Home » » Gedung Putih Minta Maaf pada Karyawan Kulit Hitam

Gedung Putih Minta Maaf pada Karyawan Kulit Hitam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 23 Juli 2010 | 1:58 AM

Kabar Sulawesi : Sherrod mengatakan, petani tersebut bersikap "superior" terhadap dirinya dan bahwa Sherrod tidak memberikan bantuan dengan segenap kemampuannya. "Saya menghadapi kenyataan bahwa begitu banyak orang kulit hitam yang kehilangan lahan pertanian mereka, dan saya di sini berhadapan dengan seorang kulit putih yang membutuhkan bantuan saya," kata Sherrod dalam video tersebut. "Saya tidak memberikan bantuan dengan segenap kekuatannya saya padanya," lanjutnya.



Gedung Putih Minta Maaf pada Karyawan Kulit Hitam


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Gedung Putih meminta maaf kepada seorang karyawan kulit hitam, Shirley Sherrod, yang dipecat gara-gara diskriminasi terhadap seorang petani kulit putih. Juru bicara, yang menyuarakan 'perasaan' Presiden AS Barack Obama, menyatakan, perempuan bersangkutan dipecat berdasar cerita yang tidak lengkap.
Shirley Sherrod menerima permintaan maaf dan mempertimbangkan tawaran untuk kembali bekerja. Dalam video yang dipublikasikan sebelum ini, ia menyampaikan pidato di depan organisasi hak sipil NAACP. Dalam pidato ia terdengar mengatakan tidak memberikan bantuan sepenuhnya kepada petani bersangkutan karena warna kulitnya.
Video ini kemudian dimuat di situs web konservatif, demikian dilansir media Amerika, Rabu (21/7). Menurut para konservatif, video itu menjadi bukti adanya rasisme terhadap kulit putih dalam pemerintahan Partai Demokrat serta NAACP.
Baru-baru ini muncul video lengkap pidato Shirley Sherrod. Menjadi jelas bahwa fragmen itu hanyalah bagian kecil dari kisah panjang yang disampaikan Sherrod. Ia mengatakan belajar dari kasus 1986, adalah kemiskinan dan bukannya warna kulit yang menjadi faktor kunci bagi pembangunan pedesaan. Ia juga mengatakan berjuang keras membela petani bersangkutan supaya bisa mempertahankan tanahnya.

Kasus Video Ras, Gedung Putih Minta Maaf

VIVAnews - Gedung Putih menyampaikan permintaan maaf pada seorang staf di Departemen Pertanian, Rabu, 21 Juli 2010.
Staf berkulit hitam tersebut dipaksa mengundurkan diri karena dianggap melontarkan pernyataan yang menyinggung perbedaan ras.
Shirley Sherrod dipecat menyusul beredarnya sebuah video di mana Sherrod menceritakan sebuah kisah terkait perbedaan warna kulit. Namun, ternyata, Gedung Putih belum melihat isi video itu secara lengkap, serta mengetahui konteks yang diungkapkan Sherrod.
Dalam video berdurasi hampir tiga menit karena telah diedit dan diposting dalam situs BigGovernment.com tersebut, Sherrod menceritakan pernah ada seorang petani berkulit putih datang pada Sherrod untuk meminta bantuan.
Sherrod mengatakan, petani tersebut bersikap "superior" terhadap dirinya dan bahwa Sherrod tidak memberikan bantuan dengan segenap kemampuannya.
"Saya menghadapi kenyataan bahwa begitu banyak orang kulit hitam yang kehilangan lahan pertanian mereka, dan saya di sini berhadapan dengan seorang kulit putih yang membutuhkan bantuan saya," kata Sherrod dalam video tersebut. "Saya tidak memberikan bantuan dengan segenap kekuatannya saya padanya," lanjutnya.
Namun, Sherrod belajar satu hal, bahwa petani kulit putih juga sama menderitanya dengan petani kulit hitam, dan membantu kaum petani adalah tidak berdasarkan warna kulit, tetapi mengenai kaum miskin versus mereka yang mampu. Ini yang tidak ditayangkan dalam video berdurasi tiga menit.
Dalam video asli yang berdurasi 40 menit, Sherrod mengisahkan kematian ayahnya pada 1965. Ayahnya tewas akibat perbuatan seorang pria kulit putih yang sampai saat ini tidak pernah didakwa.
Sherrod mengatakan bahwa video yang telah diedit tersebut menghilangkan pidatonya secara keseluruhan. Gedung Putih dikabarkan menawarkan jabatan baru untuk Sherrod dan kini sedang dipertimbangkan olehnya. (Associated Press)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer