Home » » Demo Anti Malaysia Terus Berlanjut

Demo Anti Malaysia Terus Berlanjut

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 27 Agustus 2010 | 5:41 PM


Kabar Sulawesi : Gelombang demo ini mengusik ketenangan Malaysia. Terlebih, selain berunjuk rasa dengan cara menginjak bendera Negeri Jiran, pengunjuk rasa pun menghadiahkan tinja. Pemerintah Indonesia telah meminta agar demonstran tidak bertindak anarki. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden telah menginstruksikan secara khusus kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto untuk menangani ketegangan ini.


Demo Anti Malaysia


Liputan6.com, Jakarta: Demonstrasi anti-Malaysia di berbagai penjuru Tanah Air terus bergolak. Untuk kesekian kalinya kedutaan besar Malaysia di Jakarta didemo. Kali ini, demonstran menuntut Negeri Jiran meminta maaf. Jika tidak, demonstran meminta diplomat Malaysia segera angkat kaki dari Ibu Kota, Jumat (27/8).

Unjuk rasa anti-Malaysia juga digelar di Denpasar, Bali. Puluhan pemuda dari Gerakan Marhaen Muda Indonesia berdemo di Kantor Konsulat Kehormatan Malaysia. Selain membawa Bendera Merah Putih, para pendemo juga membentangkan sejumlah poster berisi kecaman terhadap Malaysi.

Gelombang demo ini mengusik ketenangan Malaysia. Terlebih, selain berunjuk rasa dengan cara menginjak bendera Negeri Jiran, pengunjuk rasa pun menghadiahkan tinja. Pemerintah Indonesia telah meminta agar demonstran tidak bertindak anarki.


Aksi demonstran itu mengundang protes dari Malaysia. Media-media besar Negeri Jiran mulai menyuarakan sikap pemerintah Malaysia yang disebut kehilangan kesabaran. Selain mengecam demonstrasi, Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman belum lama ini menegaskan bisa saja Malaysia melarang warganya ke Indonesia.(ASW/AIS)

Menteri Indonesia-Malaysia Rapat 6 September


VIVAnews - Kementerian terkait dari Indonesia dan Malaysia akan rapat membahas ketegangan yang terjadi belakangan ini pada 6 September 2010. Joint Ministry Conference ini diharapkan bisa memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden telah menginstruksikan secara khusus kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto untuk menangani ketegangan ini.

"Untuk itu beliau (Menko Polhukam) akan memberikan keterangan nanti terhadap sikap resmi Pemerintah dalam menyikapi perkembangan terakhir hubungan Indonesia-Malaysia," kata Julian di Istana Kepresidenan, 27 Agustus 2010.

Julian mengataan Presiden sudah meminta Menko Polhukam untuk membuat pernyataan hari ini. Namun, belum diketahui kapan dan di mana Menko akan membuat pernyataan.

Pada intinya, Julian mengatakan, Indonesia menyesalkan insiden penahanan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Malaysia. "Kita berharap kejadian serupa tidak terulang lagi," ucap Julian.

Selain itu, Pemerintah juga akan menyampaikan sikap resmi yang akan disampaikan secara tertulis kepada Malaysia. "Kementerian Luar Negeri yang ditugaskan secara khusus oleh Presiden untuk menindaklanjuti, mendalami peningkatan mutu MoU (kesepakatan) antar kedua negara," ujar Julian. Dengan demikian, masing-masing negara dapat saling memahami posisinya masing-masing.

Ketegangan muncul setelah insiden 13 Agustus di perairan Bintan. Indonesia menangkap tujuh nelayan Malaysia yang dituduh masuk perairan Indonesia secara ilegal. Kemudian aparat Malaysia giliran menangkap aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kedua pihak akhirnya saling melepaskan.
Namun sejumlah pihak di Indonesia merasa telah terjadi 'barter' dalam kejadian itu. Muncul demonstrasi-demonstrasi yang menurut Malaysia melecehkan karena bendera Malaysia diinjak dan dilempar tinja. (umi)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer