Home » » Terkait Vonis Korupsi, Walikota Parepare Zain Katoe Di - nonaktif- kan ?

Terkait Vonis Korupsi, Walikota Parepare Zain Katoe Di - nonaktif- kan ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 20 Agustus 2010 | 2:18 AM


Kabar Sulawesi : Zain Katoe, Oleh PN Makassar,
-->2 Juni 2010, divonis 1 tahun  penjara. Walikota Parepare, Sulsel ini, juga diharuskan membayar denda Rp 100 juta subsider dua bulan penjara. Atas putusan itu, Terpidana usai sidang langsung menyatakan banding. Padahal vonis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, 2 tahun penjara dan denda Rp 300 juta -->

Kasus Korupsi APBD Kota Parepare ini mencuat, ketika, Drs. HM.Zain Katoe, menjabat Walikota Parepare pada tahun 2004. Ia membentuk Perusahaan diberi nama PT. Pares Bandar Madani (PT.PBM}. Perusahaan holding company ini kepemilikan sahamnya oleh Pemda Kota Parepare, dengan menyetor dana APBD tahun 2004 sebesar 1,5 milyar rupiah. Sebagai pemilik saham, Zain Katoe kemudian menobatkan dirinya sebagai Komisaris Utama di Perusahaan tersebut.


Ket. Foto : Drs. HM. Zain Katoe, Walikota Parepare

Setelah 2 tahun berjalan, perusahaan ini tidak melakukan aktivitas apa-apa, walaupun sebelumnya konon pihak PT. PBM telah melakukan berbagai MoU ke beberapa investor, namun itu tidak pernah terwujud. Kondisi ini kemudian menjadi perhatian kelompok LSM, meminta agar penggunaan dana APBD Parepare sebagai saham mayoritas di PT. PBM diusut. Dalam vonis Hakim,, Zain Katoe dinyatakan melanggar Pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Penjara satu tahun sesui vonis Hakim itu, menjadi issu dan mengarah untuk dilakukan penon-aktifan Drs. HM. Zain Katoe, sebagai Walikota Parepare saat ini, terkait PP Nomor 6/2005, tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah. Desakan penon-aktifan Zain Katoe sebagai Walikota Parepare itu, dianggap kalangan LSM sebagai uaya penegakan hukum.

Wacana desakan itu semakin panas, ketika sejumlah Anggota DPRD Kota Parepare berkeinginan membentuk Tim Klarifikasi. Dua wakil ketua DPRD yakni Syaefuddin La Intang dan Andi Darmawangsa menyatakan siap mendorong terbentuknya tim itu. Klarifikasi yang dimaksud, adalah, melakukan klarifikasi ke Gubernur Sulsel, dengan melakukan persuratan ke Guburnur Sulsel.

Ketua Komisi I DPRD Parepare, HM Siradz A Sapada, Disalah satu harian lokal berkomentar,  Selain melayangkan surat, anggota Fraksi Golkar DPRD Parepare ini juga berharap agar pimpinan dewan membentuk tim untuk memperjelas polemik terkait wacana penonaktifan sementara Zain Katoe selaku walikota untuk mencari solusi.

"Mengajukan permohonan ke pimpinan dewan untuk membentuk tim khusus. Tim ini nantinya akan membahas keabsahan Zain Katoe dalam memimpin roda pemerintahan di Parepare," katanya.

Siradz menegaskan, isi dari pasal 124 ayat 1 PP No6/2005 otomatis meminta Zain Katoe dengan legowo mengundurkan diri untuk sementara sebagai walikota terkait kasus korupsi PT PBM yang menimpanya.

"Jadi dari hasil rapat tim itu nantinya, kami kembali menyurat ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mempertanyakan keabsahan kedudukan Zain Katoe saat ini selaku walikota pascavonis oleh pengadilan. Sasarannya, penonaktifan sementara," tambah siraz.
Zain Katoe bukanlah satu-satunya terdakwa kasus korupsi APBD senilai 1,5 milyar rupiah yang ditanam di PT. PBM, masih ada dua orang lagi, masing-masing ; Fres Lande, Direktur PT. PBM dan Umar Usman, mantan Kabag Pemerintahan dan Ekonomi Pemkot Parepare. Persidangan ketiga terdakwa ini, terpisah di Pengadilan Makassar.

Pres Lande sebelumnya pada tanggal 20 Mei 2010, telah divonis 3 tahun penjara. Selain hukuman penjara, oleh Majelis Hakim diketuai Mustari, memvonis Direktur PT. PBM ini, terdakwa juga dijatuhi sanksi denda senilai Rp 150 juta subsidair dua bulan penjara serta dijatuhi hukuman ganti rugi senilai Rp 1,1 miliar. Fres Lande terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Umar Usman, mantan Kepala Bagian Pemerintahan dan Ekonomi Pemerintah Kota Parepare masih terus menjalani persidangan.

Wacana penon-aktifan sementara dari jabatannya selaku Walikota, menurut sejumlah kalangan, agar diperoleh kepastian hukum. Pasalnya, sejak di vonis oleh Majelis Hakim PN Makassar, Zain katoe tidak menjalani tahanan sesuai amar putusan. (soel)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer