Home » » Debat Kandidat Calon Bupati Gowa

Debat Kandidat Calon Bupati Gowa

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 15 Juni 2010 | 2:40 PM


Kabar Sulawesi : Emosi Patta Nyonri (sapaan akrab Maddusila) meledak-ledak dan sengaja memancing perhatian Ichsan YL yang terlihat tenang dan tersenyum saja mendengar Andi Maddusila berkali-kali mengungkit persoalan pengosongan Istana Balla Lompoa dari warga yang selama ini menghuni di kompleks istana tersebut.






Selasa, 15-06-2010
Maddusila Ungkit Pengusiran dari Balla Lompoa
Debat Kandidat Calon Bupati Gowa
GOWA, BKM -- Setelah sekian lama menyimpan dendam kesumat terhadap Ichsan YL, akhirnya pada debat kandidat, Senin (14/6), di gedung Haji Bate, Andi Maddusila pun melampiaskan rasa kesalnya terhadap kepemimpinan incumbent, Ichsan Yasin Limpo-Abd Razak Badjidu, selama lima tahun ini.
Saat sesi tanggapan terhadap visi-misi calon bupati yang dipandu moderator Dr Hasrullah (pakar komunikasi Unhas) ini, Andi Maddusila seakan tak menyia-yiakan sesi ini untuk mengemukakan unek-uneknya yang terpendam bertahun-tahun. Akibatnya audiens yang menyaksikan debat tersebut, berbisik-bisik. Pasalnya, sejumlah tanggapan yang dilontarkan putra Raja Gowa ke-36 ini dominan tak sesuai dengan pokok permasalahan yang diajukan moderator.

Dia menilai kepemimpinan incumbent dalam kurun lima tahun ini telah menyisakan sakit bagi rumpun keluarga istana. "Saya diusir dari rumah sendiri," lontar Andi Maddusila kesal.

Emosi Patta Nyonri (sapaan akrab Maddusila) meledak-ledak dan sengaja memancing perhatian Ichsan YL yang terlihat tenang dan tersenyum saja mendengar Andi Maddusila berkali-kali mengungkit persoalan pengosongan Istana Balla Lompoa dari warga yang selama ini menghuni di kompleks istana tersebut.

Meski berupaya tetap tenang dan mengendalikan emosinya, jiwa muda Ichsan ternyata tersikut juga. Saat diberi kesempatan menjawab itu, Ichsan pun menegaskan sebagai Bupati Gowa pada saat itu, pihaknya merasa tidak mengusir keluarga kerajaan. Sebab, posisi Istana Balla Lompoa itu sudah menjadi situs sejarah (museum), maka dihindari adanya penghuni baru yang bakal masuk bermukim di kompleks istana tersebut.

"Saya merasa tidak mengusir siapapun di dalamnya. Dan perlu diingat bahwa istana Balla Lompoa itu bukan warisan, itu situs sejarah. Kebetulan saja, Pak Maddusila hadir saat itu sehingga merasa diusir,�" tandas Ichsan dengan suara agak meninggi. Spontan audiens riuh.

Sejumlah audiens di luar tim pemenangan calon, menilai beberapa kandidat melenceng dari tema debat kali ini yang menyoal demokrasi, politik dan hukum. Buktinya, sejumlah jawaban kandidat dinilai ngawur dan lebih dominan terkait budaya dan kesejarahan.

Dalam debat itu pula, empat kandidat ramai-ramai memberikan jaminan bahwa dirinya siap mundur dari jabatannya jika terpilih nanti seandainya kinerjanya sebagai pemimpin tidak sesuai yang diharapkan.

Calon nomor urut 1, Ahmad Pidris Zain berjanji akan mengundurkan diri pada tahun kedua masa jabatannya kelak. Ichsan malah mengatakan belum pernah ada bupati maupun gubernur di republik ini yang mengajukan surat pengunduran diri sebelum pelantikan kecuali dirinya ketika terpilih pada pilkada 2005.

Andi Mappaturung pun berjanji sama akan mengundurkan diri di awal kepemimpinannya jika kinerjanya tak berpihak ke rakyat. Sementara Andi Maddusila sendiri tak berjanji apa-apa.


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer