Home » » Pasca Gempa di Mamuju Utara

Pasca Gempa di Mamuju Utara

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 18 Juni 2010 | 11:20 AM


Kabar Sulawesi : Humas Pemkab Matra Saidiman Marto, usai meninjau lokasi gempa ,Kamis, mengatakan, korban gempa di Matra bertambah dari sekitar 30 orang di hari pertama gempa menjadi sekitar 135 orang di hari kedua. Ia mengatakan, korban gempa diantaranya satu orang warga tewas bernama Awal,tertimbun longsor saat menambang pasir saat gempa terjadi.



Seorang Tewas 130 Luka-luka Akibat Gempa Mamuju

Kamis, 17 Juni 2010, 21:17 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,MAMUJU--Jumlah korban luka akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Mamuju Utara, Rabu, terus bertambah setelah pemerintah melakukan penyisiran untuk mencari korban di lokasi gempa di hari kedua.

Humas Pemkab Matra Saidiman Marto, usai meninjau lokasi gempa ,Kamis, mengatakan, korban gempa di Matra bertambah dari sekitar 30 orang di hari pertama gempa menjadi sekitar 135 orang di hari kedua.

Ia mengatakan, korban gempa diantaranya satu orang warga tewas bernama Awal,tertimbun longsor saat menambang pasir saat gempa terjadi.

Sementara empat orang korban lainnya dalam kondisi kritis dan telah dirujuk kerumah sakit DR Wahidin Sudirohusodo Makassar Sulawesi Selatan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sedangkan sekitar 130 orang korban lainnya dalam kondisi patah dan mengalami luka ringan dan dirawat di lokasi gempa oleh tim medis pemerintah kabupaten Matra dan Pemprov Sulbar.

"Dilokasi gempa terdapat puluhan tenda darurat yang dihuni korban luka, mereka kini dirawat tim medis yang diturunkan Pemkab Matra dan Pemprov Sulbar,"katanya.

Menurut dia, saat ini terdapat ratusan warga lainnya korban gempa akibat kehilangan tempat tinggal masih mengundsi di tenda darurat yang jumlahnya puluhan di lokasi gempa yang disiapkan pemerintah
Red: taufik rachman
Sumber: antara

Pascagempa Mamuju, Muncul Semburan Gas dan Api

Rabu, 16 Juni 2010, 19:48 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,MAMUJU--Semburan api disertai gas pasca gempa yang terjadi di Dusun Lambara Desa Kasano Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bermunculan. semburan api disertai gas dari dalam tanah bermunculan diempa
t titik dilokasi gempa, di Desa Dusun Lambara Desa Kasano Kabupaten Matra.

Semburan api tersebut muncul dari bawah tanah yang retak setelah gempa berkekuatan 5,3 skala richter terjadi Rabu sekitar pukul 08.52 WITA, mengguncang Kabupaten Matra.

Gempa di Matra berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di perairan Sulawesi, berlokasi sekitar 91 km di bagian barat daya Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami

"Api muncul dari bawah tanah yang mengalami patahan, patahan tersebut sepanjang 500 meter membelah jalan di lokasi gempa," kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matra, Saidiman Marto yang meninjau lokasi gempa.

Menurut dia, tinggi semburan api yang disertai gas dari dalam tanah tampak mengerikan karena tingginya mencapai tiga meter.

"Semburan api itu muncul, saat salah seorang warga yang melihat ada percikan api, melemparkan sebuah korek ketempat percikan api tersebut yang mengakibatkan percikan api tersebut kemudian menyala dan menimbulkan gas yang kemudian tidak bisa dikendalikan," katanya.

Ia mengatakan, pemkab Matra telah mendatangkan sejumlah mobil pemadam kebakaran dilokasi gempa yang muncul semburan api dan gas tersebut untuk memadamkan percikan api itu

Namun kata dia, pemadam kesulitan memadamkan api tersebut karena tidak bisa menjangkau titik api yang berada didalam hutan.

"Beruntung titik api agak jauh dari lokasi rumah warga yang rusak berat ataupun yang rusak ringan serta jauh dari tempat pengunsian warga yang menjadi korban gempa sehingga semburan api tersebut tidak terlalu membahayakan," katanya.

Ia mengatakan, sejumlah warga yang kehilangan sekitar 80 unit tempat tinggalnya yang mengalami rusak parah ataupun serta sekitar 53 rumah lainnya rusak ringan di Matra masih berada dipengunsian disekitar lokasi gempa yang berada dialam bebas.

COPYRIGHT © 2010
Red: taufik rachman
Sumber: antara

Semburan Gas di Mamuju Jadi Tujuh Titik

Kamis, 17 Juni 2010, 21:01 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,MAMUJU--Semburan api disertai gas di lokasi gempa Dusun Lambara Desa Kasano Kecamatan Barasa Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat terus bertambah dari empat titik menjadi tujuh titik dihari kedua pasca gempa.

Humas Pemkab Matra Saidiman Marto usai meninjau lokasi gempa, Kamis, mengatakan, titik semburan api disertai gas dari dalam tanah yang bermunculan dilokasi gempa bertambah dari empat titik pada hari pertama menjadi tujuh titik di hari kedua pasca gempa.

"Setelah dilakukan penyisiran dilokasi gempa memasuki hari kedua ditemukan lagi tiga titik semburan api di dalam kebun kakao di lokasi gempa sehingga titik semburan api menjadi tujuh,"katanya.

Semburan api tersebut awalnya muncul sekitar empat titik dari bawah tanah yang retak setelah gempa berkekuatan 5,3 skala richter yang mengguncang Kabupaten Mamuju Utara pada sekitar pukul 08.52 WITA. "Api muncul dari bawah tanah yang mengalami patahan, patahan tersebut sepanjang 500 meter membelah jalan di lokasi gempa," kata Saidiman

Menurut dia, tinggi semburan api yang disertai gas dari dalam tanah itu awalnya tampak mengerikan karena tingginya mencapai tiga meter namun dihari kedua ini tingginya turun menjadi hanya sekitar satu meter.

"Semburan api disertai gas itu awal munculnya disebabkan ulah salah seorang warga yang melemparkan sebuah korek ke tempat percikan api yang menyala mengakibatkan percikan api tersebut menyala dan menimbulkan gas yang kemudian tidak bisa dikendalikan," katanya.

Saidiman mengatakan, hingga hari kedua paska gempa di Matra ini semburan api disertai gas tersebut belum bisa dikendalikan bahkan api terus menyala di atas air.

Menurut dia, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, yang telah meninjau lokasi semburan api itu tercengan sekaligus prihatin, dan seakan tidak percaya.

"Sebelumnya Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, tidak yakin adanya semburan api disertai gas di lokasi gempa, namun setelah beliau berkunjung kelokasi gempa beliau benar benar percaya adanya dampak lain yang ditimbulkan gempa,"katanya. Sehingga ia berjanji akan meminta BP Migas dan Kementerian ESDM untuk segera meninjau lokasi gempa yang menimbulkan dampak lain tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah telah meminta kepada warga yang bermukim di sekitar lokasi semburan api untuk mengungsi ketempat lain yang lebih aman karena jangan sampai percikan api dan gas yang muncul tersebut menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.
Red: taufik rachman
Sumber: antara

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer