Home » » Pidato Kenegaraan Presiden SBY 2010, Kapolri Tak Hadir

Pidato Kenegaraan Presiden SBY 2010, Kapolri Tak Hadir

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 16 Agustus 2010 | 5:08 PM

Kabar Sulawesi : Ruang gerak Indonesia di pentas internasional semakin besar. Potensi Indonesia untuk berkontribusi terhadap masalah-masalah kawasan dan global, juga semakin terbuka lebar. Sebagai bagian dari keluarga besar ASEAN, Indonesia dapat memantapkan stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di Asia Tenggara dan juga di kawasan Asia Pasifik. Sebagai anggota G-20, SBY mengklaim Indonesia dapat membantu mereformasi arsitektur perekonomian dunia, serta dapat berkontribusi bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berimbang dan berkelanjutan.


Pidato Kenegaraan Presiden SBY 2010


VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan kerjasama luar negeri. Slogan 'politik luar negeri bebas-aktif' bergeser menjadi 'politik luar negeri ke segala arah'.

"Kita terus mengobarkan internasionalisme yang mengedepankan kerjasama dan kemitraan," kata SBY dalam pidato di hadapan DPD dan DPR RI, Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.

Menurut SBY, semua pihak diimbau melaksanakan upaya ini dengan sebuah keyakinan bahwa semakin banyak kawan, sahabat, dan mitra, maka negara akan semakin aman, makmur dan kuat.

"Dan dalam konstelasi dunia yang sedang berubah dengan pesat, kita kini dapat menempuh 'politik luar negeri ke segala arah' atau 'all directions foreign policy.  Kita dapat mempunyai 'sejuta kawan, tanpa musuh—a million friends, zero enemy'," jelas SBY.

Yang jelas, SBY melanjutkan, ruang gerak Indonesia di pentas internasional semakin besar. Potensi Indonesia untuk berkontribusi terhadap masalah-masalah kawasan dan global, juga semakin terbuka lebar.
Sebagai bagian dari keluarga besar ASEAN, Indonesia dapat memantapkan stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di Asia Tenggara dan juga di kawasan Asia Pasifik.

Sebagai anggota G-20, SBY mengklaim Indonesia dapat membantu mereformasi arsitektur perekonomian dunia, serta dapat berkontribusi bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berimbang dan berkelanjutan.

"Sebagai anggota OKI, kita dapat terus menyuarakan jati diri Islam yang moderat, terbuka, toleran, dan modern. Kita juga secara konstruktif dapat  menjembatani antara Islam dan Barat," ujar SBY.  (umi)


Ahmad Yani: 

Kapolri Seharusnya Bisa Hadir Saat Presiden Pidato  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Kepolisian tidak hadir dalam acara pidato kenegaraan presiden Republik indonesia di Gedung DPR RI pada Senin (16/8). Hal itu mengundang reaksi keras dari politisi Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani yang menyatakan bahwa tidak etis bagi seorang Kapolri tidak menghadiri acara kenegaraan.

"Padahal presiden langsung yang berpidato," ujarnya usai mendengarkan pidato kenegaraan berkaitan dengan Hari Kemerdekaan RI ke 65.

Menurut Ahmad, ketidakhadiran Kapolri seharusnya memang diberitakan kembali untuk mencari tahu alasan dibalik tindakan itu. Jika memang alasannya tidak kuat dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, lanjut dia, "Itu namanya pembangkangan."

Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri tidak hadir dalam acara pembacaan pidato kepresidenan dalam rangka HUT RI ke 65. Kapolri diwakili kepala badan reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi.


Ito: Kapolri Tak Hadiri Pidato Presiden karena Sakit  


TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Ito Sumardi mengatakan Kepala Polri Bambang Hendarso Danuri tak menghadiri pidato kenegaraan Presiden karena masih terbaring sakit. Kapolri akan kembali bertugas besok.

"Beliau (Kapolri) manusia bisa sakit, dokter kepolisian menyarankan beliau hanya bisa melaksanakan acara pagi tadi saja," katanya usai menghadiri pidato kenegaraan Presiden di Gedung DPR, Senin (16/08).

Kepolri pagi tadi datang ke Mabes Polri untuk melakukan serah terima jabatan sejumlah petinggi Polri. Ito membantah jika acara pidato kenegaraan dianggap tak penting sehingga Kapolri tak datang.

Dokter kepolisian, kata Ito, hanya menyarankan agar Kapolri hanya datang pada acara pagi tadi. "Beliau dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa melaksanakan upacara," katanya.

Saat ini, Ito melanjutkan, Kapori masih dalam masa pemulihan. Namun ia enggan menyebutkan sakit yang diderita Kapolri. Ia hanya menyebutkan kemungkinan Kapolri sudah bertugas lagi besok. "Mudah-mudahan besok bisa hadir," katanya.

Ito membantah isu yang mengatakan saat ini terjadi pengalihan wewenang di tubuh Polri. "Tidak ada peralihan kekuasaan," katanya.

Wakil Kepala Polri yang harusnya menggantikan Kapolri, kata Ito, tak bisa hadir karena sedang di Akpol. Adapun Irwasum Nanan Sukarna sedang di Vietnam. "Jadi tinggal saya Pati Bintang tiga," katanya.
Dwi Riyanto Agustiar

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer