Di Priok

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 15 April 2010 | 8:33 PM


Kabar Sulawesi - Kepala Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Negeri Medan Majda El Muhtaj mengatakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bukan alat penggusur, baik penggusur pedagang kaki lima maupun rumah-rumah liar yang tidak memiliki izin.

"Satpol PP merupakan mandat dari Undang-Undang No 32 tahun 2004 yang berwenang menegakkan hukum khususnya yang berkaitan dengan peraturan daerah (Perda)," katanya di Medan, Kamis.

Menurut dia, lembaga Satpol PP merupakan lembaga yang sangat strategis dan sangat signifikan dalam kerangka membangun ketertiban hidup masyakarat, khususnya dengan penghormatan terhadap hukum yang berlaku.

Jadi, lanjutnya, tugas-tugas Satpol PP adalah merupakan tugas-tugas pemerintah secara total dalam menggawangi berjalannya Perda dengan baik di lapangan.

Namun permasalahannya selama ini, banyak oknum Satpol PP yang tidak paham dengan fungsi dan tugasnya terutama dalam tugas-tugas menyosialisasikan perda-perda yang baru dibuat.

Misalnya, selama ini hampir tidak pernah masyarakat mendapatkan sosialisasi tentang perda yang baru dibuat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut dia, nyaris sebuah perda selalu muncul diam-diam, lalu Satpol PP muncul di lapangan dengan alasan menegakkan perda.

"Publik tentunya akan terkejut, kenapa ada perda tentang ini dan itu, padahal sosialisasi tidak pernah dilakukan," katanya.

Belum lagi langkah-langkah yang dilakukan oknum Satpol PP yang cenderung menempuh langkah-langkah yang mengedepankan kekerasan di lapangan dan mengenyampingkan langkah-langkah persuasif.

"Langkah-langkah dengan kekerasan itu tersorot oleh mata publik sehingga publik akhirnya menyimpulkan bahwa Satpol PP sama dengan alat penggusur, padahal tidak seperti itu sebenarnya," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya sangat mengapresiasi lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) No 6 tahun 2010 tentang Satpol PP. PP tersebut merupakan satu ketentuan normatif yang membekali kelembagaan Satpol PP agar dapat melaksanakan tupkosinya dengan bijak.

"Namun patut dicatat, dalam kerangka menegakkan perda sekali pun, dalam PP tersebut dikatakan bahwa Satpol PP wajib menghormati peraturan hingga penegakan hukum atas nama pembangunan sekali pun tetap dilakukan dalam koridor HAM," katanya.antara

Warga Berjaga di Kompleks Makam Mbah Priok

Kabar Sulawesi - Warga yang mempertahankan kompleks pemakaman Mbah Priok, di Jakarta Utara, Kamis (15/4) sore masih terlihat berjaga-jaga. Dari pantauan, warga tampak bergerombol baik di halaman maupun di luar halaman kompleks pemakaman tersebut.

Kumandang tahlil terdengar dari dalam kompleks pemakaman yang lokasinya di depan terminal peti kemas.
Warga berjaga-jaga karena khawatir akan terjadi insiden seperti yang terjadi pada Rabu (14/4).
Sementara itu, dukungan dari organisasi massa terus mengalir kepada warga yang mempertahankan kompleks pemakaman itu. Massa dari salah satu ormas kepemudaan juga datang ke lokasi dan langsung memasuki ke dalam kompleks pemakaman.

Korban luka

Pada insiden bentrokan yang terjadi pada Rabu (14/4), Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban luka mencapai 144 orang terdiri dari 10 anggota polisi, 69 anggota Satpol PP dan 53 orang dari warga.
Sebelumnya, ribuan warga Koja termasuk ahli waris makam Mbah Priok terlibat bentrokan dengan Petugas Satpol PP saat hendak menertibkan lahan itu.

Insiden yang terjadi Rabu (14/4) sejak pukul 08.00 WIB itu mengakibatkan jatuhnya ratusan korban luka baik ringan maupun berat dari pihak warga maupun Satpol PP dan polisi yang bertugas mengamankan.
Dalam insiden tersebut fasilitas dan sarana umum, serta puluhan kendaraan milik petugas yang berada di sekitar lokasi kejadian rusak.antara

JK: PMI Siap Ikut Investigasi Kerusuhan Koja


Kabar Sulawesi - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla mengatakan, pihaknya siap ikut dalam investigasi kasus kerusuhan terkait Makam Mbah Priok di Koja Tanjungpriok, namun hanya sebatas dari sisi kemanusiaan.

"PMI siap, tetapi kita bicara dalam konteks kemanusiaan. Untuk urusan keperdataannya, PMI tidak ikut campur," kata Ketum PMI M Jusuf Kalla di Jakarta, kamis. Jusuf Kalla menjelaskan bahwa PMI akan tetap menjaga netralitas. Jusuf Kalla mengaku, sudah dua kali ditelepon Gubernur DKI Fauzi Bowo untuk diminta membantu dalam persoalan kericuhan Kota Tanjungpriok ini.

"Saya sudah dua kali ditelepon Gubernur DKI Fauzi Bowo, kami siap membantu, tetapi kami menunggu surat permintaan resmi," kata Jusuf Kalla. Menurut Jusuf Kalla, surat permintaan resmi tersebut, diperlukan PMI untuk mengetahui apa yang ingin dilakukan pemda dari PMI. Selain itu, secara institusi surat permintaan resmi tersebut sangat diperlukan.

Jusuf Kalla menjelaskan, kericuhan yang terjadi di Koja Tanjungpriok, bukan merupakan konflik, namun hanya suatu kekerasan (violence). Jusuf Kalla menjelaskan, pada kericuhan Koja Tanjungpriok, PMI sejak awal sudah berada. Pada saat terjadi kericuhan, PMI mengerahkan enam ambulans lengkap dengan relawannya. "Bahkan dua mobil PMI ikut terkena pukulan hingga `penyok-penyok`," kata Jusuf Kalla.antara

Foke Datangi Makam Mbak Priok

Kabar Sulawesi - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Wahyono, Kamis mendatangi makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara pasca kerusuhan yang terjadi pada Rabu (14/4).

Rombongan Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya, tiba di lokasi pada pukul 15.30 WIB dan langsung memasuki areal pemakaman tokoh penyebar Islam di tanah Betawi. Kedatangan rombongan gubernur tersebut, sempat disoraki massa yang masih kesal dengan perilaku Satpol PP yang melakukan tindakan anarkis terhadap warga yang mempertahankan kompleks pemakaman yang akan digusur itu.
Fauzi Bowo berjanji pihaknya akan memugar kompleks makam Habib Husen bin Muhammad Al Haddad atau Mbah Priok.

"Kami tidak akan membongkar makam tapi memugar dan melengkapi fasilitas makam," katanya. Dia menyebutkan akses jalan bagi peziarah ke makam akan dibuat. "Pihak Pelindo sudah menyetujuinya," katanya.

Sementara itu, suasana areal pemakaman serta ruas jalan menuju terminal peti kemas Koja, dipenuhi oleh pengunjung yang hendak melihat langsung kondisi pasca kerusuhan pada Rabu (14/4). Pengunjung rela berjalan perlahan-lahan menuju lokasi sembari mencium aroma yang dikeluarkan dari bangkai mobil yang dibakar oleh massa. Sejumlah warga juga ada yang mempreteli bangkai mobil yang terbakar dalam aksi kerusuhan tersebut, bahkan mobil water canon milik Polri tidak luput dipreteli oleh warga. antara
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer