Home » » Ditemukan Makam Kuno Di Lalabata Barru Dan Suku Tobalo

Ditemukan Makam Kuno Di Lalabata Barru Dan Suku Tobalo

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 24 Mei 2010 | 9:11 PM


Kabar Sulawesi : Dikatakan dari 30 buah makam kuno yang telah ditemukan.ada tujuh diantaranya yang sudah dipasanng kembali namun dari tujuh makam yang telah dipasang ada dua makam yang sebagian  bahannya sudah tidak utuh lagi sehingga perlu dicari bahan penganti yang ukuran serta warna bahannya kurang lebih sama.” Saat ini kita masih melakukan uji laboratorium untuk menentukan di mana bahan-bahan yang kurang lebih sejenis bisa diambil melengkapi beberapa bagian makam kuno yang hilang”,ungkapnya. Ekskavasi saat ini masih terus berlangsung dengan melibatkan arkeolog maupun tenaga ahli dari Balai Pelestarian Purbakala Makassar. 




30 Makam Kuno Ditemukan di Barru

BARRU, TRIBUN-TIMUR.COM - Tim Ekskavasi Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala Makassar kembali menemukan 22 buah makam kuno di Laponcing, Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau.
Pencarian dan pemugaran dilakukan sejak Maret hingga saat ini. Total makam yang telah ditemukan sebanyak 30 buah.

Pemerintah Kabupaten Barru dalam situsnya, Senin (24/5/2010), menyebutkan, ekskavasi saat ini masih terus berlangsung dengan melibatkan arkeolog dan tenaga ahli dari Balai Pelestarian Purbakala Makassar.
Dari 30 buah makam kuno yang telah ditemukan, ada tujuh di antaranya yang sudah dipasang kembali. Namun dari tujuh makam yang telah dipasang ada dua makam yang sebagian  bahannya sudah tidak utuh lagi sehingga perlu dicari bahan penganti yang ukuran serta warna bahannya kurang lebih sama

Sementara itu Dinas Kominfo Budpar Kabupaten Barru Drs.H.Baharuddin J mengatakan Situs Makam Petta Pallase-laseE tempat ditemukannya sejumlah makam kuno akan dijadikan sebagai kawasan wisata sejarah budaya.

Beberapa kegiatan pelestarian sudah dilakukan kawasan itu diantaranya pembuatan pintu gerbang Makam serta pemagaran dan pembuatan talud serta jalan setapak disamping itu juga sudah dibuatkan tempat parkir bagi pengunjung serta toilet dan beberapa buah gazebo.(*)

MENGUNGKAP TEMUAN MAKAM KUNO DI LALABATA

Ekskavasi dan pemugaran yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar bekerjasama dengan Dinas Kominfo Budpar Barru di Laponcing Desa Lalabata Kecamatan Tanete Rilau sejak bulan maret lalu hingga saat ini telah menemukan 30 buah makam kuno dimana pada minggu lalu tim ekskavasi Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala Makassar telah menemukan 22 buah.
Ekskavasi saat ini masih terus berlangsung dengan melibatkan arkeolog maupun tenaga ahli dari Balai Pelestarian Purbakala Makassar.
Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar Drs.A.Muhammad Said M.Hum didampingi Muhammad Nasir salah seorang stafnya mengatakan hingga saat ini ekskavasi masih terus berlanjut karena pada saat dilakukan penggalian beberapa bagian makam muncul ke permukaan sehingga pengalian terus dilakukan untuk menemukan bentuk utuh dari makam itu.
Dikatakan dari 30 buah makam kuno yang telah ditemukan.ada tujuh diantaranya yang sudah dipasanng kembali namun dari tujuh makam yang telah dipasang ada dua makam yang sebagian  bahannya sudah tidak utuh lagi sehingga perlu dicari bahan penganti yang ukuran serta warna bahannya kurang lebih sama.” Saat ini kita masih melakukan uji laboratorium untuk menentukan di mana bahan-bahan yang kurang lebih sejenis bisa diambil melengkapi beberapa bagian makam kuno yang hilang”,ungkapnya.
Sementara itu Dinas Kominfo Budpar Kabupaten Barru Drs.H.Baharuddin J mengatakan Situs Makam Petta Pallase-laseE tempat ditemukannya sejumlah makam kuno akan dijadikan sebagai kawasan wisata sejarah budaya.Beberapa kegiatan pelestarian sudah dilakukan kawasan itu diantaranya pembuatan pintu gerbang Makam serta pemagaran dan pembuatan talud serta jalan setapak disamping itu juga sudah dibuatkan tempat parkir bagi pengunjung serta toilet dan beberapa buah gazebo.(admin)
Bupati Barru, H. Andi Muhammad Rum meninjau lokasi ditemukannya sejumlah makam kuno di Laponcing desa Lalabata. selain Bupati Barru, juga hadir Ketua Komisi C DPRD Barru, Drs. ABD Salam Harda, Kadis Kominfo Budpar Barru, Drs. H. Baharuddin J, Kepala Museum kota Makassar, Prof. DR. A. Ima Kesuma, Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Drs. AM Said, M.Hum, serta Camat Tanete Rilau, M. Fadly AR Pawae.
H..Andi Muhammad Rum ketika meninjau lokasi menyempatkan diri berbincang-bincang dengan tim eksavasi. ia menyambut baik upaya penyelematan benda-benda cagar budaya yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar dan berharap agar upaya penilitian dan perluasan eksavasi bisa terus ditindaklanjuti, guna mengungkap tabir mengenai nilai-nilai budaya maupun asal-usul benda-benda yang ditemukan serta peristiwa apa yang pernah terjadi pada kawasan situs. ia berharap pula ke depan, koordinasi dan kerjasama dengan semua pihak perlu lebih ditingkatkan, sehingga warisan budaya tersebut dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Budaya Barru: Selain Dari tiga Jenis Obyek Wisata yang ada di Barru terdapat juga suku To Balo (Orang Belang) merupakan bagian dari komunitas suku To Bentong  yang menurut legenda hanya ada di kabupaten Barru.Suku ini berdiam di Desa Bulo- Bulo Kecamatan Pujananting , bahasa yang digunakan adalan bahasa Bentong, keunikan dari suku ini jumlahnya tidak lebih dari 9 orang.

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer