Home » » Wilayah Sulawesi Dilanda Bencana Banjir

Wilayah Sulawesi Dilanda Bencana Banjir

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 03 Agustus 2010 | 12:48 PM

Kabar Sulawesi : Sejumlah daerah di wilayah Sulawesi, mengalami banjir. Hal ini disebabkan curah hujan yang turun dibeberapa daerah, utamanya di Sulawesi selatan sangat tinggi. Sayangnya, para korban banjir ini, banyak tidak mendapatkan perhatian pemerintah setempat. Hidup merekapun merana.

Korban Banjir di Bulukumba Hidup Merana


Liputan6.com, Bulukumba: Banjir yang terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (27/7), dinilai paling parah yang pernah dirasakan warga. Ketinggian air saat menerjang mencapai tiga meter. Sialnya, banjir diperkirakan akan lama bertahan karena tempat ini tidak memiliki saluran pembuangan.
Warga kini hidup dalam keadaan memprihatinkan. Kurangnya air bersih dan bahan makanan membuat warga terpaksa menggunakan air hujan untuk keperluan hidup sehari-hari. Mereka kini sangat membutuhkan bantuan pemerintah berupa alat berat untuk membuat saluran pembuangan air ke sungai. Selain itu, pengungsi juga membutuhkan bantuan sembako untuk keperluan sehari-hari.(IAN)

Banjir di Polewali Rendam Rumah dan Perkantoran


Liputan6.com, Polewali: Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Polewali Mandar sejak Senin kemarin menyebabkan Sungai Maloso meluap. Akibatnya, ribuan rumah dan perkantoran di Polewali, Sulawes Barat, terendam hingga 1,5 meter.
Luapan salah satu sungai terbesar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini terjadi sejak Selasa (3/8) subuh.
Belasan gedung puskesmas dan sekolah yang terletak di sepanjang muara sungai ikut terendam dengan ketinggian 50 cm hingga 1,5 meter. Sehingga sejumlah pegawai dan anak-anak sekolah diliburkan. Beberapa siswa dan siswi tampak nekat berangkat sekolah meski banjir melanda. Namun mereka harus pulang karena tak ada satupun guru yang masuk.
Selain gedung-gedung, ruas jalan yang menghubungkan kecamatan atau antar desa terputus. Warga yang hendak berpergian keluar ataupun masuk Kota Polewali dan Wonomulyo terpaksa berjalan kaki sekitar 3 km. Selokan yang tidak berfungsi dengan baik ikut andil menyebabkan banjir tahunan di wilayah ini. Bahkan keadaan semakin diperparah dengan adanya sejumlah galian ruas jalan yang belum rampung. Sejumlah warga kini terpaksa mengungsikan barang-barang berharga milik mereka ke tempat yang lebih tinggi. (mel)




Korban Banjir Bone Dapat Bantuan


Liputan6.com, Bone: Tiga kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hingga Selasa (27/7), masih terendam banjir. Namun warga kini mulai berlega hati setelah mereka menerima bantuan dari Mapolres Bone.
Meski bantuan hanya berupa beras lima kilogram untuk setiap kepala keluarga mereka menghargai perhatian itu. Selama ini warga baru dua kali menerima bantuan dari pemerintah walau banjir telah mengurungnya selama dua bulan. Kini warga masih membutuhkan air bersih, makanan, dan obat-obatan.(IAN)

Jalur Trans Sulawesi Kembali Putus


Liputan6.com, Poso: Jalur Trans Sulawesi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, lumpuh akibat longsor susulan, Senin (2/8). Akibatnya, ratusan kendaraan tertahan hingga tiga kilometer sehingga membuat pengendara dan penumpang telantar.
Longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur Desa Pandiri dan Tampemadoro sejak kemarin. Selain longsor, sejumlah pohon juga tumbang menutupi jalan [baca: Longsor, Jalur Trans Sulawesi Putus]
Dinas Pekerjaan Umum setempat mengerahkan ala berat untuk mengevakuasi longsoran. Mereka juga berusaha memindahkan timbunan pepohonan yang menutupi jalan.(ULF)

Jalur Trans Sulawesi Masih Lumpuh


Liputan6.com, Poso: Terputusnya jalur transportasi lintas Sulawesi membuat pihak pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, bekerja keras sepanjang hari. Seluruh alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan longsoran tanah atau pepohonan yang menutupi badan jalan di sejumlah titik [baca: Jalur Trans Sulawesi Kembali Putus].
Meski longsoran sebagian besar telah disingkirkan, tak berarti arus kendaraan langsung menjadi lancar. Masih terdapat badan jalan yang amblas hingga kedalaman empat meter sepanjang seratus meter. Akibatnya, ratusan kendaraan terjebak kemacetan hingga lima kilometer.
Dari pantauan di beberapa lokasi Senin (2/8) siang, terdapat 15 titik longsoran yang sebagian besar di antaranya sudah menimbun separuh badan jalan. Banyaknya titik longsor itu akibat tingginya curah hujan dalam seminggu terakhir di wilayah Poso.(MRQ/SHA) yahoonews



Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer