Home » , » Setoran Gelap, Aliran Gelap

Setoran Gelap, Aliran Gelap

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 18 Juni 2010 | 6:20 PM


Kabar Sulawesi : Di usia muda, Gayus Halomoan Tambunan, 31 tahun, telah menjadi pemain kakap. Ia menangani 44 banding perusahaan atau wajib pajak. Namanya juga tercantum dalam surat penugasan untuk menangani 104 perusahaan lainnya. Disebut-sebut, anggota staf Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi Direktorat Keberatan dan Banding ini mengantongi US$ 3 juta dari tiga perusahaan Grup Bakrie-imbalan untuk "membereskan" masalah pajak perusahaan itu. Perusahaan itu total menyiramkan US$ 7 juta.

PT Bumi Resources: US$ 2 juta

Keperluan:
pengajuan permohonan banding perusahaan ini pada pengadilan pajak.
Penerima:
1. Idris H. (panitera Pengadilan Pajak Majelis 10): US$ 500 ribu
2. Alif Kuncoro (perantara penerima order dari PT Kaltim Prima Coal, PT Bumi Resources, dan PT Arutmin) US$ 500 ribu
3. Imam C. Maliki (adik Alif) US$ 500 ribu
4. Gayus Tambunan US$ 500 ribu

PT Arutmin dan PT Kaltim Prima Coal: US$ 2 juta

Keperluan:
meneliti laporan keuangan dua perusahaan itu untuk keperluan pembetulan surat pemberitahuan pajak terutang pajak penghasilan 2005-2006, guna pengurusan sunset policy.

Penerima:
Gayus Tambunan: US$ 2 juta

PT Kaltim Prima Coal: US$ 3 juta
Keperluan:
mengeluarkan surat ketetapan pajak 2001-2005 yang ditahan Kantor Pelayanan Pajak Large Tax Office Gambir karena penetapan kurs mata uang.

Penerima:
1. MPM (Kepala Seksi Pengurangan dan Keberatan I Direktorat Keberatan dan Banding, Direktorat Jenderal Pajak): US$ 1,5 juta
2. Alif Kuncoro: US$ 500 ribu
3. Imam C. Maliki: US$ 500 ribu
4. Gayus Tambunan: US$ 500 ribu

Simpanan Gayus
Dari hasil "operasi"-nya, Gayus menerima miliaran rupiah. Disimpan beberapa lama, duit dimasukkan ke rekening sejumlah bank. Total, ia memiliki 24 rekening yang tersebar di empat bank dengan total simpanan Rp 23. 325.700.00 dan US$ 502.971.

Bank Mandiri
2.971(US$)
625 juta (Rp)

Panin Bank
100 ribu(US$)
21,972 miliar (Rp)

BCA
400 ribu(US$)
782,7 juta (Rp)

Buka Blokir Lalu Menguap
Menerima laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, kepolisian mempersoalkan rekening Gayus, tahun lalu. Rekening dengan jumlah mencurigakan itu pun diblokir.

Tapi, dengan menyogok kanan-kiri, termasuk ke para penyidiknya, sebagian besar rekening dibuka kembali. Setelah itu, suur, duit mengalir ke mana-mana. Di antaranya:

Transfer ke rekening Andi Kosasih di BCA: Rp 1,95 miliar
Millana Anggraini (istri Gayus) di Bank Internasional Indonesia: Rp 900 juta
Selly Amalia (adik ipar Gayus): Rp 12,15 miliar
Ditransfer ke rekening Gayus di Bank Mandiri: Rp 10 miliar.

Tak lama, uang bergerak lagi.

Pengacara Haposan Hutagalung: Rp 4,72 miliar, untuk menyuap para penyidik Markas Besar Polri. Membayar asuransi Rp 1 miliar. Membeli bank note Mandiri Rp 490 juta. Tabungan Bisnis Mandiri Rp 1 miliar

Rahmat Ruslan: Alif Hanya Pemilik Bengkel

  GAYUS tak berhenti berkisah. Dalam pemeriksaan pada April lalu, pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu mengaku menerima duit dari "mengutak-atik" tiga perusahaan Grup Bakrie-PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin. Dia menyebut kakak-adik Alif Kuncoro dan Imam Cahyo Maliki sebagai orang yang menyetor uang dari perusahaan kakap tersebut kepadanya. Meringkuk di tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Alif menolak ditemui wartawan. Kepada Dwidjo U. Maksum dari Tempo, Jumat pekan lalu, Rahmat Ruslan, pengacara Alif, menjelaskan posisi kliennya dalam sengkarut ini.

Alif tak bersedia dimintai konfirmasi, mengapa?
Dia masih trauma. Dia tak ingin masalah ini jadi polemik.

Benarkah Alif mengirimkan uang dari PT Bumi Resources dan PT Kaltim Prima Coal kepada Gayus?
Gayus berhak "nyanyi" apa saja, tapi itu semua tidak benar.

Apa peran klien Anda sebenarnya?
Nanti kita buktikan di pengadilan. Alif sekarang tersangka dan ditahan. Sedangkan Imam Maliki tidak ditahan karena hanya jadi saksi.

Di mana Imam sekarang? Apakah bisa ditemui?
Dia sedang menenangkan diri. Mohon maaf.

Kepada penyidik, Gayus detail menjelaskan sepak terjang Alif....
Biarkan saja Gayus ngomong apa saja. Mereka hanya berteman biasa. Gayus sering datang ke bengkel Alif.

Apa kaitan Alif dengan PT Kaltim Prima Coal? Betulkah dia bekerja untuk perusahaan itu?
Itu yang membuat kami dan keluarga Alif ketawa. Jika memang dia bekerja di sana, mengapa tak tercatat di bagian sumber daya manusia? Apa mudah masuk ke perusahaan seperti itu?

Klien Anda hanya perantara?
Bukan. Alif itu hanya pemilik bengkel. Tiap hari kerjanya bolak-balik dari rumah ke bengkel. Tak mungkin menjadi perantara. Saya kan sepupu Alif. Saya tahu semuanya tentang Alif.

Gayus dan Alif sudah pernah dipertemukan?
Mereka pernah bertemu, kok, sewaktu sidang kode etik kasus Arafat (penyidik Polri yang disebut-sebut juga menerima suap Gayus-Red.). Gayus kelihatan malu. Alif diam saja.

Anda membantah klien Anda terlibat?
Gayus kan hanya omong. Tak ada bukti. Jadi, lihat saja nanti di pengadilan.

Lalu Mara Satriawangsa: Dia Menuduh, Dia Harus Membuktikan

 GAYUS Halomoan Tambunan menyeret tiga perusahaan Grup Bakrie. Menurut pegawai golongan IIIa Direktorat Pajak tersangka korupsi dan pencucian uang itu, PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin Indonesia menggelontorkan dana US$ 7 juta buat membereskan persoalan pajak mereka. Sebagian, yakni US$ 3 juta, masuk kantong Gayus.

Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, 45 tahun, membantah semua omongan Gayus kepada polisi itu. "Semua tidak benar," katanya kepada wartawan Tempo, Oktamandjaya Wiguna, Jumat pekan lalu.

Perusahaan Grup Bakrie tersangkut lagi kasus pajak....
Pak Ical (sapaan Aburizal-Red.) secara pribadi tidak pernah ada masalah dengan pajak. Beliau telah lama memiliki nomor pokok wajib pajak. Begitu juga perusahaan beliau yang sudah berkontribusi besar dalam pendapatan negara di bidang perpajakan. Keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan PT Kaltim Prima Coal membuktikan pajak kami tak ada masalah (MA pada 24 Mei lalu menolak permohonan peninjauan kembali Dirjen Pajak dalam sengketa mengenai laporan pajak Kaltim Prima pada 2007 yang dinilai tak beres-Red).

Tapi Direktorat Jenderal Pajak menilai laporan Bumi dan unit bisnisnya bermasalah?
Yang memungut pajak tahu aturan dan yang dipungut juga tahu aturan. Perusahaan (milik keluarga Bakrie) sebagai wajib pajak ya membayar apa yang harus dibayar, tapi kalau yang tidak harus dibayar, masak harus dibayar? Pajak itu kan instrumen fiskal, bukan instrumen politik.

Gayus menyatakan pernah membantu membereskan persoalan pajak perusahaan Bakrie, termasuk ikut mengurusi banding kasus pajak Bumi?
Bumi itu perusahaan publik, dan saya kira semua perusahaan publik punya konsultan pajak yang teregistrasi.

Ada eksekutif perusahaan Bumi yang meminta bantuan Gayus mengurus pajak?
Semua karyawan perusahaan milik Bakrie menjunjung tinggi prinsip profesionalisme. Perusahaan bisa bertahan lama karena semua karyawannya menjunjung tinggi profesionalisme. Itulah kenapa perusahaan ini akan bertahan 100 tahun lagi. Pak Ical juga sangat percaya pada kompetensi para profesional yang mengelola perusahaannya

Kepada penyidik Gayus bercerita diberi imbalan sekitar US$ 3 juta?
Saya sudah membaca itu dan semua itu tidak benar. Bumi perusahaan publik yang arus kasnya jelas dan proses audit keuangannya juga jelas.

Gayus juga menyatakan beresnya perkara pajak Bumi karena uang tadi sudah dialirkan ke pengadilan pajak ataupun kantor pajak?
Dia harus membuktikan itu. Dia yang menuduh, maka dialah yang harus membuktikan.

Anda yakin dalam pengurusan pajak Bumi dan unit bisnisnya tak ada penyimpangan?
Soal detail pengurusan pajak harus ditanya ke Bumi, saya tidak bisa mengomentari hal itu. Yang jelas, perusahaan-perusahaan Bakrie adalah perusahaan publik yang transparan. Laporan keuangan yang disampaikan per kuartal itu juga selalu melewati proses audit oleh auditor independen terdaftar. Selama ini enggak ada masalah, semua clear.

Bagaimana keluarga Bakrie melihat permasalahan Gayus ini?
Pak Ical sudah menyampaikan langsung kepada publik bahwa semua tuduhan pajak atas dirinya dan perusahaannya tidak benar. Yang penting sekarang, seperti beliau sampaikan, jalankan saja semuanya dengan baik.

Keluarga Bakrie akan menuntut Gayus?
Capeklah kami kalau begitu. Pakai asas praduga tak bersalah saja. Pokoknya, dia yang menuduh, maka dialah yang harus membuktikan, bukan kami yang direpotkan. 

Sumber : Temp interaktif .com
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer