Home » » Udju Djuhaeri Divonis Dua Tahun Penjara

Udju Djuhaeri Divonis Dua Tahun Penjara

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 17 Mei 2010 | 12:39 PM


Kabar Sulawesi : Majelis hakim menguraikan, anggota DPR RI periode 1999-2004 dari fraksi TNI/Polri, Udju Djuhaeri menerima suap Rp500 juta yang diduga terkait dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Goeltom. Udju menerima uang tersebut bersama dengan rekannya yang juga anggota Komisi IX DPR RI, R. Sulistyadi, Darsup Yusup dan Suyitno. Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Udju Djuhaeri Divonis Dua Tahun Penjara

Jakarta (ANTARA) - Mantan anggota DPR RI Udju Djuhaeri divonis dua tahun penjara karena terbukti menerima suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Goeltom.
"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Nani Indrawati saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin.
Putusan itu lebih ringan daripada tuntutan tim penuntut umum yang menuntut hukuman penjara selama tiga tahun.
Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.
Majelis hakim menguraikan, anggota DPR RI periode 1999-2004 dari fraksi TNI/Polri, Udju Djuhaeri menerima suap Rp500 juta yang diduga terkait dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Goeltom.
Udju menerima uang tersebut bersama dengan rekannya yang juga anggota Komisi IX DPR RI, R. Sulistyadi, Darsup Yusup dan Suyitno.
Udju bersama rekannya itu mengikuti proses pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 8 Juni 2004. Para calon Deputi Gubernur Senior BI yang mengikuti pemilihan itu adalah Miranda S Goeltom, Budi Rochadi dan Hartadi A Sarwono.
Pada akhirnya, Miranda memenangkan pemilihan itu melalui mekanisme voting.
Setelah pemilihan selesai, Udju menerima telepon dari seorang bernama Nunun Nurbaeti yang meminta Udju untuk menemui seorang bernama Ahmad Hakim Safari MJ alias Arie Malangjudo di kantor Nunun.
Permintaan itu dipenuhi Udju yang kemudian berangkat bersama ketiga rekannya ke kantor Nunun, PT Wahana Esa Sejati, yang beralamat di Jalan Riau, Jakarta Pusat.
Setelah bertemu Arie Malangjudo di tempat itu, ketiganya menerima sejumlah cek masing-masing senilai Rp500 juta. Menurut majelis hakim, pemberian itu terkait dengan pemilihan pejabat teras BI.
Perbuatan itu merupakan pelanggaran hukum, seperti diatur dalam pasal 11 Undang-undang Pemberantasan
http://id.news.yahoo.com/antr/20100517/tpl-udju-djuhaeri-divonis-dua-tahun-penj-cc08abe.html


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer