Home » » Polsek Kodeoha Tahan Empat Pelaku Hipnotis

Polsek Kodeoha Tahan Empat Pelaku Hipnotis

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 11 April 2010 | 1:14 AM

Kabar Sulawesi (Ujungpandang ekspres online Sabtu, 10-04-2010) -  Kolaka Utara : Polsek Kodeoha, akhirnya berhasil membekuk empat dari lima gerbong hipnotis yang selama ini merajalela di Kolaka.

Perisitiwa ini terjadi saat lima pelaku hipnotis yang mengendarai roda empat Toyota Kijang Avansa dengan plat pol hitam DD 1469AF. Nova yang menjadi korban lima pelaku hipnotis telah mulai mempreteli barang-barang korban berupa kalung emas seberat 50 gram, serta uang tunai sebanyak 300 ribu rupiah setelah singga istirahat di rumah makan Desa Kamisi

Kecamatan Kodeoha. Nova warga Malili Sulsel menunggu Mobil Batutumonga tujuan Kendari, namun tiba-tiba melintas Abbas cs dengan mengendari Avansa yang juga tujuan Kendari menawarkan tumpangan kepada korban. Korban baru tersadar setelah ditinggalkan di rumah makan Desa Kammisi. "Saya dimana ini sekarang dan kalungku dimanami," kata Nova dengan kaget tidak mengetahui keberadaannya.

Wandi, sang pemilik rumah makan mengetahui hal itu langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kodeoha yang tidak jauh dari tempatnya. Seketika itu juga aparat Polsek langsung melakukan pengejaran kepada dan akhirnya empat pelaku dibekuk di Desa Lametuna.  "Empat pelaku kami sudah tahan, dan satunya lagi bernisial Abbas melarikan diri. Kami sudah melakukan pengejaran di lapangan," kata Kapolsek Kodeoha, Ipda Sarwo Agung, kepada Upeks kemarin di ruang kerjanya. Menurut Kapolsek, pelaku yang melarikan diri diperkirakan lari diatas pegunungan Sawangaoha. (pil)
  
Dua PNS Unhalu Dicurigai Makelar Ijazah Palsu

Kabar Sulawesi (Selasa, 6 April 2010 08:58:38 - admin kendaripos online) – Kendari :      Kasus penggunaan ijazah palsu pada penerimaan CPNS tahun 2009 terus dikembangkan penyidik Polda Sultra. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 10 pengguna ijazah palsu dari dua kabupaten yakni 5 di Bombana dan 5 lainnya dari Buton Utara.

Tak hanya pengguna ijazah yang masuk proses penyelidikan pihak kepolisian, namun oknum-oknum yang terlibat dalam penerbitan ijazah palsu tersebut. Sebanyak lima orang yang ditengarai terlibat sebagai makelar (pengurus) ijazah palsu yakni 2 orang PNS Unhalu, satu PNS Bombana, dan dua orang pengelola Unisbun.
Dua orang PNS Unhalu yang kini menjadi terlapor dugaan kasus pemalsuan ijazah melalui laporan polisi nomor 68/III/2010 tertanggal 19 Maret 2010 bernama Aprianto dan Theresia. Sedangkan, oknum PNS Bombana yang diduga terlibat dalam pengurusan ijazah palsu bernama Andi Rum dan dua orang lainnya adalah pengelola Unisbun yakni Drs. R. Abd Rifai, BCHK., MBA., yang kini menjabat Rektor Unisbun serta pengelola Unisbun lainnya bernama Dra Saliha La Sope.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. H. Moch. Fahrurrozi mengatakan, kasus penggunaan ijazah palsu pada penerimaan CPNS 2009 terus diungkap oleh pihak kepolisian. Oknum-oknum yang diduga terlibat sebagai makelar dan pembuat ijazah palsu juga sudah dalam penyelidikan dan penyidikan.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap keterlibatan oknum-oknum tersebut. Termasuk oknum PNS Unhalu yang terindikasi terlibat dalam kasus penerbitan ijazah palsu yang mengatasnamakan Universitan Haluoleo Kendari," terang AKBP Drs. H. Moch. Fahrurrozi, kemarin.
Aprianto dan Theresia dalam laporan polisi diduga terlibat sebagai makelar ijazah palsu yang banyak digunakan di Kabupaten Bombana dan Konawe Utara. Kasus tersebut kini sedang dalam pendalaman penyelidikan untuk memastikan dan membuktikan dugaan tersebut guna proses hukum lebih lanjut. Sementara, untuk pengelola Unisbun, pihak kepolisian masih menunggu keterangan saksi ahli dari Dirjen Dikti Depdiknas dan Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

"Untuk pengguna ijazah palsu, di Bombana yang terungkap baru lima orang. Sedang di Butur juga ada 5 orang dari 15 orang yang terindikasi menggunakan ijazah palsu. Polda Sultra melalui Direktorat Reskrim akan membongkar semua kasus penggunaan ijazah palsu tersebut secara menyeluruh di Sultra dengan meminta kerjasama BKD provinsi dan kabupaten/kota untuk mendapatkan foto copy ijazah yang digunakan saat pendaftaran CPNS 2009," jelasnya.

Di tempat terpisah, dugaan keterlibatan dua oknum PNS Unhalu mendapat respon dari Pembantu Rektor I Unhalu, Ir. H La Sara, Ph.D. Ia menegaskan, dua nama yang ditengarai terlibat sebagai makelar ijazah palsu di lingkup Unhalu yakni Aprianto dan Theresia, tidak tercatat sebagai pegawai negeri pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unhalu. Bahkan, keduanya tidak pernah terdaftar sebagai staf Unhalu. 

"Ada nama Theresia Kategu, salah satu staf administrasi Unhalu, tapi sudah pensiun. Intinya, kita tidak mengenal dua nama tadi. Kalau memang terbukti sebagai staf di lingkup Unhalu, tentu akan ada sanksi tegas menanti," tukas La Sara, kemarin.

Menurut alumnus program doktor di salah satu universitas ternama di Philipina ini, bagi PNS yang terbukti melakukan penyimpangan moral maupun hukum akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. Selain dijatuhi sanksi administrasi, pihak universitas menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

"Sudah pasti, Rektor akan menjatuhkan sanksi pada keduanya kalau  terbukti sebagai pegawai Unhalu. Kita sudah berupaya mengembalikan citra Unhalu supaya memiliki citra positif, tentu dengan temuan indikasi adanya mobilisasi ijazah palsu dari intern Unhalu bisa membantu image universitas," ujarnya.(rif/emi/ong)


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer