Home » » Dokter LP Cipinang Diduga Cabuli Tahanan

Dokter LP Cipinang Diduga Cabuli Tahanan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 30 Juli 2010 | 8:32 AM

Kabar Sulawesi : "Mereka mengadukan kejadian yang terjadi sejak 2005 sampai saat ini. Sebagian dari korban kini sudah remaja. Saat itu, usia mereka di bawah 17 tahun," ujar Hadi. Kendati demikian, KPAI masih bersikap menampung aduan para korban. KPAI akan berkoordinasi dengan kepolisian atas aduan dugaan pelecehan seksual itu.

Dokter LP Cipinang Diduga Cabuli Tahanan


VIVAnews - Sekitar 50 orang mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Mereka mengadukan seorang dokter umum yang diduga melakukan pelecehan seksual di dalam Penjara Cipinang.
"Laporan sudah kita terima. Kami harus meneliti lagi apakah itu memang sebagai peristiwa tunggal atau ada motif lain," kata Ketua KPAI Hadi Supeno dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 29 Juli 2010.
Menurut Hadi, dalam pengaduannya disebutkan ada sekitar 30 orang menjadi korban dugaan pelecehan seorang dokter umum. Dokter umum yang diadukan itu kerap keluar masuk penjara Cipinang memberikan bantuan kesehatan.
"Mereka mengadukan kejadian yang terjadi sejak 2005 sampai saat ini. Sebagian dari korban kini sudah remaja. Saat itu, usia mereka di bawah 17 tahun," ujar Hadi.
Kendati demikian, KPAI masih bersikap menampung aduan para korban. KPAI akan berkoordinasi dengan kepolisian atas aduan dugaan pelecehan seksual itu.
"Yang jadi pertanyaan, kenapa mayoritas korbannya dari Jambi. Mereka juga berdemo kompak mengenakan seragam. Ini terorganisir luar biasa. Kemudian, si dokter yang diadukan itu berasal dari keluarga broken home," Hadi menjelaskan.
Saat ini, KPAI akan menindaklanjuti laporan itu bersama kepolisian. "Laporan sudah kita terima. Kami mengkaji dengan polisi yang memiliki kewenangan untuk mengusut," tegas dia.  (umi)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer