Home » » SBY Gagal Menekan Angka Pengangguran, Cuma Turun 0,73% ?

SBY Gagal Menekan Angka Pengangguran, Cuma Turun 0,73% ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 10 Mei 2010 | 4:08 PM


Kabar Sulawesi : Disela isak tangis dan depresi para siswa yang tidak lulus UAN tahun ini, karena mungkin terbayang masa depan suram dan menjadi penganggurean, ternyata, Pemerintahan  SBY yang merupakan bemper dari sejumlah Partai Koalisi untuk mengawal pembangunan Indonesia Bersatu, dianggap gagal menekan angka pengangguran, utamanya angka pengangguran terbuka.




 JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2010 cuma turun 0,73% dari 8,14% pada Februari 2009. Dengan begitu, saat ini TPT di Indonesia mencapai 7,41% atau sekitar 8,6 juta orang.

Kendati TPT turun tipis, Kepala BPS Rusman Heriawan menuturkan, jumlah angkatan kerja di Indonesia mengalami kenaikan, yaitu 116 juta orang atau meningkat 2,26 juta orang pada Februari 2010 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 113,74 juta orang. “Artinya, jumlah penduduk yang bekerja berdasarkan survei BPS Februari 2010 lalu mencapai 107,41 juta orang,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/5).

Berdasarkan lapangan pekerjaan utamanya, menurut dia, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari tahun ini mengalami kenaikan dengan kontribusi terbesar penyerapan tenaga kerjanya berasal dari sektor jasa kemasyarakatan, industri, dan perdagangan.

Pekerja sektor jasa kemasyarakatan naik menjadi 15,62% pada Februari 2010 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 13,61%. Adapun sektor industri naik menjadi 13,05% dari sebelumnya 12,62%, dan sektor perdagangan menjadi 22,21% dari sebelumnya 21,84%.

“Sementara itu, sektor-sektor lapangan pekerjaan lainnya malah mengalami penurunan, seperti pertanian, transportasi, pergudangan dan komunikasi,” ujar Rusman.

Christine Novita Nababan
 http://www.kontan.co.id/index.php/nasional/news/36132/Pengangguran-di-Indonesia-Cuma-Turun-073



JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama (Januari-Maret) 2010 mencapai 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, atau meningkat 1,9% dibandingkan triwulan IV 2009.

Berdasarkan laju pertumbuhan tahunannya (year on year), Kepala BPS Rusman Heriawan katakan, kontibutor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 9,3%.
"Ini fenomena luar biasa di mana sektor perdagangan menjadi primadona yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, utamanya karena didorong peningkatan ekspor dan impor," ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (10/5).

Namun, sambung dia, jika dilihat pertumbuhan ekonomi triwulan I 2010 terhadap triwulan IV 2009, sektor pertanian memberi sumbangan terbesar, yakni 18,1%. Peningkatan tajam sektor pertanian ini karena terjadi pergeseran puncak musim panen. "Tahun lalu, puncaknya terjadi pada Maret, tahun ini masa panen masih berlangsung hingga April 2010," terang Rusman.

Sektor lain yang menyumbang pertumbuhan adalah sektor keuangan, realestat, jasa perusahaan sebesar 2,5%, sektor pengangkutan dan komunikasi 1,5%.

Christine Novita Nababan
http://www.kontan.co.id/index.php/nasional/news/36120/BPS-Ekonomi-Nasional-Triwulan-I2010-Tumbuh-57

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer