Home » » Demonstran Gigit Polisi dan Telanjang

Demonstran Gigit Polisi dan Telanjang

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 12 Agustus 2010 | 11:07 AM

Kabar Sulawesi : Massa yang tak puas atas penetapan hasil pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada yang menggigit tangan polisi hingga berdarah. Ada juga seorang oma (nenek) yang nekat membuka baju. "Saya orang sini mau menyampaikan aspirasi karena banyaknya kecurangan kenapa dilarang!" kata Deitje Dungus (57), warga Lingkungan Tiga, Kelurahan Rap Rap. Ia mengaku datang ke kantor KPU atas inisiatif sendiri. "Saya tak mendapat uang sepeser pun," ujarnya.


Demonstran Gigit Polisi dan Telanjang


MINAHASA UTARA, KOMPAS.com — Demonstrasi ribuan orang di Taman SBY, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, diwarnai insiden bugil, Rabu (11/8/2010).
Massa yang tak puas atas penetapan hasil pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada yang menggigit tangan polisi hingga berdarah. Ada juga seorang oma (nenek) yang nekat membuka baju.
"Saya orang sini mau menyampaikan aspirasi karena banyaknya kecurangan kenapa dilarang!" kata Deitje Dungus (57), warga Lingkungan Tiga, Kelurahan Rap Rap.
Ia mengaku datang ke kantor KPU atas inisiatif sendiri. "Saya tak mendapat uang sepeser pun," ujarnya saat ditemui Tribun Manado.
KPU hari itu sedang rapat pleno soal rekapitulasi hasil akhir pilada. Meyta Lantang, saksi pasangan Fransisca M Tuwaidan-Willy Kumentas (Tuntas), di kerumunan massa yang tertahan di Taman SBY, menyatakan, ribuan orang itu semuanya berasal dari Wori.
Mereka menagih janji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wori soal pemungutan suara ulang. "Kami menuntut keadilan, masa banyak kecurangan tapi pleno tetap dilaksanakan," ujarnya disambut teriakan massa.
Saat diwawancarai wartawan cetak maupun elektronik, ada beberapa orang yang berteriak menyampaikan aspirasi. Seorang lelaki paruh baya akhirnya diringkus polisi setelah berteriak-teriak dan dianggap sebagai provokator.
Lelaki tersebut mengatakan, pemungutan suara di Kecamatan Wori sarat kecurangan, mulai dari segel kotak yang terbuka, Ketua PPK yang tidur di ruang penyimpanan kotak suara, dan serangkaian pelanggaran lainnya.
Polisi akhirnya mengamankan pria tersebut karena aksi tersebut tak kantongi izin kepolisian. Total ada tiga pria yang diamankan, dua pria dianggap provokator, satu pria karena mulutnya bau minuman keras.
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer