Home » » Stres Suami Membacok 3 Anggota Keluarganya

Stres Suami Membacok 3 Anggota Keluarganya

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 24 Mei 2010 | 9:26 PM


 Kabar Sulawesi : Sasaran pertamanya adalah Panno. Melihat pembantaian itu, Ati mencoba menolong Panno, tapi tak ayal dia juga menjadi sasaran amukan. Keriuhan di rumah panggung itu membuat Kardi terjaga dan mencoba melerai untuk menghentikan aksi membabi buta ayahnya itu Empat warga yang kritis kemudian dilarikan warga ke rumah sakit. Misbawati mengatakan, selama ini pelaku dikenal sopan dan tidak pernah berlaku kasar sehingga warga heran kalau Samad berlaku nekat.





Stres,Suami Bacok Istri, Anak,dan Nenek 

BULUKUMBA (SI) – Diduga stres,Samad,47,warga Dusun Dabongki, Desa Gunturu,Kecamatan Herlang,Kabupaten Bulukumba, tega membacok tiga anggota keluarganya sekitar pukul 03.00 Wita kemarin.

Akibatnya, nenek mertuanya bernama Panno, 80, tewas mengenaskan dengan tebasan parang di leher, dua jari nyaris putus, serta luka di sekujur tubuhnya. Tak hanya itu, istrinya,Ati, 40, dan anaknya,Kardi,19,menderita luka serius di sekujur tubuhnya. Ati terkena tebasan parang di pergelangan tangan kirinya hingga nyaris putus. Sementara Kardi menderita luka menganga di kepala bagian belakang. Insiden nahas pada dini hari itu bermula saat Samad mengamuk. Sasaran pertamanya adalah Panno. Melihat pembantaian itu, Ati mencoba menolong Panno, tapi tak ayal dia juga menjadi sasaran amukan. Keriuhan di rumah panggung itu membuat Kardi terjaga dan mencoba melerai untuk menghentikan aksi membabi buta ayahnya itu.

Namun sayang, Samad yang sudah gelap mata juga menjadikan anaknya yang baru lulus SMA itu, sebagai sasaran berikutnya. Tiga korban langsung terkapar bersimbah darah. Tindakan nekat Samad tidak berhenti sampai di situ.Dia kemudian mencoba mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri. Salah seorang tetangga korban Misbawati mengatakan, mereka mengetahui kejadian itu saat mendengar teriakan minta tolong Kardi.Namun,warga yang datang ke lokasi tidak bisa berbuat banyak karena pelaku terus mengamuk sehingga warga takut mendekat. ”Warga baru bisa mendekat setelah pelaku menggorok lehernya hingga tidak sadarkan diri,” kata Misbawati yang ditemui di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Sultan Daeng Radja,Bulukumba,kemarin.

Empat warga yang kritis kemudian dilarikan warga ke rumah sakit. Misbawati mengatakan, selama ini pelaku dikenal sopan dan tidak pernah berlaku kasar sehingga warga heran kalau Samad berlaku nekat. Saat ini Samad, Ati, dan Kardi masih dirawat di UGD.Sementara Panno, korban tewas, kemarin sudah dibawa pulang ke rumahnya untuk dimakamkan. Dari informasi yang dihimpun Seputar Indonesia (SI), Samad diduga mengalami tekanan jiwa atau stres karena salah satu ternak sapinya mati saat beranak beberapa waktu lalu. Apalagi, sapi tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba. Beberapa waktu lalu Samad pernah sakit dan dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Herlang selama seminggu. Kapolsek Herlang AKP Nur Alam membenarkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tindakan nekat yang dilakukan pelaku diduga karena pelaku mengalami stres.

”Kami mengamankan barang bukti berupa parang yang dipakai pelaku. Polisi hingga kini belum dapat memintai keterangan para saksi yang melihat langsung kejadian itu karena masih di rawat,” kata Nur Alam kepada wartawan, saat dihubungi kemarin. Dia mengatakan, hasil penyelidikan sementara petugas, perbuatan pelaku disebabkan pelaku stres lantaran ternak sapinya mati setelah beranak. ”Kami masih terus melakukan pengembangan di lokasi, termasuk meminta keterangan tetangganya,” kata Nur Alam.

Kecewa
Sementara itu, warga Desa Gunturu kecewa atas pelayanan Puskesmas Herlang yang terkesan mengabaikan para korban yang sudah kritis. Menurut Andi Zainuddin, seorang warga, petugas Puskesmas mau mengantar para korban yang terluka di RSU setelah dibayar. “Sopir ambulans Puskesmas Herlang meminta bayaran sebesar Rp350.000 dan baru mau mengantar setelah dibayar,”katanya. Zainuddin mengatakan, apa yang dilakukan petugas Puskesmas sudah tidak berpihak kepada rakyat. Padahal, sudah digalakkan kesehatan gratis kepada masyarakat.

”Kami berharap kepada Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali segera memberikan tindakan tegas kepada petugas di Puskesmas Herlang yang telah mementingkan uang ketimbang membantu masyarakat,” kata Zainuddin. (baharuddin)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer