Home » » Kejati Kaltim Didesak Usut 2 Kasus Besar

Kejati Kaltim Didesak Usut 2 Kasus Besar

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 18 Juni 2010 | 10:28 AM

Kabar Sulawesi - Kaltim : Dalam waktu hampir bersamaan, sepuluh penggiat Lingkar Hijau Kaltim meminta jaksa ikut mengusut dugaan pembalakan ilegal oleh PT Hartati Jaya Plywood di tepi Sungai Mahakam, Kelurahan Loabakung, Kecamatan Sungaikunjang, Samarinda. Kasus ini sedang didalami penyidik Kepolisian Kota Besar Samarinda.




Kejati Kaltim Didesak Usut 2 Kasus Besar

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sekitar 30 orang dari dua kelompok berbeda berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kamis (17/6/2010). Jaksa didesak mengusut kasus gratifikasi yang melibatkan perusahaan pertambangan dan anggota legislatif serta kasus pembalakan ilegal oleh perusahaan kayu lapis.
Pengunjuk rasa dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim meminta jaksa mengusut kasus pemberian uang 1.000 dollar AS kepada masing-masing 14 anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kaltim dan 500 dollar AS kepada masing-masing empat staf lembaga tersebut.
Uang berasal dari perusahaan tambang batu bara PT Kideco Jaya Agung. Selain itu, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pasir itu juga menanggung tiket pesawat pergi pulang Balikpapan-Jakarta-Seoul dan penginapan dan transportasi selama di Korea Selatan. Semua kenyamanan itu diberikan terkait kunjungan Komisi III ke fasilitas Samcan Co Ltd, pemegang saham mayoritas Kideco, 1-4 Juni.
Jatam Kaltim menilai pemberian itu bermotif suap agar DPRD mengabaikan kasus hukum yang sedang dituduhkan kepada Kideco. Salah satu kasusnya adalah pencaplokan 11,7 hektar cagar alam di Pasir untuk penampungan limbah dan lapangan penumpukan batu bara tanpa izin pinjam pakai Menteri Kehutanan. Kasus ini ditangani Polda Kaltim.
Dalam waktu hampir bersamaan, sepuluh penggiat Lingkar Hijau Kaltim meminta jaksa ikut mengusut dugaan pembalakan ilegal oleh PT Hartati Jaya Plywood di tepi Sungai Mahakam, Kelurahan Loabakung, Kecamatan Sungaikunjang, Samarinda. Kasus ini sedang didalami penyidik Kepolisian Kota Besar Samarinda.
Penyelidikan polisi bermula dari temuan satu rakit berisi 1.991 kayu gelondongan jenis sengon dan jabon di dermaga Hartati di Sungai Mahakam, Mei lalu. Kayu itu dalam surat keterangan asal usul (SKAU) disebutkan ditebang dari keb un-kebun warga di Kecamatan Muarawahau, Kabupaten Kutai Timur.
Polisi menyita kayu itu dengan alasan curiga ada kayu hutan alam di bawah lapisan sengon dan jabon. Kayu hutan tidak bisa diangkut dengan SKAU. Polisi juga curiga dengan legalitas Hartati. Perusahaan ini juga beridentitas Harimas dan Henderson serta surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP) sudah kedaluwarsa. yahooNews

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer