Home » » Sekwan DPRD Sulsel Diperiksa Tiga Jam

Sekwan DPRD Sulsel Diperiksa Tiga Jam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 18 Juni 2010 | 2:14 PM

Kabar Sulawesi : Jika dalam pemeriksaan nanti, proyek pengadaan pin emas ditemukan dugaan mark up, tak menutup kemungkinan proyek-proyek yang berpaket dengan proyek ini juga berpotensi diselewengkan.







Jumat, 18-06-2010
Pakaian Dinas Ikut Diusut
Satu Paket dengan Pin Emas, Sekwan DPRD Sulsel Diperiksa Tiga Jam
MAKASSAR, BKM -- Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat ikut menyelidiki kemungkinan adanya indikasi mark up pada item pengadaan pakaian dinas 75 anggota DPRD Sulsel. Pakaian dinas diadakan satu paket dengan pin emas, sehingga kemungkinan itu sangat besar.


Kejati mengonfirmasikan, penyidik masih membutuhkan keterangan tambahan untuk memastikan dugaan itu. Akan tetapi, jika pin emas terindikasi mark up, maka beberapa item yang berpaket dengan proyek ini, juga kemungkinan akan demikian.

Kepala Seksi Ekonomi dan Moneter Kejati Sulselbar H Syamsul Kasim, mengungkapkan, proyek-proyek yang satu rangkaian harus diselidiki item per item, secara keseluruhan. Karena kemungkinan adanya mark up bisa terjadi pada semua item tersebut.

"Makanya pengadaan pakaian dinas juga harus kita selidiki. Karena dia satu paket dengan pin emas," jelas Syamsul.

Jika dalam pemeriksaan nanti, proyek pengadaan pin emas ditemukan dugaan mark up, tak menutup kemungkinan proyek-proyek yang berpaket dengan proyek ini juga berpotensi diselewengkan.

Proyek pin emas dan pengadaan pakaian dinas DPRD bernilai Rp 1,3 miliar.

"Tapi masih butuh keterangan tambahan untuk memastikan itu," terannya.

Menurutnya, banyak hal yang harus disinkronkan dalam kasus ini. Pertama adalah nilai ideal dari pin emas itu, yang kedua harga rata-rata dari pakaian dinas DPRD per pasang.

Semua ini sebut Syamsul, masih membutuhkan keterangan dari pihak-pihak terkait, agar bisa dibuka secara terang, benar tidaknya hasil temuan Inspektorat Sulsel soal mark up itu.

"Karena itu kita juga butuh data-data dan hasil pemeriksaan dari inspektorat. Koordinasi akan kami upayakan secepatnya," jelas Syamsul.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sulsel Abdul Kadir Marsali memenuhi panggilan penyidik Kejati Sulselbar untuk memberikan klarifikasi terkait kasus ini, kemarin.

Selain Abdul Kadir Marsali, turut diperiksa Bendahara DPRD Sulsel Haris Darapa Haseng dan pihak rekanan Direktur Hero Bakti Nusantara Ahmad Aras.

Abdul Kadir Marsali diperiksa mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 wita. Mengenakan baju batik biru, Abdul Kadir diperiksa di ruang Kasie Sosial Politik Kejati Sulselbar Ardiansyah.

Usai diperiksa Abdul Kadir tidak memberikan jawaban hasil pemeriksaan terhadap dirinya. "Saya datang hanya memberikan klarifikasi, tanya ke penyidik," singkatnya sambil bergegas keluar dari Kantor Kejati Sulselbar.

Hal serupa dilakukan Bendahara DPRD Sulsel Haris Darapa Haseng. Begitu juga rekanan, Ahmad Aras hanya bisa terdiam dan telihat bingung saat wartawan mencoba menanyakan hasil pemeriksaan.

Tanpa satu katapun yang keluar dari mulutnya, Ahmad Aras berlalu meninggalkan Kejati Sulselbar.



Kepala Inspektorat Harus Diperiksa



Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Sulsel Ramzah Thabraman kepada BKM mengatakan, selain memeriksa sekwan, penyidik juga harus memanggil Kepala Inspektorat Sulsel Azikin Solthan.

Pemanggilan tersebut bertujuan untuk mencocokkan data hasil temuan dugaan mark up dengan hasil penyelidikan penyidik Kejati Sulselbar.

Termasuk penyidik harus transparan di dalam melakukan penyelidikan ke publik soal perkembangan kasus pin Emas tersebut. "Setiap perkembangan yang signifikan harus dipaparkan ke publik. Publik berhak tahu perkembangan kasus ini," kata Ramzah.

Ia mengatakan, sebenarnya tidak terlalu rumit untuk menemukan benang merah kasus ini. Kejati tinggal mengonfrontir data inspektorat dengan hasil pemeriksaan sekwan kemarin.

"Tinggal melihat di mana letak dugaan mark up yang disebutkan inspektorat," jelas Ramzah.



Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer