Home » » Suasana Lokasi Bentrok Jemaah Ahmadiyah Masih Mencekam

Suasana Lokasi Bentrok Jemaah Ahmadiyah Masih Mencekam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 01 Agustus 2010 | 1:35 AM



Kabar Sulawesi : Kapolres Kuningan ketika berada di lokasi terjadinya bentrok menyesalkan semuang itu terjadi, jika kedua belah pihak dapat menahan diri, korban lemparan batu dapat dihindari. "Mudah-mudahan Jumat ini bentrokan tidak terulang kembali, semua aman dan nyaman, permasalahan mari kita selesaikan secara hukum, bukan kekerasan,"katanya


Suasana Lokasi Bentrok Jemaah Ahmadiyah Masih Mencekam

Kuningan, (tvOne)

Situasi keamanan di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kuninga, Jabar, tampaknya cukup mencekam sebagian warga belum berani keluar rumah juga penutup kaca dan jendela dari papan setelah terjadi bantrok antara Ormas Islam dan Jemaah Ahmadiyah, Kamis (29/7).

Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda kepada wartawan, di Kuningan, Jumat, mengatakan, suasana di Desa Manis saat ini relatif sepi, jalan yang setiap hari padat dilalui roda dua lengang. Mungkin warga masih khawatir atas kejadian bentrok kemarin (29/7).

"Sebagai kepala daerah kami wajib memberikan rasa aman kepada semua warga Kuningan, kekerasan bukan jalan terbaik menyelesaikan masalah, mari kita secara besama-sama berdialog dan tempuh dengan cara hukum,"katanya.

Dikatakannya, permasalahan yang ada di Desa manis Lor bukan sekarang terjadi, setiap menjelang datang bulan puasa Ormas Islam berusaha untuk menutup semua kegiatan kelompok Jema`at Ahmadiyah.

Sementara itu Dedeh(35) warga desa setempat menuturkan, bentrokan antara Jema`at Ahmadiyah dengan sejumlah Ormas Islam yang datang dari luar kota Kuningan rutin setiap tahun terjadi, mereka sudah terbiasa namun rasa takut dan khawatir tetap ada.

"Sudah empat hari jendela rumah dan kaca ditutup dengan papan untuk menghidari lemparan batu,selain itu dirinya harus memasang tulis kelurga muslim, untuk menghindari salah sasaran Ormas Islam,"katanya.

Dia menambahkan, bentrokan yang terjadi kemarin masih ringan jika dibandingkan tahun lalu, jumlah Ormas Islma ralatif sedikit. Paling parah pada tahun 2007 korban dari kedua belah pihak berjatuhan terkena lemparan batu serta pukul benda tumpul.

"Bentrokan yang terjadi kemarin masih dapat di kendalikan oleh pihak kepolisian dan korban luka dua orang dari Ormas Islam tekena lemparan batu , ditambah anggota Brimob satu orang akibat jatuh menimpa benda keras,"katanya.

Kapolres Kuningan ketika berada di lokasi terjadinya bentrok menyesalkan semuang itu terjadi, jika kedua belah pihak dapat menahan diri, korban lemparan batu dapat dihindari. "Mudah-mudahan Jumat ini bentrokan tidak terulang kembali, semua aman dan nyaman, permasalahan mari kita selesaikan secara hukum, bukan kekerasan,"katanya (Ant).

Polisi Masih Jaga ketat Lokasi Bentrokan Kuningan

Kuningan, (tvOne)

Meski suasana Desa Manis Lor kecamatan Jalaksanan kabupaten Kuningan, Jabar, sudah cukup kondusif namun pihak kepolisian masih tetap khawatir bentrok antara Oramas Islam dan Jema`at Ahmadyah kembali terjadi. Lokasi bentrokan pun masih dijaga ketat oleh aparat keamanan, Jumat (30/7).

Brimob dari Detasemen C dengan jumlah pasukan dua SSK siaga disebar disetiap pintu masuk desa Manis Lor. AKP Dundun Danki Brimob kepada wartawan di Kuningan, Jumat (30/7), mengatakan, pengamanan akan tetap dimaksimalkan. Ia mengatakan, suasana di tempat terjadinya bentrokan relatif aman dan ormas Islam tidak terlihat berkumpul di Mesjid Al Hud

"Sejak Kamis malam semua Ormas Islam telah meninggalkan desa Manis Lor, namun di khawatirkan mereka kembali hari ini. Situasi Jumat dini hari hingga pagi ini kegiatan rutin masyarakat normal di banding tiga hari lalu,"katanya, seperti dilansir ANTARA.

Dikatakannya, polisi akan terus menjaga lokasi terjadinya bentrok hingga suasana tenang. Ia menambahkan, aktiftas warga sekitar kembali normal walaupun banyak warga yang  belum berani membuka papan penghalang kaca dan pintu mereka karena rasa khawatir masih tetap tinggi.

"Rasa khawatir warga masih tetap tinggi setelah terjadi beberapa kali bentrokan antara kelompok Jema`at Ahmadiyah dengan sejumlah Ormas Islam yang datang dari berbagai daerah seperti, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Banten, Cirebon,"katanya.

"Hingga kini sebagian warga masih menutup kaca dan jendela dengan papan untuk menghindari lemparan batu dari mereka yang bertikai,"ujarnya. (Ant)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer