Home » » Bantu Latihan di Aceh, Sonata Diburu

Bantu Latihan di Aceh, Sonata Diburu

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 24 Juni 2010 | 12:55 PM

Kabar Sulawesi : Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror memang sejak lama memburu lagi Sonata. Setelah bebas pada 2009 itu, Sonata diketahui ikut memimpin kelompok teroris yang berlatih militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar.



Bantu Latihan di Aceh, Sonata Diburu

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri memastikan bahwa salah seorang yang ditangkap dari penggerebekan di Klaten, Rabu (23/6/2010), adalah Abdullah Sonata.
Padahal, Sonata sudah berstatus bekas narapidana kasus teroris. Dia pernah ditangkap pada 2 Juli 2005 karena menyembunyikan informasi soal keberadaan Noordin M Top dan Dr Azahari.
Sonata lalu divonis pada 4 Juli 2005 dengan hukuman tujuh tahun penjara. Setelah mendapat remisi total satu tahun, Sonata dibebaskan dari Penjara Cipinang, Jakarta, pada 1 Maret 2009.
Lalu, mengapa dia ditangkap lagi?
Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror memang sejak lama memburu lagi Sonata. Setelah bebas pada 2009 itu, Sonata diketahui ikut memimpin kelompok teroris yang berlatih militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar.
Dalam kelompok Aceh, dia berkoordinasi dengan Dulmatin dan memimpin sejumlah nama, seperti Maulana, Sofyan, Mustakim, Ardi, Mahfud, Yudi, dan Jaja. Sonata diindikasikan turut membantu mencari lokasi pelatihan yang cocok.
Sonata juga tercatat mantan anggota Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) dan pemimpin jihad di Ambon.


Pesawat Polri Bersiap Angkut Jenazah Teroris




VIVAnews -- Satu jenazah yang diduga teroris bernama Yulikarsono, kemarin malam tiba di RS Bhayangkara Polda Yogyakarta di jalan Yogya-Solo, KM 14, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Jenazah tiba dengan menggunakan mobil ambulan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, dengan pengawalan yang cukup ketat oleh aparat yang berpakian sipil namun membawa senjata laras panjang.
Meski banyak petugas yang ada di RS Bhayangkara Polda DIY, namun tak satupun petugas Polri yang bersedia memberikan pernyataan terkait satu jenazah yang tiba di RS Bhayangkara Polda DIY.
Menurut sumber VIVAnews, rencananya jenazah yang diduga kuat bernama Yulikarsono akan disemayamkan dan untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta, pagi atau siang ini, Kamis 24 Juni 2010.
Pihak rumah sakit Bhayangkara Polda DIY juga telah menyiapkan peti mati untuk Yulikarsono. Sedangkan pesawat jenis foker milik Polri yang akan digunakan untuk membawa jenazah menuju Jakarta, saat ini sudah tiba di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
Halindra, Manager Operasional Bandara Adisucipto, Yogyakarta menyatakan, belum mengetahui persis keberadaan pesawat milik Polri yang ada sejak Rabu malam. "Pesawat milik Polri tiba tadi malam sekira pukul 21.30 WIB,"kata Halindra.
Pesawat milik Polri diparkir didekat kargo, namun tidak tahu tujuan kedatangan pesawat itu. Apalagi hingga kini penjagaan di kawasan bandara masih berlangsung normal seperti hari-hari biasanya.
"Saya tidak tahu persis, apakah akan membawa jenazah atau apa, bukan wewenang saya untuk memperluas informasi, karena tidak mudah juga mencari informasi itu dari polisi," ujarnya.
Seperti diketahui, seorang bernama Yulikarsono, diduga sebagai anggota teroris yang berada di bawah pimpinan Abdullah Sonata adalah orang yang tewas dalam penggerebekan di Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, Rabu 23 Juni 2010.
Menurut sumber VIVAnews yang berada di lokasi penggerebekan, aksi penangkapan teroris ini dimulai sejak pukul 16.10 WIB.
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri datang dengan menggunakan Satu mobil Suzuki Carry bok, dua Toyota Innova, dua Toyota Avanza, dan satu mobil jenis sedan. Seluruh mobil berplat B.
Lima menit kemudian, penggerebekan dilakukan dan dimulai dengan lemparan bom asap ke arah rumah oleh petugas. Setelah itu kemudian terjadi aksi baku tembak.



Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer