Home » » Pimpinan Pemuda UMNO Kecam Pendemo di Kedubes Malaysia

Pimpinan Pemuda UMNO Kecam Pendemo di Kedubes Malaysia

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 25 Agustus 2010 | 3:08 PM


Kabar Sulawesi : Khairy Jamaluddin, Pemimpin Pemuda UMNO mengecam keras aksi demostrasi yang dilakukan di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kecaman itu dikeluarkan Pimpinan UMNO, karena aksi tersebut dianggap sudah keterlaluan. Pasalnya, sekelompok kecil orang yang melakukan demo tersebut, melempari Kantor Kedubes Malaysia dengan kotoran manusia. 



Demo di Kedubes Malaysia


VIVAnews - Pemuda partai pemerintah UMNO Malaysia mengecam keras demonstrasi di depan kantor kedutaan besar Malaysia di Jakarta kemarin. Dalam demonstrasi itu, sejumlah demonstran melemparkan kotoran manusia ke halaman kedutaan.
Pemimpin Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin, Selasa, 24 Agustus 2010, mengatakan, meski tindakan itu dilakukan oleh sekelompok kecil orang. Mereka menilai demo itu tidak merepresentasikan rakyat Indonesia secara keseluruhan.
Insiden itu sangat tidak menyenangkan dan mencoreng citra Malaysia. Bahkan, demonstran lain menginjak-injak bendera Malaysia dan mengotorinya dengan feses manusia.
Seperti dikutip dari Bernama, Pemuda UMNO mendesak pemerintah Indonesia  meningkatkan keamanan di Kedutaan Malaysia untuk mencegah demonstrasi serupa terulang kembali.
Khairy juga meminta agar media massa di Indonesia bertindak hati-hati dan bijaksana dalam memberitakan peristiwa tersebut untuk mempertahankan hubungan bilateral yang harmonis.
"Saya telah memerintahkan Biro Internasional Pemuda UMNO untuk mengirimkan memorandum kepada kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur, untuk mengungkapkan protes kami pada pemerintah Indonesia terkait insiden tersebut," kata Khairy di Kuala Lumpur.
Demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok "Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) tersebut digelar untuk memprotes penangkapan tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditangkap oleh kepolisian Malaysia. (umi)
Demo Kedubes Malaysia


VIVAnews - Demonstrasi Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang dilakukan Senin 23 Agustus 2010  dikecam keras barisan pemuda Malaysia, dan para pejabat di negara itu. Mereka mengutuk  dan menilai  unjuk rasa itu sudah kelewatan dan  aparat keamanan di Jakarta dituduh membiarkan aksi  yang disebut tak senonoh itu.
Yang disebut aksi tak senonoh itu adalah melemparkan kotoran manusia ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan menginjak-injak bendera 'Jalur Gemilang' dan mengolesinya dengan kotoran -- sesuatu yang juga tak bisa diterima jika dilakukan pada 'Merah Putih'.
Para politisi dan beberapa organisasi non pemerintah di Malaysia telah meminta aparat Indonesia mengambil tindakan tegas terhadap para demonstran Bendera.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Anifah Aman menegaskan bahwa kelompok kecil semacam Bendera seharusnya tidak dibiarkan membuat hubungan dua negeri berjiran, Indonesia dan Malaysia menjadi kacau balau.
Datuk Seri Anifah juga meminta semua pihak untuk menggunakan akal sehat, dia mengatakan aksi kelompok itu seharusnya tidak dibiarkan sejak awal.
Sementara, Datuk Chor Chee Heung dari Malaysian Chinese Association (MCA) meminta Indonesia tegas pada aksi kelompok seperti itu. Sebab, katanya, dengan melakukan pembiaran, akibatnya justru lebih parah, membuat hubungan diplomatik Malaysia dan Indonesia makin parah.
"Kita tidak bisa terus menyerah pada tuntutan kelompok yang bertindak secara ilegal karena akan mempengaruhi hubungan kita dengan Indonesia," kata dia, seperti dimuat laman The Star, Rabu 25 Agustus 2010.
Sementara Ketua Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin mengatakan insiden itu tidak menyenangkan dan mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan terhadap para demonstran.
"Mereka juga harus meningkatkan keamanan di kedutaan Malaysia untuk mencegah terulangnya insiden semacam itu. Kedutaan kami diserang dan dihina dan kami tidak bisa mentolerir itu, "kata dia.
Khairy menambahkan, pihaknya juga melayangkan nota protes pada Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.
Senada, Ketua Pemuda PAS, Nasrudin Tantawi Hasan mempertanyakan alasan mengapa Bendera berusaha untuk menciptakan ketidakharmonisan antara kedua negara.
Dia juga mendesak instansi yang berwenang di republik ini untuk menyelidiki apa sebenarnya motif Bendera dan mengidentifikasi otak serangan terhadap Kedutaan Besar Malaysia.
Desakan yang sama juga disampaikan sekretaris Penang Jamaah Islah mengatakan, apa yang dilakukan Bendera menjijikan dan tidak sejalan dengan semangat persaudaraan Islam. Kalau memang ada hal yang tidak disukai, boleh saja berdemo, tapi bukan dengan cara yang kelewatan.
"Ketika pemimpin Indonesia datang ke sini, mereka mengatakan bahwa kita memiliki akar yang sama, agama yang sama, ras yang sama dan seterusnya. Jika ini memang benar maka mengapa melakukan hal-hal seperti itu?," tanya president Young Muslim Sports Club, Munower Sadiq.
Aksi kelompok Bendera yang melempat kotoran ke kantor kedutaan tidak hanya dikecam di Malaysia, sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Jakarta juga mengecamnya. "Bagaimana kalau kedutaan kita di Kualumpur juga dilempar seperti itu?" tanya Jusuf Kalla.


Juru bicara Deplu Teuku Faizasyah


VIVAnews - Pemerintah memaklumi adanya perasaan marah di masyarakat terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.
"Namun tentunya harus ditunjukkan secara proporsional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah di Kantor Presiden, Rabu 25 Agustus 2010.
Sebagai bagian dalam Konvensi Wina, sebagai pihak tuan rumah, Indonesia harus memberikan jaminan keamanan bagi diplomat asing dan obyek-obyek perwakilan asing di ibu kota.
"Itu sudah kami lakukan, kami koordinasikan dengan instansi kepolisian dan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan bagi diplomat Malaysia di Jakarta dan seluruh wilayah Indonesia. Juga keamanan dan keselamatan gedung-gedung mereka di Indonesia," kata Faizasyah.
Itu, tambah dia, adalah bagian dari kewajiban pemerintah. "Ada atau tidak ada permintaan [Malaysia] akan tetap kami berikan," tambah dia.
Dalam pengamanan ini, tambah dia, pihak Kemenlu bekerja sama dengan kepolisian. "Dalam hal ada kondisi-kondisi yang mengancam bagi  beroperasinya suatu perwakilan negara asing."
Terkait demo massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang melemparkan kotoran manusia ke Kedutaan Besar Malaysia, Faizasyah mengatakan, demonstrasi memang dibenarkan oleh sistem negara kita.
"Tapi tentunya ada batas-batas kewajaran. Mana kala ada di luar batas kewajaran, maka aparat hukum di Indonesia tentunya sudah melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku."
Hubungan Indonesia dan Malaysia kembali memanas pasca insiden penangkapan tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di sisi lain Indonesia juga menangkap tujuh nelayan Indonesia yang melanggar batas wilayah.



Demo di Kedubes Malaysia


VIVAnews - Aksi demonstrasi LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) di Kedubes Malaysia beberapa hari lalu menuai kecaman, terutama dari pemuda dan pejabat di Negeri Jiran itu.
Namun, aktivis Bendera, Mustar Bona Ventura, yang juga koordinator lapangan pada saat aksi tersebut, tidak menggubris kecaman itu.
Menurutnya, aksi yang dilakukan merupakan ekspresi kekecewaan terhadap Malaysia yang dinilai telah menginjak-injak harga diri bangsa Indonesia.
"Itu bentuk ekspresi kita. Apa yang pemerintah Malaysia lakukan kepada bangsa kita jauh lebih kotor," ujar Mustar di Jakarta, Rabu 25 Agustus 2010.
Dia menjelaskan, berbagai penyiksaan kerap dilakukan Malaysia kepada tenaga kerja Indonesia. Terakhir, sekitar 300 lebih TKI akan dieksekusi mati di Malaysia.
Selain itu, pelanggaran teritorial juga kerap dilakukan Malaysia dengan memasuki batas wilayah perairan Indonesia. Pencurian ikan juga kerap dilakukan nelayan Malaysia di perairan Indonesia. "Ini sudah keterlaluan. Ini bukan semata-mata soal DKP. Ini konflik sudah panjang dan keterlaluan," tegasnya.
Mustar menegaskan, pihaknya akan terus melakukan aksi yang sama jika Malaysia masih melakukan hal yang sama. Dia juga meminta, pemerintah harus tegas, dan tidak lemah dalam menghadapi kesewenangan yang dilakukan Malaysia. "Pemerintah Malaysia tidak punya itikad baik. Kami siap menghadapi konsekuensi apapun atas aksi-aksi kita," katanya.
Siang ini sekitar pukul 13.00 WIB, aktivis Bendera akan melakukan aksi 'Ganyang Malaysia' di depan CIMB Niaga, Jalan Jenderal Sudirman dan Petronas, Jalan Gatot Subroto. "Kami akan terus mendatangi pusat-pusat bisnis Malaysia," tegasnya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer