Home » » Muat Rekening Polisi, Majalah Tempo Hilang di Pasaran

Muat Rekening Polisi, Majalah Tempo Hilang di Pasaran

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 29 Juni 2010 | 3:29 PM


Kabar Sulawesi : Majalah Tempo terbaru diborong di tingkat pengecer. Bahkan sejumlah pengcer mengaku tidak kebagian majalah tersebut, saat akan mengambil dari agen. Hilangnya majalah itu di pasaran di Jakarta, diduga diborong oleh pihak tertentu. Seorang penjual menuturkan, majalah Tempo edisi terbaru diborong oleh orang berpakaian safari.

Muat Rekening Polisi, Majalah Tempo Hilang di Pasaran


Liputan6.com, Jakarta: Majalah Tempo yang baru terbit, Senin (28/6), menjadi sulit diperoleh di pasaran. Majalah ini menampilkan cover story bertema "Rekening Gendut Perwira Polisi", lengkap dengan gambar seragam polisi di bagian sampul majalah.
Majalah Tempo terbaru diborong di tingkat pengecer. Bahkan sejumlah pengcer mengaku tidak kebagian majalah tersebut, saat akan mengambil dari agen. Hilangnya majalah itu di pasaran di Jakarta, diduga diborong oleh pihak tertentu. Seorang penjual menuturkan, majalah Tempo edisi terbaru diborong oleh orang berpakaian safari.
Rekening mencurigakan milik sejumlah perwira polisi, bahkan ada jenderal polisi yang memiliki rekening senilai 95 miliar rupiah yang diduga diperoleh dari cara-cara ilegal, memang tengah menjadi sorotan publik. Namun, tidak diketahui pasti apakah hilangnya majalah Tempo terkait dengan isu tersebut.(IDS/AYB)


Dimana Edisi Tempo Terbaru
Liputan6.com, Depok: Menghilangnya majalah Tempo edisi terbaru, "Rekening Gendut Perwira Polisi" di pasaran juga terjadi di Depok, Jawa Barat. Pantauan tim Liputan 6 SCTV, Selasa (29/6), majalah baru tempo tak ada di sejumlah lapak dan agen koran [baca: Muat Rekening Polisi, Majalah Tempo Hilang di Pasaran].
Pun demikian di Tangerang, Banten. Sejumlah pedagang eceran koran dan majalah mengakui, ada orang yang mencari-cari majalah itu sejak pagi hari dan berniat memborongnya. Satu-satunya yang masih menjual adalah Rudi, pedagang majalah. Ia mengakui, sejak pagi seorang berseragam safari mencari majalah dimaksud. Pria itu berniat membeli sebanyak seribu eksemplar.
Hilangnya majalah dari pasaran diduga, ada pihak tertentu yang risi dengan pemberitaan seputar rekening miliaran rupiah milik para jenderal Polri. Terungkapnya rekening mencurigakan berawal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaki Keuangan (PPATK). Data yang dimiliki PPATK sejak 2005 silam menemukan ratusan rekening tidak jelas.
Rekening jenderal Polri di antaranya:
1. Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Budi Gunawan yang membuka rekening Rp 54 miliar. Transaksi ini disebut-sebut yang paling besar. Pada 2006, melalui rekening pribadi dan rekening anaknya, mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu menerima setoran Rp 54 miliar. Antara lain dari sebuah perusahaan properti.
2. Irjen Badrodin Haiti. Diduga Badrodin membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Ia pernah menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.
3. Irjen Mathius Salempang. Ia diduga mempunyai rekening sebesar Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana yang tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening Mathius ditutup dan dipindahkan Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.
4. Irjen Sylvanus Y. Wenas. Dari rekening Sylvanus mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Jumlahnya terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005. Kemudian US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.(AIS)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer