Home » » Gubernur: Bupati/wali Kota Jangan Susah Diajak Rapat

Gubernur: Bupati/wali Kota Jangan Susah Diajak Rapat

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 20 Juli 2010 | 12:36 AM

Kabar Sulawesi : Gubernur sempat menyebut satu bupati di salah satu daerah yang kinerjanya kurang maksimal karena ke kantor malam hari dan pagi harinya tidur. Ia menegaskan bahwa Kota Semarang harus bisa menjadi contoh untuk daerah yang lain dan terkait otonomi daerah, merupakan sarana untuk dapat mendayagunakan potensi di daerahnya. "Otonomi daerah untuk dapat meningkatkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Gubernur: Bupati/wali Kota Jangan Susah Diajak Rapat


Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, meminta seluruh bupati/wali kota di daerahnya jangan susah jika diajak rapat, agar tidak menghambat pertumbuhan pembangunan.
"Jika dipanggil rapat gubernur ya `rawuh` (datang, red.) karena gubernur adalah kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Jika bupati/wali kota susah diajak rapat, itu namanya maju tapi `kemajon` (terlalu maju, red.), karena hirarki tetap tegak lurus," kata Bibit Waluyo dalam acara pelantikan Wali Kota Semarang, di Semarang, Senin.
Bibit menjelaskan sesuai hirarki yang ada adalah dari paling atas presiden, di bawahnya gubernur, kemudian bupati/wali kota, baru camat, lurah, dan RT/RW.
"Struktur tersebut tegak lurus dan belum ada perubahan. Belum ada undang-undang yang menyebutkan bahwa bupati/wali kota bukan di bawah struktur gubernur," katanya.
Dalam acara pelantikan tersebut, Gubernur sempat menyebut satu bupati di salah satu daerah yang kinerjanya kurang maksimal karena ke kantor malam hari dan pagi harinya tidur.
Ia menegaskan bahwa Kota Semarang harus bisa menjadi contoh untuk daerah yang lain dan terkait otonomi daerah, merupakan sarana untuk dapat mendayagunakan potensi di daerahnya.
"Otonomi daerah untuk dapat meningkatkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Peningkatan pembangunan dan kesejahteraan daerah tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk menjadi tempat wisata dan nyaman untuk menanamkan investasi.
Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan enam kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan.
Kabupaten di Jateng yakni, Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo.
Sedangkan enam kota di Jateng yakni Kota Magelang, Pekalongan, Semarang, Surakarta, Tegal, dan Salatiga. Sumber Yahoo News

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer