Home » » Ratusan Warga Tuntut Pengolahan Limbah PT. Siemens

Ratusan Warga Tuntut Pengolahan Limbah PT. Siemens

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 30 Juli 2010 | 8:38 AM



Ratusan Warga Tuntut Pengolahan Limbah PT. Siemens


Kabar Sulawesi, Cilegon, Banten : Ratusan warga dan pengusaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha dan Masyarakat Citangkil berunjuk rasa di depan pabrik PT Siemens Indonesia di Cilegon, Banten, menuntut perusahaan agar mengizinkan mereka mengelola limbah pabrik.
"Kami meminta perusahaan untuk memberikan hak pengolahan limbah kepada warga," kata koordinator aksi Subianto Tole di sela-sela aksi unjuk rasa, Kamis.
Ia menjelaskan, selama ini perusahaan tidak pernah memperhatikan warga sekitar dan memberikan hak untuk mengolah limbah.
"Sudah saatnya masyarakat mendapatkan perhatian dari perusahaan," ujarnya.
Aksi masa yang dilakukan sejak pukul 09.30 WIB tersebut sempat ricuh karena ratusan warga yang berusaha masuk ke dalam kompleks pabrik dihadang oleh aparat kepolisian.
Setelah aksi dorong-mendorong selama 20 menit, akhirnya pihak perusahaan bersedia menerima lima orang perwakilan pengunjukrasa.
Dalam pertemuan itu, perwakilan perusahaan berjanji akan mempertemukan warga dan pengusaha dengan pihak manajemen pada hari Senin dan Selasa.
"Hari Senin dan Selasa, kami akan melakukan pertemuan dengan manajemen," terang Subianto.
PT Siemens Indonesia merupakan perusahaan multinasional penyedia teknologi pendukung infrastruktur bidang kelistrikan dan elektronika.
Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 1.250 karyawan tersebut mempunyai dua fasilitas produksi di Cilegon, Banten dan Pulo Mas, Jakarta sebagai pusat kompetensi internasional Siemens khususnya untuk fabrikasi komponen pembangkit listrik berskala besar dan panel hubung untuk pasar domestik dan internasional. sumber : antara/yahoonews
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer