Home » » Perangi Sampah, Pemkot Kerahkan 285 Pekerja Harian

Perangi Sampah, Pemkot Kerahkan 285 Pekerja Harian

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 17 Juni 2010 | 3:24 AM


Kabar Sulawesi-Parepare : Keberhasilan kota Parepare meraih Piala Adipura ke enam kalinya secara berturut-turut karena selain peran serta masyarakat dalam bidang kebersihan di Kota Parepare.Ini pastinya juga tidak terlepas peran Dinas Kebersihan sebaqgai instansi yang paling bertanggung jawab soal kebersihan dan pertamanan.

Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare, Laetteng, ditemui d ruang kerjanya mengatakan, Untuk mengurusi bidang kebersihan, memiliki tantangan tersendiri. Berbagai kendala harus di minimalkan untuk mencapai suatu kerja yang maksimal.

Di Kota Parepare, menurut Laetteng, produksi sampah rumah tangga dan yang lainnya sebanyak 495 kubik perhari. Ini berarti, setiap orang di Kota Parepare memproduksi sampah hampir mencapai  2,5 liter per orang, yang merupakan ambang batas.

Untuk melakukan tugas kebersihan dan pertamanan, kata Laetteng, pihaknya menyerahkan sebanyak 258 tenaga kebersihan dan pertamanan yang dibagi dalam 4 kelompok kerja, Kelompok penyapu, Selokan, Pertamanan, dan Angkutan. Mereka ini kata Laetteng, adalah petugas kebersihan yang diberikan honor berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota yang berlaku setiap tahun.

“Gaji atau honor para pekerja ini  bervariasi tergantung jenis pekerjaannya. Mereka menerima upah harian, namun kita berikan setiap bulan. Mereka rata-rata dberi honor siap bulan berkisar 600 ribu sampai 900 ribu rupiah.” Kata Laetteng.

Tentang kesejahteraan para petugas ini, menurut Laetteng, setiap tahunnya ada kenaikan honor. Tahun sebelumnya sebelum Laetteng menjabat Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota arepare, kenaikan hanya 50 ribu rupiah, namun 2 tahun terakhir ini, penambahan menjadi 100 rib rupiah.

“Kenaikan upah ini tentu saja kami melihat kerja mereka. Saya naikkan upah mereka, karena selama ini, mereka bekerja dengan baik.” Aku Laetteng.

Namun sayangnya, Armada yang berjumlah 30 unit yang digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari, usia armada sudah bersuia rata-rata 12 tahun, sehingga terkadang menjadi hambatan di lapangan, karena sering mogok.

‘Saya sudah usulkan ke Pemkot untuk penambahan armada baru yang seharusnya optimal tambah 6 unit, namun keterbatasan anggaran hanya dua yang saya usulkan. Semoga saja menjadi perhatian pak Walikota. Apalagi Pak Walikota secara terus menerut memberikan kami motivasi untuk lebih giat bekerja.

Kendala ian yang dihadapi, adalah lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah, yang saat ini, aku Laetteng sudah sesak.

“Dibutuhkan lahan baru, dan sudah menjadi perhatian Pemkot untuk membebaskan lahan untuk TPA. Selain itu, kami juga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dalam bidang daur ulang.. Kunci Laetteng.
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer