Home » » Pasca Pemuatan Berita Rekening Gendut Polri, Kantor Majalah Tempo di Bom ?

Pasca Pemuatan Berita Rekening Gendut Polri, Kantor Majalah Tempo di Bom ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 06 Juli 2010 | 12:42 PM

Kabar Sulawesi : Menurut Polsek Menteng pelaku pelemparan bom molotov -- yang dibuat dari botol minuman energi --itu diduga ada dua orang. Pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung melarikan diri.
Sementara, Kepala Pemberitaan Korporat Grup Tempo, Toriq Hadad, menilai bom itu bisa saja upaya untuk mengadu domba Tempo dengan polisi.

Tim Labfor Mabes Polri menunjukkan barang bukti bom molotov


VIVAnews - Peristiwa mengejutkan terjadi di kantor Majalah Tempo, Jalan Proklamasi dini hari tadi.
Tiga bom molotov dilemparkan orang tak bertanggung jawab ke arah gedung dan jatuh di depan dinding kaca kantor redaksi Majalah Tempo.  Satu di antaranya meledak.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar menegaskan teror pelemparan bom Molotov tak ada hubungannya dengan pemberitaan yang dilakukan Majalah Tempo baru-baru ini -- termasuk soal rekening mencurigakan milik sejumlah perwira Polri.
“Tak ada kaitannya dengan itu,” kata Boy ketika dihubungi Selasa 6 Juli 2010.
Ditambahkan dia, hingga kini petugas Polres Jakarta Pusat masih mengidentifikasi para pelaku berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Sementara barang bukti berupa tiga bom molotov telah dibawa dari lokasi kejadian.
Menurut Polsek Menteng pelaku pelemparan bom molotov -- yang dibuat dari botol minuman energi --itu diduga ada dua orang. Pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung melarikan diri.
Sementara, Kepala Pemberitaan Korporat Grup Tempo, Toriq Hadad, menilai bom itu bisa saja upaya untuk mengadu domba Tempo dengan polisi.


Kata Polda Soal Bom Molotov di Kantor Tempo

VIVAnews - Peristiwa mengejutkan terjadi di kantor Majalah Tempo, Jalan Proklamasi dini hari tadi.
Tiga bom molotov dilemparkan orang tak bertanggung jawab ke arah gedung dan jatuh di depan dinding kaca kantor redaksi Majalah Tempo.  Satu di antaranya meledak.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar menegaskan teror pelemparan bom Molotov tak ada hubungannya dengan pemberitaan yang dilakukan Majalah Tempo baru-baru ini -- termasuk soal rekening mencurigakan milik sejumlah perwira Polri.
“Tak ada kaitannya dengan itu,” kata Boy ketika dihubungi Selasa 6 Juli 2010.
Ditambahkan dia, hingga kini petugas Polres Jakarta Pusat masih mengidentifikasi para pelaku berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Sementara barang bukti berupa tiga bom molotov telah dibawa dari lokasi kejadian.
Menurut Polsek Menteng pelaku pelemparan bom molotov -- yang dibuat dari botol minuman energi --itu diduga ada dua orang. Pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung melarikan diri.
Sementara, Kepala Pemberitaan Korporat Grup Tempo, Toriq Hadad, menilai bom itu bisa saja upaya untuk mengadu domba Tempo dengan polisi.

Lima Saksi Bom Molotov di Tempo Diperiksa

VIVAnews - Polisi sudah membawa barang bukti tiga bom molotov dari kantor Majalah Tempo. Selain itu,"Lima saksi sudah diperiksa," kata Kapolres Jakarat Pusat Komisaris Besar Hamidin saat dihubungi, Selasa 6 Juli 2010.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian yang berlangsung cepat sekitar pukul 02.40 dini hari tadi. Polisi belum bisa mengungkapkan hasil pemeriksaan awal itu.
"Untuk motif, kami sedang dalami dulu," ujar Hamidin. Saksi-saksi yang diperiksa berasal dari petugas keamanan dan karyawan Majalah Tempo.
Bom molotov yang dilempar ke kantor Majalah Tempo itu tidak sempat membakar gedung. Salah satu bom molotov yang dirangkai dari botol minuman energi itu sempat meledak.
Menurut Polsek Menteng pelaku pelemparan bom molotov itu diduga ada dua orang. Pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung melarikan diri.
Hingga kini belum bisa dipastikan apakah intimidasi ini terkait pemberitaan Majalah Tempo terakhir. Edisi pekan lalu, Tempo menulis tentang rekening jumbo yang diduga dimiliki sejumlah perwira polisi. Kepala Pemberitaan Korporat Grup Tempo, Toriq Hadad, menilai bom itu bisa saja upaya untuk mengadu domba Tempo dengan polisi. (wm)

Tiga Bom Molotov Dibawa dari Kantor Tempo

VIVAnews - Dari pelemparan bom molotov di kantor Majalah Tempo dini hari tadi, Polisi mengamankan barang bukti berupa botol dan bukti ledakan lainnya. Bukti-bukti itu diambil polisi pagi hari ini dari kantor majalah itu di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Sejumlah barang bukti itu kini tengah diteliti polisi."Barang buktinya tiga buah molotov," kata Kapolres Jakarat Pusat Komisaris Besar Hamidin saat dihubungi, Selasa 6 Juli 2010. Tiga buah barang bukti itu adalah botol minuman berenergi.
Semua barang bukti itu, lanjut Hamidin, akan dibawa ke Puslabfor (Pusat Laboratorium dan Forensik) untuk diperiksa. Dari situ mungkin bisa ditelusuri para pelakunya. Membekuk pelaku itu memang sangat penting, karena teror seperti ini sangat berbahaya.
Bom molotov yang dilempar orang tak dikenal itu jatuh di depan dinding kaca kantor redaksi Majalah Tempo. Pelaku melempar dari balik pohon. Menurut polisi kejadian berlangsung sangat cepat. (wm)

Tempo Kutuk Penyerangan Kantor Pers

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tidak ada korban luka dalam aksi penyerangan kantor Majalah Tempo di jalan Proklamasi 72, Menteng, Jakarta Pusat dengan dua  bom molotov sangat , Selasa (6/7) dini hari tadi. Meski begitu, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Muryadi  tetap mengutuk insiden  hari ini.
» Kami mengutuk tindakan penyerangan dengan model teror-teror seperti ini” kata Wahyu saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/7)
Menurut Wahyu, tindakan teror seperti ini sudah pasti mengancam kebebasan pers. Tempo, kata Wahyu, menyerahkan kasus ini ke aparat hukum. " Kami percaya, polisi bisa menuntaskan kasus ini dan menindak pelakunya" kata Wahyu.
Aksi penyerangan  bom molotov sendiri terjadi  pukul 02.40. Petugas keamanan Tempo menuturkan, dua bom dilempar dengan pengendara sepeda motor dari arah Timur menuju Barat. Para pengendara mengenakan jaket warna gelap. Bom dilempar dari luar gerbang yang berjarak 10 meter dari kaca depan.
Bom meledak tepat di kaca depan kantor Tempo. Dua diantaranya di halaman. Beruntung tidak satu pun warga Tempo berada di halaman saat aksi beraksi. Meski begitu, aksi pelemparan dketahui sejumlah penjaga keamanan...
Api dari tiga botol minuman energi itu berhasil dipadamkan oleh petugas keamanan Tempo. Tak lama, anggota Kepolisian Sektor Matraman dan Kepolisia Resor Jakarta Pusat menangani dan memeriksa keadaan. »Kami berterima kasih, polisi segera turun tangan.” Kata Wahyu.
Wahyu enggan menuding siapa di balik insiden penyerangan itu. Apakah terkait dengan kasus yang sedang dihadapi Tempo dalam pemberitaan dan cover Majalah Tempo Rekening Gendut yang disebut menyinggung kepolisian.
Menurut Wahyu, saat ini Tempo sedang konsentrasi dengan upaya mediasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap kasus antara Tempo dengan Polisi. Mediasi itu akan dilakukan Kamis mendatang.
»Saya tak bisa berspekulasi. Bisa jadi itu dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan mediasi yang akan berlangsung minggu ini” ujarnya.
WDA

Tak Ada Korban dalam Aksi Penyerangan Kantor Majalah TEMPO

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tidak ada korban dalam aksi penyerangan Kantor Majalah Tempo di jalan Proklamasi 72 Jakarta Pusat dengan tiga bom molotov  Selasa (6/7) dini hari pukul 02.40.
Tri Prianto, petugas keamanan yang ada di Kantor Tempo menuturkan, tiga bom dilempar dengan pengendara sepeda motor dari arah Timur menuju Barat. Para pengendara mengenakan jaket warna gelap. Bom dilempar dari luar gerbang yang berjarak 10 meter dari kaca depan.
Bomm meledak tepat di kaca depan kantor Tempo. Dua diantaranya di halaman. Beruntung tidak satu pun warga Tempo berada di halaman saat aksi beraksi. Meski begitu, aksi pelemparan dketahui sejumlah penjaga keamanan, Sutrisno. » Tidak ada korban.” Kata Tri.
Api dari tiga botol minuman energi itu berhasil dipadamkan oleh petugas keamanan Tempo. Tak lama, anggota Kepolisian Sektor Matraman dan Kepolisia Resort Jakarta Pusat menangani dan memeriksa keadaan.
WDA | AKBAR TRI KURNIAWAN



Dewan Pers Kecam Keras Serangan Bom Molotov ke Tempo


Serang (ANTARA) - Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, mengecam keras serangan bom molotov terhadap kantor majalah berita mingguan Tempo pada Selasa dinihari, dan meminta penegak hukum untuk segera mengungkap permasalahan ini untuk menjaga kemerdekaan pers nasional.
"Sulit diterima akal sehat di alam kebebasan berekspresi publik dan kebebasan pers bila masih ada tindak kekerasan semacam ini," ujarnya kepada ANTARA menjelang membuka Lokakarya Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan Dewan Pers di Serang, Banten, Selasa.
Kantor majalah berita mingguan Tempo di Jalan Proklamasi 72, Jakarta, pada Selasa pukul 02.40 WIB dilempari tiga bom molotov oleh orang tidak dikenal.
"Serangan ini bisa diartikan bukan hanya mengancam Tempo, tetapi juga mengancam kebebasan pers nasional," kata Bagir Manan.
Saat berbicara dengan peserta lokakarya, mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) itu mengemukakan, pers adalah bagian dalam proses berdemokrasi. Kemerdekaan pers juga dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD) pasal 28F dan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
"Secara eksplisit konstitusi dan undang-undang sudah menjamin kebebasan pers menjadi bagian dalam demokrasi. Dalam demokrasi kita harus belajar bersabar menanggapi perbedaan pendapat, dan hukum punya mekanismenya," kata Bagir Manan.
Oleh karena itu, ia menegaskan, siapa pun dan pihak mana pun yang tidak puas dengan pemberitaan pers harus menggunakan mekanisme hukum pers, yakni gunakan UU pers.
"Oleh karena rezim hukumnya memang begitu," ujarnya.
Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran itu menambahkan, selesaikanlah masalah pers menggunakan proses mediasi dan atau menggunakan hak jawab ke media massa, serta dapat melibatkan Dewan Pers yang mekanismenya dijamin UU.
"Jangan sedikit-sedikit ke polisi menghadapi pemberitaan pers, karena hal ini bisa mengganggu proses berdemokrasi," demikian Bagir Manan.
Sementara itu, Bambang Harymurti selaku pimpinan kelompok media Tempo menginformasikan bahwa ada dua dari tiga bom molotov yang dilemparkan ke kantor majalah Tempo meledak, dan api dapat segera dipadamkan.
"Tanpa ada korban. Tempo menyerahkan hal ini ke pihak berwajib," katanya menambahkan.



LBH: Polri Harus Beberkan Rekening Mencurigakan Secara Transparan


Padang (ANTARA) - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meminta Mabes Polri harus mampu membeberkan rekening mencurigakan milik sejumlah perwira tinggi Polri secara transparan.
"Kalau benar sudah selesai penyelidikan internal tentang dugaan kepemilikan rekening mencurikan milik sejumlah perwira Polri, saat diumumkan ke publik harus terbuka, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi," kata Direktur Eksekutif LBH Padang, Vino Oktavia ketika diminta tanggapannya di Padang, Selasa.
Menurut Vino, publik sedang menunggu hasil penyidikan internal Polri soal dugaan kepemilikan rekening mencurikan milik sejumlah perwira tinggi Polri.
Jadi, kalau benar ada dari sejumlah perwira tinggi Polri yang terlibat harus ditindak tegas, dan jangan ada diskriminasi antar anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran.
Kapolri harus melakukan penyidikan dugaan yang sudah menjadi sorotan publik itu secara tuntas sehingga lebih terang benderang titik permasalahannya.
"Kapolri diuji komitmennya untuk membuktikan reformasi di tubuh Polri benar-benar berjalan dengan baik," katanya.
Jadi, tambahnya, reformasi di tubuh Polri tak hanya sekedar tekad saja tetapi harus dibuktikan, setiap anggota yang melanggar maupun perwira tinggi harus diberlakukan sama di depan hukum.
Kapolri Bambang Hendarso Danuri usai rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/7), menyatakan, penyelidikan internal yang dilakukan oleh tim khusus Mabes Polri guna menelusuri kebenaraan dugaan rekening mencurigakan itu sudah selesai.
"Nanti kita jelaskan semua. Insya Allah minggu depan dijelaskan," ujarnya.
Menurut Kapolri, apabila hasil penyelidikan tersebut menemukan pelanggaran pidana tentu Mabes Polri akan memproses tindak lanjutnya.
Namun apabila tidak ada tindak pidana, lanjut dia, maka pihaknya pun siap memberikan penjelasan.
Sebelumnya, dalam pengantar memulai rapat kabinet terbatas, Presiden memerintahkan Kapolri untuk menuntaskan isu kepemilikan rekening mencurigakan sejumlah perwira tinggi Polri yang sudah meluas.
Presiden meminta agar Kapolri tak ragu memberi sanksi kepada pihak yang bersalah apabila dugaan tersebut ternyata benar.  

Kejaksaan Bersedia Gabung Tim Verifikasi Data Tempo

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Kejaksaan Agung bersedia untuk bergabung dalam tim gabungan yang diusulkan Staf Khusus Presiden bidang hukum Denny Indrayana terkait data rekening gendut perwira polisi yang diberitakan Majalah Tempo. Tim gabungan ini nantinya akan memverifikasi kebenaran data yang dimiliki Tempo.
"Kejaksaan bersedia kalau memverifikasi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Didiek Darmanto.
Mengenai upaya hukum selanjutnya setelah verifikasi. Kejaksaan akan lakukan koordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya seperti Kepolisian dan KPK.
"Kalau ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kalau tersangkanya dari pihak Kepolisian, maka Kejaksaan dan KPK akan melakukan pemeriksaan. Kalau tersangka dari Kejaksaan, maka KPK dan Kepolisian akan lakukan pemeriksaan. Itu tidak masalah," ujar Didiek.
Tim gabungan verifikasi data Tempo adalah usulan dari Denny Indrayana yang merupakan gabungan dari Kompolnas, Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK. Verifikasi dan upaya hukum lanjutan terkait dengan data Tempo mengenai rekening gendut perwira dinilai banyak pihak tidak bisa dilakukan oleh Kepolisian karena akan ada konflik kepentingan.
RENNY FITRIA SARI 

Kapolri Targetkan Dua Pekan untuk Telusuri Rekening Gendut

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia menargetkan waktu selama dua pekan kepada tim independen untuk merampungkan penyelidikan rekening gendut para petinggi. "Sudah berjalan ada sub tim khusus yang bergerak," kata Komisaris Besar Wahyu Indra Pramugari, salah satu anggota tim,di Jakarta, Senin (5/7).
Menurut Wahyu data dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan sudah dikantongi tim. Data itu, menjadi dasar penyelidikan. "Pemeriksaannya klarifikasi orang per orang," katanya.
Sejak dibentuk, kata Wahyu, sudah leb ih dari enam perwira tinggi yang diperiksa. Mereka, lanjutnya, diperiksa soal transaksi uang masuk dan keluar. "Para perwira tinggi yang diduga membawa sejunmlah bukti
transaksi," katanya.
Saat dikonfirmasi soal apakah Mathius Salempang yang juga merupakan pimpinan tim independen juga diperiksa, Wahyu membenarkan. Namun dia menegaskan soal independensi tim. "Tidak terpengaruh," katanya.
Sandy Indra Pratama
 
Sumber : Yahoo News

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer