Home » » Piranti Lunak Penganalisis KUKM Go Public Sedang Disiapkan

Piranti Lunak Penganalisis KUKM Go Public Sedang Disiapkan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 28 Juni 2010 | 5:41 PM

Kabar Sulawesi : "Kami masih dalam tahap menyelesaikan `software` yang bisa secara otomatis melakukan screening terhadap kualitas KUKM yang bisa masuk pasar modal baik sebagai investor maupun emiten," kata Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari, di Jakarta, Jumat. Hal itu, menurut dia, merupakan tahap terpenting karena selama ini KUKM cenderung memiliki tabiat yang imitatif alias ingin meniru.


Piranti Lunak Penganalisis KUKM Go Public Sedang Disiapkan


Jakarta (ANTARA) - Piranti lunak yang dapat menganalisis koperasi dan UKM untuk go public atau terjun ke pasar modal sedang disiapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
"Kami masih dalam tahap menyelesaikan `software` yang bisa secara otomatis melakukan screening terhadap kualitas KUKM yang bisa masuk pasar modal baik sebagai investor maupun emiten," kata Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari, di Jakarta, Jumat.
Hal itu, menurut dia, merupakan tahap terpenting karena selama ini KUKM cenderung memiliki tabiat yang imitatif alias ingin meniru.
Padahal, kata Choirul, pasar modal merupakan tempat berisiko tinggi sehingga harus sangat hati-hati untuk memasukinya.
"Apalagi pasar modal itu perkembangannya sangat ditentukan oleh fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang di negara-negara berkembang cenderung labil karena adanya aliran `hot money`," katanya.
Choril berkeyakinan, bila software penganalisis UKM itu rampung maka akan lebih mudah melakukan pengambilan sampel termasuk daerah-daerah dengan KUKM yang potensial seperti Surabaya, Sulawesi Selatan, dan Medan.
Sebelum itu, pihaknya akan menawarkan dahulu kepada pelaku KUKM yang tertarik untuk terjun ke pasar modal, setelah itu pihaknya akan melatih mereka agar memiliki pengetahuan memadai soal pasar modal, memiliki sikap baik dan langkah konsisten dalam usaha.
"Kami akan fasilitasi mereka tergantung apa yang mereka butuhkan untuk bisa masuk ke pasar modal," kata Choirul.
Saat ini, pihaknya menilai tiga kota yakni di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan yang memiliki banyak UKM yang bergerak di bidang perkebunan dengan "idle capacity" yang dapat dimanfaatkan untuk masuk pasar modal.
Di samping itu, pihaknya juga mengkaji insentif penjaminan penerbitan efek KUKM dan merancang draft Peraturan Menteri tentang pedoman penerbitan obligasi koperasi, pedoman emisi saham UKM, dan pedoman pembinaan dan pengawasan `go public` bagi KUKM.
Choirul berpendapat, KUKM di era modern ini harus mulai memikirkan cara kreatif untuk memperoleh pendanaan selain dari institusi perbankan dan nonperbankan.
Menurut dia, pasar modal potensial menjadi sumber pendanaan bagi sektor KUKM karena melalui penawaran saham/kepemilikan usaha maka KUKM hanya berbagi kepemilikan tetapi tidak berhutang layaknya mengakses pendanaan ke perbankan.
Selain itu, dengan menawarkan kepemilikan kepada pihak lain, maka KUKM juga berbagi risiko usaha dengan investor. Setidaknya memerlukan waktu lima tahun dari sekarang untuk mempersiapkan KUKM bisa melakukan IPO karena harus membiasakan mereka membuat prospektus dan laporan keuangan selama dua tahun terakhir.
Di samping itu, KUKM memerlukan pembiasaan untuk memahami perilaku harga saham dan mengenali sektor yang potensial. "Berdasarkan data yang ada, terdapat tujuh UKM yang telah go public dan masuk pasar modal melakukan penawaran umum sejak 2003 sampai 2007," katanya.
UKM itu adalah PT Okansa Capita, Tbk. yang masuk pasar modal pada 2003 sebagai perusahaan efek, PT Hortus Danavest, Tbk. pada 2004 dengan bidang usaha perusahaan efek, PT Yulie Securindo, Tbk. pada 2004 sebagai perusahaan efek, dan PT Sanex Qianjiang Motor Indonesia, Tbk. pada 2004 sebagai perusahaan otomotif.
Selain itu ada PT Panca Global Securities, Tbk. masuk pasar modal pada 2005 sebagai perusahaan efek, PT Okansa Persada, Tbk. pada 2006 dengan bidang usaha perdagangan, dan PT Laguna Cipta Griya, Tbk. pada 2007 dengan bidang usaha real estate.

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer