Home » » Banjir di Wajo, Warga Tempe Mulai Mengungsi

Banjir di Wajo, Warga Tempe Mulai Mengungsi

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 18 Juni 2010 | 2:23 PM

Kabar Sulawesi : Abdullah, warga Laelo memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang lebih aman. Harta benda miliknya juga sudah dievakuasi. Lantai rumah pria yang berprofesi sebagai nelayan itu sudah terendam dan tidak memungkinkan lagi untuk ditinggali.




Jumat, 18-06-2010
Warga Tempe Mulai Mengungsi
Ketinggian Air Sudah Mencapai Tiga Meter

SENGKANG, BKM -- Banjir yang melanda Kabupaten Wajo semakin parah. Ketinggian air akibat meluapnya Sungai Walanae sudah mencapai tiga meter dan melewati lantai puluhan rumah panggung milik warga.
Akibatnya, puluhan keluarga yang tinggal di Kelurahan Laelo dan Salomenraleng, Kecamatan Tempe terpaksa mengungsi. Ketinggian air diprakirakan masih akan terus bertambah dengan curah hujan yang tetap tinggi di kawasan hulu.

Abdullah, warga Laelo memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang lebih aman. Harta benda miliknya juga sudah dievakuasi. Lantai rumah pria yang berprofesi sebagai nelayan itu sudah terendam dan tidak memungkinkan lagi untuk ditinggali.

"Kita mengungsi karena banjir sudah melewati lantai rumah. Apalagi hujan masih terus turun sehingga kemungkinan air masih akan naik," kata Dauleng, kemarin.

Sementara warga yang lantai rumahnya belum tersentuh air masih memilih bertahan. Dari pantauan BKM, warga memperkokoh rumahnya dengan memasang tiang dari bambu sebagai penyangga. Penyangga ini berfungsi sebagai penahan agar rumah mereka tidak terseret banjir. Selain itu, warga juga memasang beberapa bambu memanjang di atas lantai rumah. Tujuannya untuk mengevakuasi barang jika air melewati lantai rumah.

Kadis Sosial Pemkab Wajo, Andi Tenri Liwang mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan banjir di sekitar Sungai Walannae. Pemerintah juga telah memberikan bantuan sembako kepada 800 warga. Selain itu, menyiapkan tahap-tahap penanggulangan banjir sampai evakuasi jika kondisinya dianggap sudah parah.

"Kita juga telah membagikan 4 ribu batang bambu yang digunakan sebagai penyangga rumah agar tidak terseret banjir. Kita terus melakukan pemantauan dan sebagian warga telah mengungsi," urainya.



Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer