Home » » Hasyim Muzadi Tak Yakin Teroris Targetkan Bunuh SBY Ulah Densus 88 yang Main Tembakpun Dikecam

Hasyim Muzadi Tak Yakin Teroris Targetkan Bunuh SBY Ulah Densus 88 yang Main Tembakpun Dikecam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 16 Mei 2010 | 9:07 PM

Kabar Sulawesi : Kabar Sulawesi Dikatakan Kiai Hasyim, dengan perilaku asal tembak mati terhadap teroris, telah menghpus nama baik atau prestasi Indonesia masa lalu, yang memproses teroris melalui pengadilan. ''Padahal AS sendiri sudah memperbaiki caranya melawan terorisme menjadi lebih manusiawi. Sementara Indonesia semakin buruk cara memberantas teroris dan sangat berbeda dengan pemberantasan koruptor kelas kakap,'' tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Kiai Hasyim, memberantas terorisme di Indonesia tidak bisa hanya dilakukan negara, tapi harus melibatkan partisipasi rakyat melalui gerakan nasional antiterorisme. Menurutnya, ada beberapa aspek penting untuk menangkal terorisme di Indonesia. ''Pertama, aspek ideologi dan agama. Dalam hal ini, ormas Islam dan tokoh lintas agama harus dilibatkan. Ini wilayah NU, Muhamadiyah dan lintas agama. Mereka harus dilibatkan,'' papar Kiai hasyim.


Hasyim Muzadi Tak Yakin Teroris Indonesia Targetkan Bunuh SBY


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden World Conference on Religions and Peace (WCRP), KH Hasyim Muzadi, menegaskan bahwa dirinya tak yakin kalau terorisme di Indonesia mempunyai target membunuh Presiden SBY. ''Karena faset terorisme adalah ektremitas ideologi dan perlawanan global terhadap Amerika. Belum tampak urusannya dengan SBY,'' tegas Kiai Hasyim di Jakarta, Ahad (16/5).

''Apalagi Polri dengan arogan langsung menembak mati teroris tanpa bisa ditanya apa benar mereka teroris dan rilis ancaman kepada SBY hanya oleh Polri sendiri, bukan oleh sisa teroris yang ditangkap,'' tambah Kiai Hasyim.

Dikatakan Kiai Hasyim, dengan perilaku asal tembak mati terhadap teroris, telah menghpus nama baik atau prestasi Indonesia masa lalu, yang memproses teroris melalui pengadilan. ''Padahal AS sendiri sudah memperbaiki caranya melawan terorisme menjadi lebih manusiawi. Sementara Indonesia semakin buruk cara memberantas teroris dan sangat berbeda dengan pemberantasan koruptor kelas kakap,'' tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Kiai Hasyim, memberantas terorisme di Indonesia tidak bisa hanya dilakukan negara, tapi harus melibatkan partisipasi rakyat melalui gerakan nasional antiterorisme. Menurutnya, ada beberapa aspek penting untuk menangkal terorisme di Indonesia. ''Pertama, aspek ideologi dan agama. Dalam hal ini, ormas Islam dan tokoh lintas agama harus dilibatkan. Ini wilayah NU, Muhamadiyah dan lintas agama. Mereka harus dilibatkan,'' papar Kiai hasyim.

Aspek kedua dan ketiga, katanya, adalah pendekatan kewilayahan atau zona dan pendekatan intelijen. ''Pendekatan kewilayahan ini bisa kewenangan departemen dalam negeri. Karena mereka bergerak 'di bawah tanah', jangan ditempuh 'di atas tanah','' katanya.

Pendekatan keempat dan kelima, imbuhnya, adalah pendekatan keamanan dan hukum. ''Kelima aspek ini harus digabungkan jadi satu untuk membangkitkan partisipasi rakyat dalam gerakan nasional antiteror,'' tegas Kiai Hasyim.

Red: Siwi Tri Puji.B Rep: Rahmat Santosa Basarah http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/05/16/115783-hasyim-muzadi-tak-yakin-teroris-indonesia-targetkan-bunuh-sby


Ulah Densus 88 yang Main Tembak Dikecam


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, mengritik tindakan Densus 88 yang ringan tangan menembak hingga mati tersangka teroris. Tindakan brutal itu dinilai tak membuahkan solusi untuk mengentaskan terorisme.

''Penembakan terhadap mereka yang diduga teroris justru akan meniadakan info untuk membongkar jaringan teroris,'' sesalnya Haris,Ahad (16/5).

Apalagi,imbuhnya, korban yang tertembak itu masih diduga sehingga belum terbukti lewat proses peradilan yang adil. Ia menilai, tindakan aparat keamanan yang semena-mena, justru hanya membuat Polri krisis profesionalisme dan kredibilitas.

''Menumpas teroris adalah sebuah keharusan. Namun, usaha tersebut harus sesuai prinsip hukum yang baik dan menjamin tidak ada hak asasi yang terlanggar,'' cetus Haris.

Haris menambahkan, penembakan terhadap orang-orang yang diduga teroris hanya boleh dilakukan jika para polisi dalam posisi terancam jiwanya saat melakukan penangkapan. Seharusnya, kalau Polri serius dalam membasmi terorisme maka harus berusaha keras menangkap para teroris dengan bekal penerapan hukum yang baik.




























































Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer