Home » » Gelombang Tinggi, Nelayan Selat Makassar Harus Waspada

Gelombang Tinggi, Nelayan Selat Makassar Harus Waspada

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 12 Agustus 2010 | 11:20 AM


Kabar Sulawesi : Hembusan angin saat ini tidak dipengaruhi peralihan ke musim kemarau. Melainkan hanya menimbulkan lebih banyak awan hujan karena tingginya kelembaban udara di beberapa wilayah tertentu termasuk di Kalimantan Timur. Untuk itu, agar nelayan-nelayan tradisional diharapkan lebih berhati-hati 

Nelayan Selat Makassar Diimbau Berhati-hati

Liputan6.com, Sangata: Informasi ini penting bagi nelayan yang kerap melaut di Selat Makassar. Saat ini, tinggi gelombang laut di selatan Selat Makassar terus meningkat akibat pola embusan angin pasat timur yang melanda sebagian besar wilayah selatan dan tenggara Indonesia. "Kondisi juga ternyata berpengaruh besar pada nasib nelayan di Kutai Timur," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara Temindung, Kalimantan Timur, Raden Ishak, Rabu (11/8).
Berdasarkan data BMKG, imbuh Ishak, kecepatan angin di laut saat ini rata-rata meningkat hingga 40 knot. "Meski tergolong kencang kondisi ini masih fase awal angin pasat timur," jelas Ishak. Ia mengingatkan, tinggi gelombang laut saat ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu sehingga mempengaruhi kondisi nelayan-nelayan tradisional untuk melaut.
"BMKG Kaltim memprakirakan, puncak ketinggian gelombang laut di selatan selat Makassar bisa mencapai 1,5-2,5 meter pada Agustus ini. Bahkan, tinggi gelombang bisa saja mencapai empat meter lebih," tegasnya. Puncak gelombang akan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2010. Potensinya memang cukup besar," ucapnya.
Dia menambahkan, hembusan angin saat ini tidak dipengaruhi peralihan ke musim kemarau. Melainkan hanya menimbulkan lebih banyak awan hujan karena tingginya kelembaban udara di beberapa wilayah tertentu termasuk di Kalimantan Timur. Untuk itu, ia mengingatkan agar nelayan-nelayan tradisional diharapkan lebih berhati-hati saat melaut. "Atau lebih baik istrahat dululah," katanya.
Adapun pada hari ini puluhan kapal milik nelayan Sangata masih berlabuh di Pelabuhan Kenyamukan dan di sepanjang Jalan Pendidikan. "Kami belum berani melaut karena tinggi gelombang masih menakutkan nelayan," kata Tjambang, salah seorang nelayan Sangata.(ANS/Ant)

Kapal Tenggelam, Seorang Penumpang Hilang


Liputan6.com, Toli-toli: Seorangpenumpang hilang dan sebelas anak buah kapal selamat akibat sebuah kapal motor asal Parepare yang mengangkut bahan bangunan dan makanan tenggelam di Perairan Pulau Simatang, Toli-toli, Sulawesi Tengah, Selasa (10/8). Sebelumnya, kemudi kapal patah akibat hantaman ombak besar.
Sebelum tenggelam, kapal sempat terseret arus hingga 25 kilometer ke arah utara Toli-toli, yang merupakan wilayah Pulau Selando. Hingga kini, polisi perairan masih mencari korban hilang.(IDS/SHA)


Keluarga Korban Tabrakan Kapal Buang Sesajen


Liputan6.com, Bulukumba: Sejumlah awak dan penumpang korban kapal tabrakan di perairan Sulawesi Selatan hingga Senin (9/8) masih belum ditemukan. Keluarga kini mencari cara lain untuk menemukan orang tercinta, yakni melepas sesajen di lokasi tabrakan dan pesisir laut Selayar dan Bulukumba. Mereka yakin keluarganya yang hilang itu masih hidup. Tangis mereka yang datang dari berbagai daerah ini tak terbendung saat berada di atas kapal.
Sebelumnya para keluarga korban ini hanya menunggu kabar hasil pencarian di Kota Makassar. Namun karena firasat seseorang yang selalu bermimpi keluarganya masih hidup akhirnya mereka memberanikan diri turun kelaut. Sejumlah keluarga korban ini diantar oleh kapal Polairud dan kapal nelayan ke beberpa pulau di dekat laut Selayar.
Pencarian tujuh awak dan sejumlah penumpang Kapal Trisal Pratama ini terkendala gelombang yang tingginya mencapai lima meter. Cuaca buruk memang terus melanda wilayah ini selama beberapa hari terakhir. Keluarga berharap dalam waktu dekat mereka segera ditemukan.(IAN)

YahooNews.-
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer