Home » » Menepis Issu Soal Dana Bencana Alam

Menepis Issu Soal Dana Bencana Alam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 06 Agustus 2010 | 4:29 PM


Kabar Sulawesi : Bupati Bone diterpa issu soal pemanfaatan dana bencana alam. Pasalnya, sejumlah tempat di Kabupaten Bone belakangan ini dilanda banyak bencana, utamanya bencana alam banjir. Kejadian banjir yang melanda Kabupaten Bone di bagian Utara sudah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Kejadian ini, juga tidak adanya kepedulian Pemda Bone untuk melakukan upaya meringankan derita warganya, seperti yang terjadi di Bone Utara, khususnya di kecamatan Ajangale, Dua Boccoe dan Cenrana.

Ironisnya, Bupati Bone, HAM Idris Galigo mengeluarkan pernyataan, bahwa pos bantuan bencana alam tidak dianggarkan dalam APBD, namun mata anggaran bantuan bencana alam masuk dalam dana tak terduga.

Bagikan Bantuan, Bupati Berbasah-basah 
 WATAMPONE, BKM -- Bupati Bone, HAM Idris Galigo akhirnya turun langsung melihat kondisi warga Kecamatan Dua Boccoe yang sejak satu bulan terakhir terendam banjir. Dalam kunjungannya, Kamis (5/8), Bupati menyalurkan bantuan.
Ikut serta dalam rombongan Bupati, sejumlah pejabat Pemkab Bone dan Ketua Tim Penggerak PKK, Hj A Warnawati serta anggotanya. Saat memberikan bantuan mi instan, Bupati dan jajaranya rombongan tak segan-segan berendam hingga berbasah-basah.

Banjir yang melanda empat kecamatan di wilayah Bone bagian utara, seperti Ajangale, Dua Boccoe dan Cenrana, selain merencam rumah warga, juga sejumlah sarana pemerintahan, tempat ibadah serta sekolah. Murid sekolah yang terendam itupun akhirnya diliburkan.

Data yang diperoleh BKM, areal pertanian yang terendam banjir di empat kecamatan ini sekitar 7.000 hektar. Sementara rumah penduduk yang terendam sekitar 5.000 lebih, sekolah 30 unit dan masjid 30 buah. Sejumlah ruas jalan hotmix juga terkelupas. Pihak Kesbang memperkirakan, kerugian akibat banjir mencapai Rp 32,5 miliar.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Bone, Alisyahbana yang ditemui di sela-sela penyaluran bantuan, kemarin mengatakan data yang ada saat ini masih bersifat sementara. Sehingga jumlah kerugian masih bisa bertambah. Mengingat curah hujan di wilayah Bone masih cukup tinggi. Begitu pula dengan air kiriman dari Danau Tempe, intentitasnya cukup besar.

Menurut Bupati, bantuan bagi korban banjir akan terus disalurkan. Dia berharap pemerintah pusat turun tangan dengan memberikan bantuan tanggap darurat.

''Kita masih akan turun memberikan bantuan, tapi masih akan dirapatkan dulu dengan semua pihak yang akan membantu. Pemerintah pusat kita harapkan memberikan bantuan tanggap darurat,'' ujarnya.

Banjir yang melanda empat kecamatan saat ini diperkirakan masih akan berlangsung lama. Bupati cukup prihatin dengan kondisi yang dialami warganya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer