Home » » Dari Musyawarah Nasional PKS : Kader Harus Konsolidasi

Dari Musyawarah Nasional PKS : Kader Harus Konsolidasi

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 21 Juni 2010 | 2:20 AM

Kabar Sulawesi : "Saya ingin tandaskan bahwa sejak berdiri, PKS tak pernah besar lantaran pimpinannya. Partai ini dibesarkan oleh kader-kadernya di seluruh Indonesia," kata Luthfi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu 20 Juni 2010. Luthfi menegaskan jajaran pengurus pusat partai yang baru dilantik hari ini, tidak akan menjadi orang yang hanya semata-mata mendapatkan kepopuleran pribadi, melainkan bekerja demi kebesaran partai.




Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq


VIVAnews – Dalam pidato politik penutupan Musyawarah Nasional (Munas), Minggu 20 Juni 2010, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyerukan kepada semua kader untuk saling bekerjasama membesarkan partai agar PKS menang di Pemilu 2014.
"Saya ingin tandaskan bahwa sejak berdiri, PKS tak pernah besar lantaran pimpinannya. Partai ini dibesarkan oleh kader-kadernya di seluruh Indonesia," kata Luthfi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu 20 Juni 2010.
Luthfi menegaskan jajaran pengurus pusat partai yang baru dilantik hari ini, tidak akan menjadi orang yang hanya semata-mata mendapatkan kepopuleran pribadi, melainkan bekerja demi kebesaran partai.
Lutfi mengatakan pengurus pusat partai dilantik untuk melayani dan memfasilitasi para kader. Karena itu, kader PKS diminta untuk senantiasa melakukan konsolidasi dan memperkuat gerakan partai.
"Jangan banyak berharap dari kami. Karena justru kamilah yang berharap banyak dari para kader di manapun berada. Tanpa kader sekalian kami ini bukanlah apa-apa," kata luthfi.
Ia menambahkan melalui kerjasama antara pengurus dan kader, maka partai akan bisa mencapai cita-cita bersama yang telah tertuang dalam AD/ART, khususnya untuk meraih kemenangan dalam posisi tiga besar di Pemilu 2014.
"Saya harap stamina tetap bisa terjaga dengan baik. Karena perjuangan masih panjang dan kompetitor semuanya sudah berada di garis start," kata Luthfi.

VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat periode 2010-2015. Pengumuman dilaksanakan sekaligus dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) PKS ke-2 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu 20 Januari 2010.
Setelah nama-nama pengurus diumumkan, mereka langsung didaulat untuk mengucapkan sumpah jabatan dalam bai’at pengurus partai yang dipandu oleh Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminudin. Berikut ini susunan kepenguruan partai yang baru:
-Ketua Majelis Syura: Hilmi Aminudin
-Ketua Dewan Syariah Pusat: Surahman Hidayat
-Sekretaris: Bakrun Syafei
-Ketua Tanfiziyah: Bukhori Yusuf
-Ketua Majelis Pertimbangan Pusat: Untung Wahono
-Sekretaris: Mardani Ali Sera

-Dewan Pengurus Pusat
-Presiden: Luthfi Hasan Ishaaq
-Sekretaris Jenderal: Muhammad Anis Matta
-Wasekjen Bidang Koordinasi Lembaga Tinggi: Ade Barkah
-Wasekjen Bidang administrasi: Budi Hermawan
-Wasekjen Bidang Organisasi: Achmad Chudori
-Wasekjen Bidang Komunikasi Politik: Fahri Hamzah
-Wasekjen Bidang Media: Mahfudz Sidiq
-Wasekjen Bidang Arsip Dan Sejarah: Sitaresmi Soekanto
-Wasekjen Bidang Data Dan Informasi: Riko Desendra
-Wasekjen Bidang Perencanaan: Muhammad Gunawan
-Wasekjen Bidang Protokoler: Budi Dharmawan

-Bendahara Umum: Mahfudz Abdurrahman

Ketua DPP
-Bidang Wilayah Dakwah Sumatera: Chairul Anwar
-Bidang Wilayah Dakwah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten: Ma'mur Hasanuddin
-Bidang Wilayah Dakwah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur: Zuber Safawi
-Bidang Wilayah Dakwah Bali dan Nusa Tenggara: Oktan Hidayat
-Bidang Wilayah Dakwah Kalimantan: Hadi Mulyadi
-Bidang Wilayah Dakwah Sulawesi: Najamudin Marahamid Lubis
-Bidang Wilayah Dakwah Indonesia Timur: Muhammad K Renwarin
-Bidang Kaderisasi: Musyafa Ahmad Rahim
-Bidang Pembangunan Keumatan: Ahmad Zainudin
-Bidang Kepanduan Dan Olahraga: Asep Saefullah
-Bidang Generasi Muda dan Profesi: Taufik Ridho
-Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum, dan Keamanan: Mustafa Kamal
-Bidang Kelembagaan Pendidikan dan Sosial: Deni Tresnahadi
-Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan: Jazuli Juwaini
-Bidang Kewanitaan: Anis Byarwati

Ketua Badan
-Badan Penegak Disiplin Organisasi: Aus Hidayat Nur
-Badan Pengembangan Kepemimpinan: Dwi Triyono
-Badan Pemenangan Pilkada: Muhammad Syahfan Badri Sampurno
-Badan Hubungan Luar Negeri: Budiyanto


Liputan6.com, Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2010-2014 resmi dilantik pada hari terakhir pelaksanaan Musyawarah Nasional atau Munas PKS ke-II di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Ahad (20/6) siang. Struktur Dewan Pengurus Pusat tersebut adalah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Sekretaris Jenderal Anis Matta, serta sembilan Wakil Sekjen sesuai bidang. Kesembilan Wakil Sekjer di antaranya Mahfudz Siddiq sebagai Wakil Bidang Media dan Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman.
Selain itu, juga dilantik Ketua DPP bidang wilayah dakwah dan bidang lainnya, seperti Ketua Bidang Kaderisasi Musyafa Ahmad Rahim, Ketua Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum, dan Keamanan Musthafa Kamal, Wakil Ketua Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum, dan Keamanan Agus Purnomo, serta Ketua Bidang Kewanitaan Anis Byarwati dengan Sekretaris Sarah Handayani. Turut dilantik, empat Ketua Badan yang terdiri atas Badan Penegak Disiplin Organisasi, Pengembangan Kepemimpinan, Pemenangan Pilkada, dan Hubungan Luar Negeri.
Pelantikan pimpinan tingkat pusat ini dilakukanh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan dihadiri ribuan peserta Munas PKS ke-II. Pelantikan sekaligus menandai berakhirnya Munas yang telah diselenggarakan sejak Rabu (16/6) silam. Pelantikan kepengurusan ini ditandai dengan penyerahan bendera PKS sebagai simbol pelaksanaan amanah rakyat.
Munas PKS ke-II membahas sejumlah agenda, yakni perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART serta rencana strategis 2010-2015. Selain itu, agenda penting lainnya adalah memantapkan konsolidasi dan koordinasi internal partai.
PKS bertekad menduduki posisi tiga besar pada Pemilu 2014 mendatang. Pada 2009, PKS menduduki posisi keempat sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak. PKS juga telah menegaskan keterbukaannya untuk semua rakyat Indonesia tanpa membedakan agama yang dianut. Dengan slogan "PKS untuk Semua ", partai yang telah mengikuti tiga pemilu ini membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai kader maupun anggota partai.(BOG/Ant)


Hilmi Aminuddin


VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan apresiasi berupa 'Anugerah PKS untuk Semua' kepada tiga tokoh di luar partai yang dinilai mempunyai prestasi dan pemikiran mereka berguna untuk memajukan masyarakat, Minggu 20 Juni 2010
Ketiga tokoh yang mendapatkan apresiasi dari PKS, yakni Azyumardi Azra (pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah), Ki Manteb Sudarsono (dalang), dan Habiburahman El Shirazy (penulis).
Azyumardi diberi apresiasi karena dia dinilai merupakan tokoh cendekiawan muslim yang memiliki analisa politik yang cerdas, tajam, dan terpercaya.
Sedangkan Ki Manteb Sudarsono mendapat apresiasi karena dia dianggap sebagai seniman yang selalu mengajarkan nilai-nilai budaya yang mengandung falsafah kebajikan dan kebenaran melalui cerita pewayangan.
Habiburahman diberi penghargaan karena dia dianggap sebagai tokoh yang berhasil memberikan nuansa baru bagi dunia sastra dan perfilman Indonesia melalui karya-karyanya.
Penyerahan anugerah PKS dilakukan oleh Ketua Majelis Syura PKS, Hilmi Aminudin, dalam acara penutupan Musyawarah Nasional PKS ke-2 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.


Hilmi Aminuddin


VIVAnews - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminudin mengatakan deklarasi sebagai partai tengah dan terbuka bukan sekadar strategi, tetapi merupakan pelaksanaan ajaran Islam. PKS menerima pluralitas sebagai ketentuan Tuhan bahwa tidak ada keseragaman tetapi keberagaman.
"Itu muncul dari keyakinan dan keimanan," ujar Hilmi di sela-sela Musyawarah Nasional PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu 19 Juni 2010.
Menurut Hilmi eksklusivitas tidak mencerminkan ajaran Islam. PKS, kata Hilmi, sejak awal membuka diri dengan prinsip menjunjung pluralitas. Di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKS, selalu tercantum syarat anggota adalah warga negara Indonesia.
"Dulu tampak eksklusif karena kami sedang membentuk identitas diri," kata Hilmi.
Dalam proses membentuk identitas diri itu, PKS bertemu pengalaman-pengalaman berharga. "Di daerah yang mayoritas nonmuslim misalnya di Irian, banyak tokoh datang menemui Dewan Pimpinan Wilayah," kata Hilmi. PKS lalu mengakomodasi kekhasan lokal itu, sampai muncul anggota DPRD di Papua dari PKS yang tidak beragama Islam.
Selain itu, PKS juga rupanya telah menjalin komunikasi dengan warga keturunan Tionghoa. "Sudah dijalin interaksi dengan induk organisasi mereka. Sebagian suara mereka masuk ke kami," kata Hilmi.
Hal itu untuk pertama kali resmi dibicarakan PKS secara nasional di Musyawarah Kerja Nasional PKS tahun 2008. Barulah pada Munas 2010 ini, PKS meresmikan diri sebagai partai terbuka.
Selain itu, Hilmi menekankan pergeseran partainya dari kanan ke tengah merupakan konsekuensi keterbukaan. PKS menyadari beberapa isu internasional seperti Israel-Palestina membutuhkan tekanan internasional. "Menjalin hubungan dengan Eropa, Australia, China, dan Jerman ini membuktikan kami tidak mau dipinggirkan," ujar Hilmi.
Siang tadi PKS menggelar seminar internasional di arena Munas. Dalam seminar itu hadir Duta Besar Amerika Serikat Cameron Hume yang berbicara refleksi pidato Obama di Kairo pasca inaugurasinya setahun lalu. PKS juga menghadirkan Duta Besar jerman, China dan Australia yang berbicara soal pengelolaan negara multi etnik dan agama. (kd)

TEMPO Interaktif, Jakarta -Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminudin mengatakan diplomasi yang dijalin dengan Amerika Serikat seharusnya tidak menjadi polemik. Dia juga membantah jika PKS hanya dekat dengan Amerika.
PKS kini membuka hubungan diplomatik dengan banyak pihak dari luar negeri. Dia menyebutkan, sudah ada nota kesepahaman antara partainya dengan partai buruh Australia. "Bahkan dengan partai komunis Cina pun kami berkomunikasi," katanya saat menemui wartawan di Musyawarah Nasional Kedua PKS, di Jakarta Sabtu (19/6).
Identitas PKS, kata HIlmi, sudah jelas sebagai partai islam. jadi berdiplomasi dengan Amerika tidaklah menjadikan identitas itu luntur dan kemudian berbalik menjadi dukungan. Soal Palestina, misalnya, PKS tetap akan berjuang untuk kemerdekaannya. Sebab isunya sudah merupakan isu kemanusiaan. "Berdiplomasi bukan berarti setuju dengan Amerika secara keseluruhan," ujarnya.
Hilmi tidak khawatir dengan tudingan jika integritas PKS dipertanyakan dengan menjallin hubungan diplomasi dengan Amerika. Dia mengatakan, PKS berdiplomasi dengan Amerika sebagai bangsa. Bukan dengan rezim pemerintahan. Namun hilmi tidak merinci kerjasama apa saja yang dijalin dengan Amerika.
"Amerika juga bagian dari kemanusiaan," katanya. PKS, tambah dia, "Tidak akan terpengaruhi secara spesifik dengan kelakuan Amerika."
Soal kadernya di daerah, HIlmi yakin mereka akan mengerti soal diplomasi ini. Dia juga mengatakan, kader PKS merupakan kader terbina. Sehingga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. "Jika ini keputusan Majelis Syuro, kader sudah mengetahuinya mau kemana," katanya.
SANDY INDRA PRATAMA

Sumber : Yahoonews (politik)


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer