Home » » Bupati Tuduh Gubernur Beri Rumah Kajati

Bupati Tuduh Gubernur Beri Rumah Kajati

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 23 Juli 2010 | 2:18 AM

Kabar Sulawesi : "Saya mohon, agar dugaan suap-menyuap dan pemberian rumah dari Gubernur kepada Kajati dengan alamat Kota Wisata, Hasienda Have Blok F, yang memengaruhi proses hukum saya, tolong diklarifikasi karena sangat mengganggu pandangan saya terhadap proses hukum yang saya alami. Mohon Gubernur dan Kejati melakukan klarifikasi agar tidak mempengaruhi cara pandang mereka terhadap kasus saya!"



Bupati Tuduh Gubernur Beri Rumah Kajati


MANADO, KOMPAS.com - Selain menyatakan mendapat tawaran sekaligus ancaman dari CEO Fox Indonesia, Choel Mallarangeng, Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut juga membeberkan adanya hadiah rumah dari gubernur kepada Kepala Kejaksaan Tinggi.
Soal hadiah itu juga dituliskan Elly Lasut dalam tulisan tangannya pada empat lembar kertas, setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menjebloskannya ke Penjara Malendeng, Manado, Selasa (20/7/2010) lalu.
Tulisan tangan itu dibagikan kepada wartawan yang meliput di Penjara Malendeng. Tidak disebutkan nama gubernur maupun Kajati yang dimaksud. Pernyataan Elly tertuang pada poin 9 halaman 4, tulisannya. Berikut bunyi pernyataan tersebut.
"Saya mohon, agar dugaan suap-menyuap dan pemberian rumah dari Gubernur kepada Kajati dengan alamat Kota Wisata, Hasienda Have Blok F, yang memengaruhi proses hukum saya, tolong diklarifikasi karena sangat mengganggu pandangan saya terhadap proses hukum yang saya alami. Mohon Gubernur dan Kejati melakukan klarifikasi agar tidak mempengaruhi cara pandang mereka terhadap kasus saya!"
Kejati Sulut menjebloskan Elly Lasut ke dalam tahanan atas dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif tahun 2006-2008 senilai Rp 7,7 miliar. Kejati telah menetapkannya sebagai tersangka sejak 9 Februari 2010.

Bupati Merasa Diancam Choel Mallarangeng



MANADO, KOMPAS.com - Elly Lasut, Bupati Talaud, Sulawesi Utara, membuat catatan berupa tulisan tangan empat lembar setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menjebloskannya ke Penjara Malendeng, Manado, Selasa (20/7/2010).
Selain memaparkan soal kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif senilai Rp 7,7 miliar, Elly Lasut juga membeberkan tawaran sekaligus ancaman dari CEO Fox Indonesia, Choel Mallarangeng terhadap dirinya.
Fox adalah konsultan bagi calon incumbent Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang diusung Partai Demokrat. Lazim diketahui, Fox dibidani oleh tiga bersaudara, Choel, Rizal dan Alfian Mallarangeng, kini Menteri Pemuda dan Olah Raga.
Pada halaman ketiga tulisan tangan tersebut, Elly Lasut yang juga berniat jadi Gubernur Sulawesi Utara dari Partai Damai Sejahtera (PDS) dan belasan parpol non parlemen itu, menuliskan sebagai berikut:
Dalam proses politik saya ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 9 Februari 2010, dan tiga hari sebelumnya saya didatangi oleh Choel Mallarangeng dengan tiga tawaran:
1) Saya ditawari Rp 6-7 miliar untuk tidak maju sebagai cagub 2) Jika mau harus berpasangan dengan SHS sebagai wakil 3) Jika tetap maju saya akan dipenjarakan.
Dia mengaku diberi kesempatan berpikir selama tiga hari selama 5-8 Februari 2010. "Karena saya tidak menjawab, maka saya ditetapkan sebagai tersangka tanpa diperiksa pada Februari 2010," demikian tulis Elly Lasut.
Ia menambahkan, "Hari ini saya ditetapkan sebagai TSK yang ditahan!! Semua yang dirancangkan dalam tawaran/3 opsi politik tersebut telah direalisasikan agar saya tidak ikut dalam pencalonan gubernur Sulut."
Tulisan tangan Elly Lasut itu dibagikan kepada sejumlah wartawan di kompleks Penjara Malendeng. (Rine Araro)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer