Home » » Kafe di Laguna Makassar di Rusak Sejumlah Oknum

Kafe di Laguna Makassar di Rusak Sejumlah Oknum

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 07 Mei 2010 | 10:39 AM

Kabar Sulawesi – Makassar : Sejumlah warga menyaksikan puluhan pelaku turun ke Jalan Penghibur menggunakan dua mobil truk dan satu unit pik up. Setelah itu semua pelaku menyebar dan mengobrak-abrik sejumlah kafe di kawasan itu. pada saat bersamaan puluhan pria bertubuh tegap ini juga merusak lokasi kafe dan resto balleZZa di Jalan Penghibur. Dua jam sebelumnya, tepatnya pukul 23.00 Wita,pelaku yang sama juga melakukan penyisiran dan perusakan sejumlah rumah warga di Jalan Rajawali Lorong 13/B, Kecamatan Mariso, yang tepat berada di belakang Kafe Laguna.


Pria Berambut Cepak Serang Kafe Laguna

MAKASSAR (SI) – Puluhan kios pedagang di Kafe Laguna, Jalan Penghibur, Kecamatan Mariso, porak-poranda setelah diserang sekelompok pemuda berambut cepak dini hari kemarin.
Belum ada keterangan resmi soal motif penyerangan yang melibatkan puluhan pemuda berbadan tegap itu. Namun, kuat dugaan aksi brutal tersebut ada kaitannya dengan tewasnya anggota Batalion Kavaleri 10/Serbu Kodam VII/Wirabuana Praka Usman Lembo,30,akibat ditikam di Kafe Laguna,Selasa (4/5) dini hari lalu. Sayangnya,spekulasi ini buruburu dibantah Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Chaerul Anwar.“ Tidak usahlah dikaitkan.Tolong dibantu yah agar Makassar aman,”kata Chaerul Anwar kepada Seputar Indonesia (SI), tadi malam.

Berdasarkan pantauan SI di TKP dini hari kemarin, amukan puluhan pemuda berambut cepak itu mengakibatkan rusaknya sejumlah sepeda motor yang terparkir di sekitar Kafe Laguna.Tidak itu saja, pelaku juga menganiaya para pedagang kios dan pengunjung Kafe Laguna yang melintas di kawasan tersebut saat kejadian berlangsung. Belum diketahui pasti jumlah kerugian yang diderita para pedagang kios dan pemilik kafe,akibat insiden yang terjadi sekitar pukul 01.15 Wita itu.

Bahkan, pada saat bersamaan puluhan pria bertubuh tegap ini juga merusak lokasi kafe dan resto balleZZa di Jalan Penghibur. Dua jam sebelumnya, tepatnya pukul 23.00 Wita,pelaku yang sama juga melakukan penyisiran dan perusakan sejumlah rumah warga di Jalan Rajawali Lorong 13/B, Kecamatan Mariso, yang tepat berada di belakang Kafe Laguna.

Saksi mata menyebutkan, sebelum penyerangan tersebut, sejumlah warga menyaksikan puluhan pelaku turun ke Jalan Penghibur menggunakan dua mobil truk dan satu unitSaksi mata menyebutkan, sebelum penyerangan tersebut, sejumlah warga menyaksikan puluhan pelaku turun ke Jalan Penghibur menggunakan dua mobil truk dan satu unit pikap. Setelah itu semua pelaku menyebar dan mengobrak-abrik sejumlah kafe di kawasan itu. Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Hari Krisnomo yang dikonfirmasi tadi malam, secara tegas membantah kalau penyerangan tersebut dikaitkan dengan keterlibatan prajurit TNI AD.

“Bisa saja ini dilakukan TNI atau bukan TNI. Namun, jangan langsung menuduh dulu, karena sampai saat ini kami belum mendapatkan kepastian kalau hal tersebut benar-benar dilakukan oleh anggota TNI,” jelasnya kepada SI kemarin. Menurut jenderal bintang dua ini, pasca kejadian tersebut pihaknya telah melakukan apel pasukan untuk mengecek siapasiapa saja prajuritnya yang tidak hadir. Hal tersebut termasuk dilakukan di Batalion Kavaleri 10/Serbu.

“Saya langsung perintahkan semua satuan untuk apel luar biasa pada malam itu juga, tepatnya pukul 00.30 Wita.Semua anggota hadir dan tidak ada yang berkurang. Kalau ada yang melihat truk TNI, itu setelah kejadian,” ujar Hari kepada SI. Dia menambahkan, saat ini kasus tersebut masih diselidiki oleh aparat kepolisian dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) VII/6 Makassar untuk mendalami siapa sebenarnya pelaku yang melakukan penyerangan.

Meski demikian,Hari berjanji akan menindak secara tegas jika ditemukan bukti keterlibatan oknum anggotanya dalam kasus itu. “Kalau itu dilakukan TNI, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan segara ambil tindakan,” tegasnya. Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Chaerul Anwar yang dimintai tanggapannya mengenai insiden ini, enggan berspekulasi tentang kemungkinan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam penyerangan Kafe Laguna, baleZZa, serta rumah warga di Jalan Rajawali. “Belum bisa dipastikan apakah pelakunya TNI atau bukan.

Sekarang ini polisi dan POM masih menyelidiki dan mengembangkan siapa pelakunya,” kata perwira menengah (Pamen) Polri ini. Salah satu korbannya, yakni Sufardi,25,warga Komp Minasaupa yang mengalami pendarahan pada bagian kepala dan keningnya setelah dikeroyok para pelaku. Saat itu dia tengah berada di samping balleZZa dan tiba-tiba diserang serta dianiaya.

Sementara itu, Syaiful, 25, seorang pengusaha kafe di Laguna mengungkapkan, dirinya menyaksikan kedatangan pelaku dengan mengendarai dua truk,sementara pelaku lainnya datang dengan menggunakan kendaraan bermotor. GM balleZZa Boedhie Waloejo menuturkan, beberapa orang berpakaian preman dan berambut cepak mondar-mandir di depan belleZZa menggunakan mobil pikap, lalu menyerang
Sejumlah pengunjung yang berada di tempat itu lari menyelamatkan diri karena takut terkena sabetan parang dan badik. Sementara itu, sekitar pukul 04.00 Wita kemarin, gabungan petugas Polsekta Mariso dan Polresta Makassar Barat berhasil meringkus Dewa, 30, yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang membuat tewasnya Praka Usman. Pria ceking ini diamankan di lokasi persembunyiannya di Kecamatan Galesong Selatan,Kabupaten Takalar. (muh syahrullah/wahyudi)


2 Pemuda Bakar 3 Kafe Pantai Laguna

INILAH.COM, Makassar - Tiga kafe di Pantai Laguna, Makassar, Jumat (7/5)sekitar pukul 02.00 WITA, dibakar oleh dua orang tidak dikenal dan diduga sebagai rentetan dari kasus yang menimpa seorang anggota aparat keamanan.

Informasi yang dihimpun di lapangan ketiga kafe yang dibakar oleh dua pemuda itu adalah Kafe Donald, Box dan Losari Indah.

Seorang saksi mata, Jufri, yang juga petugas keamanan, Pantai Laguna, mengaku melihat dua orang pemuda membawa jeriken untuk kemudian membakar kafe.

Jufri mengungkapkan kedua orang pembakar kafe berperawakan tinggi, kurus, berambut panjang dan mengenakan jaket kulit hitam.

Selain membawa jeriken yang diduga berisi minyak tanah, pelaku juga membawa bom molotov.
"Kejadiannya begitu cepat dan saya melihat secara samar-samar ada dua orang yang mengendarai sepeda motir Suzuki Shogun berwarna hitam sambil membawa jeriken," ungkapnya.

Para pengunjung kafe panik seketika dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran serta Penanggulangan Bencana Alam.

Tujuh unit mobil pemadam kebakaran bergegas enjinakkan api yang sedang berkobar dan beruntung api yang membakar tiga cafe tidak menjalar ke kafe lainnya. [*/bar]
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer