Home » » Warga Negara Prancis Buruan Polri Itu Bernama Frederic

Warga Negara Prancis Buruan Polri Itu Bernama Frederic

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 18 Agustus 2010 | 3:16 PM

Kabar Sulawesi : Kelompok radikal Prancis punya sejarah keterkaitan dengan jaringan teroris di Aljzair atau  Pakistan. Di Australia, tokoh radikal yang paling dikenal adalah Willie Virgile Brigitte -- yang diduga terkait Al Qaeda. nama warga negara Prancis yang diburu Polisi itu adalah Frederic C Jean Salvi alias Ali. Dia lahir di Pontarlier, Prancis, pada tahun 1979.

Komisaris Jendral Polisi Ito Sumardi


VIVAnews - Siapa identitas warga negara Prancis yang diduga memberikan mobil Mitsubhisi Galant kepada jaringan teroris telah terkuak.

Dia bernama Frederic C Jean Salvi alias Ali. Dia lahir di Pontarlier, Prancis, pada tahun 1979.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi membenarkan hal tersebut.
"Ya betul. Sesuai dengan informasi dari Kedutaan Prancis," kata Ito di Markas Besar Kepolisian, Rabu 18 Agustus 2010.

Ito menambahkan penyidik kepolisian dari Detasemen Khusus 88 masih mendalaminya dan terus berkoordinasi dengan Kedutaan Prancis.

Frederic, menurut penjelasan Ito, juga dicari-cari dinegaranya karena
ditengarai terlibat dalam organisasi radikal di sana. "Di Prancis ya
kan termasuk dalam pencarian," kata Ito.
Kepolisian,tambah Ito, bekerjasama dengan Interpol Prancis untuk memburu Frederic. "Kalau memang betul,  kita meminta diajukan bersama karena mereka juga mencari dia," tambah dia.

Sebelumnya, Kepala Desk Antiteror Kementerian Politik dan Keamanan, Ansyaad Mbai mengatakan, Frederic alias Ali terkait kelompok radikal di Prancis.

Kelompok radikal Prancis punya sejarah keterkaitan dengan jaringan teroris di Aljazair atau  Pakistan. Salah satu tokoh yang terkenal adalah Willie Virgile Brigitte -- yang diduga terkait Al Qaeda. (umi)

Warga Negara Prancis Buruan Polri Itu Bernama Frederic

VIVAnews - Kepolisian RI terus memburu warga negara Prancis yang diduga memberikan mobil Mitsubhisi Galant kepada jaringan teroris. Mobil itu rencananya akan digunakan sebagai bom mobil.

Polisi belum mengungkap identitas orang Prancis tersebut. Polisi hanya memberikan petunjuk, ia punya istri orang Maroko.

Namun, situs ABC News memperoleh rincian soal warga Prancis yang diduga terlibat plot teror yang diduga ada kaitannya dengan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir.

Keterangan tersebut diperoleh dari Kepala Desk Antiteror Kementerian Politik dan Keamanan, Ansyaad Mbai.

Kata dia, nama warga negara Prancis yang diburu Polisi itu adalah Frederic C Jean Salvi alias Ali. Dia lahir di Pontarlier, Prancis, pada tahun 1979.

"Kami mendapatkan informasi dari patner kami di Prancis, bahwa Frederic Salvi alias Ali adalah aktivis radikal di Prancis," kata Ansyaad seperti dimuat laman ABC News, Selasa 17 Agustus 2010.

"Tentu saja, kami menganggap ini adalah informasi yang signifikan dan serius. Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Prancis," tambah dia.

Kelompok radikal Prancis punya sejarah keterkaitan dengan jaringan teroris di Aljzair atau  Pakistan. Di Australia, tokoh radikal yang paling dikenal adalah Willie Virgile Brigitte -- yang diduga terkait Al Qaeda.

Namun, klaim soal Frederic Salvi baru bersifat data intelijen. Belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.

Sementara, salah satu pimpinan sekolah agama di mana Salvi belajar di Bandung, Ace Ahmad Jalaludin, mengaku mengenal Salvi selama setahun.

Kata dia, tak ada tanda-tanda bahwa Salvi radikal. Menurut dia, ciri fisik Salvi adalah kulitnya yang terang.

Ace menceritakan, Salvi masuk Islam tiga tahun lalu dan belajar di Mesir sebelum akhirnya tiba di tanah air.
 Salvi mengerti Bahasa Arab dan memahami beberapa ayat Al Quran. Ace meyakini, Salvi tak ada di Indonesia saat ini. Dia berada di Maroko.  (sj)
Warga Prancis Pemilik Gallant untuk Bom Mobil
Dia beristri seorang Maroko. Polri sudah bekerjasama dengan interpol untuk memburunya.

VIVAnews - Markas Besar Polri membekuk kawanan teroris yang terkait dengan penyergapan kamp militer teroris di Aceh sebelumnya. Dari penangkapan ini, aparat menyita sebuah mobil Mitsubishi Gallant yang disiapkan sebagai bom mobil.

"Disiapkan untuk bom mobil yang akan dibenturkan kepada target-target mereka," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang di Mabes Polri, Senin 9 Agustus 2010.

Mobil itu disita dari penangkapan Fahrurozi Tanjung alias Baim dan Hamzah alias Helmi. Keduanya dibekuk di Kampung Saluyu, Cibiru, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Polri masih memburu pemilik awal mobil Gallant dengan nomor polisi B 1600 KE yang lalu menyerahterimakannya kepada dua terduga teroris. Polisi menyatakan sudah mengetahui identitas pemilik awal mobil itu.
"Dia warga Prancis dan beristri orang Maroko. Kami sudah bekerjasama dengan interpol untuk mengejarnya," kata Edward.
Penangkapan itu berlangsung Sabtu kemarin, 7 Agustus. Siapa persisnya target bom mobil itu, kata Edward, "masih diselidiki."

Polri membekuk lima tersangka teroris. Dua ditangkap di kawasan Cibiru, Bandung, yakni Fahrurozi Tanjung alias Baim, dan Hamzah alias Helmi.

Satu lainnya dibekuk di Subang, Jawa Barat, Gofur. Adapun yang ditangkap di Cileunyi, Bandung, adalah Ustadz Kiki. Satu lainnya, Kurnia Widodo alias Ujang, dibekuk di Padalarang, Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan pengembangan informasi dari penangkapan itulah, polisi lalu menangkapmantan Amir Majelis Mujahidin Indonesia, ustadz Abu Bakar Ba'asyir. (kd)
• VIVAnews
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer