Home » » Tragedi Pembunuhan Wartawan SUN TV di Tual

Tragedi Pembunuhan Wartawan SUN TV di Tual

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 22 Agustus 2010 | 11:57 PM


Kabar Sulawesi : Saat melakukan peliputan berita, Ridwan Salamun, Wartawan Sun TV, dianiaya secara sadis. Saat kejadian posisi Ridwan berada ditengah-tengah massa guna berusaha mengambil gambar secara berimbang antar dua belah pihak yang bertikai. Namun sejumlah orang yang datang dari Dusun Mangun tanpa belas kasihan menganiaya sang wartawan yang sedang menjalankan tugas mulia itu. "Kamera handycam yang digunakan korban pun di rampas dan hingga kini belum juga ditemukan," ungkap Hanapi, salah satu saksi mata pada kejadian itu.


Liputan6.tv Jurnalis Sun TV Tewas Dibunuh .flv




 VIVAnews - Wartawan SUN TV Wilayah Tual, group MNC di Jakarta, Ridwan Salamun, tewas dianiaya saat sedang menjalankan tugas jurnalistiknya, Sabtu 21 Agustus 2010.

Ridwan tewas saat sedang mengabadikan bentrokan antar warga kompleks Banda Ely dan warga Dusun Mangun, Desa Fiditan, Kita Tual, Maluku Tenggara.  Namun, tiba-tiba kepala belakangnya dibacok, ia juga dianiaya dengan benda tumpul.

Menurut keterangan saksi mata, Ali Hanapi, saat kejadian posisi Ridwan berada ditengah-tengah massa guna berusaha mengambil gambar secara berimbang antar dua belah pihak yang bertikai.

Namun sejumlah orang yang datang dari Dusun Mangun tanpa belas kasihan menganiaya sang wartawan yang sedang menjalankan tugas mulia itu. "Kamera handycam yang digunakan korban pun di rampas dan hingga kini belum juga ditemukan," ungkap Hanapi.

Sementara, informasi yang dihimpun dari Kepolisian, peristiwa berawal pada tanggal 19 Agustus, terjadi bentrok dua desa antara Dusun Banda Ely dengan Desa Fiditan, hingga pelemparan batu yang dilakukan pemuda di desa Fiditan. Aksi ini merusak beberapa rumah.

Tidak ingin berlarut panjang, polisi mempertemukan masing-masing ketua untuk didamaikan. "Selesailah persoalan, karena keduanya sudah damai," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan kepada VIVAnews, Sabtu 21 Agustus 2010.

Namun, entah mengapa pagi ini,  bentrok kembali terjadi antara kedua pemuda kampung tersebut. Saat itulah Ridwan yang sedang meliput kejadian, terkena sabetan parang dan tombak di bagian kepalanya.
"Diduga dilakukan oleh kelompok Fiditan yang datang dari arah belakang. Karena luka parah saat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya (Ridwan) tak tertolong," tuturnya.

Saat ini, polisi masih menyelidiki para pelaku penganiayaan yang dilakukan para pemuda dua dusun itu terhadap wartawan yang meliput peristiwa itu. "Kita akan tetap selidiki sampai diketahui siapa pelaku pemuda yang menyebabkan tewasnya wartawan itu," tuturnya. Selain juga, polisi akan mendamaikan warga kedua desa tersebut. (umi)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer