Home » » Tabrakan Maut Kereta Api Telan Korban Jiwa

Tabrakan Maut Kereta Api Telan Korban Jiwa

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 02 Oktober 2010 | 11:39 AM



Kabar Sulawesi : Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang Senja Utama sekitar pukul 03.05, saat hendak mendahului Senja Utama di Petarukan, Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Tapi, saat itu Argo Bromo Anggrek yang melaju dalam kecepatan tinggi berada di jalur yang sama sehingga tabrakan tak terelakkan. Jumlah korban tewas dan luka akibat kecelakaan itu masih simpang siur. Menurut Sofyan, jumlah korban tewas sebanyak 12 orang. 

30 Korban Luka Berat Dirawat di RS Azhari

VIVAnews - Korban kecelakaan kereta api di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, terus bertambah. Sedikitnya 30 korban luka masih menjalani perawatan intensif di RS Azhari. Belasan lainnya di RS Santa Maria.

"Mayoritas menderita luka parah, ada yang luka bakar, banyak juga yang patah tulang," kata Ani, petugas RS Azhari, saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 2 Oktober 2010.

Petugas rumah sakit masih mendata identitas korban. Menurut Ani, jumlah korban tewas yang ada di RS Azhari ada dua orang. Informasi ini berbeda dengan yang disampaikan Kapolres Pemalang AKBP Drs Sofyan Nugroho yang menyatakan korban tewas yang dilarikan ke RS Azhari sebanyak tujuh orang.

Jumlah korban tewas dan luka akibat kecelakaan itu masih simpang siur. Menurut Sofyan, jumlah korban tewas sebanyak 12 orang.  Sementara Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan korban meninggal ada 9 orang. Sejumlah korban juga masih ada yang belum berhasil dievakuasi.

Sekitar pukul 03.05, Sabtu, 2 Oktober 2010, KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama Jakarta-Semarang yang sedang berhenti, dari belakang. (umi)


Argo Harusnya Beda Rel dengan Senja Utama


VIVAnews - Kecelakaan kereta api di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, dini hari tadi, merenggut belasan korban tewas dan puluhan korban luka.

Dugaan sementara ada dua kemungkinan penyebab kecelakaan, gangguan sinyal dan pelanggaran sinyal.
Kepala Humas Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo kepada VIVAnews,  menuturkan sesuai jadwal menjelang pukul 03.05, Sabtu, 2 Oktober 2010, KA Senja Utama, berhenti di Petarukan. "Senja Utama rencananya disusul Argo Bromo Anggrek di Petarukan," ujarnya.

Saa hendak mendahului Senja Utama di Petarukan, Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Tapi yang terjadi ternyata di satu lintasan.

"Tapi belum diketahui pasti kenapa dua kereta itu bisa berada di jalur yang sama," ujar Sapto.
Sejumlah korban tewas telah dievakusi ke rumah sakit Azhari dan Santa Maria. Hingga pagi ini proses evakuasi masih berlangsung.(umi)

Potongan Kereta Timpa Tiga Rumah Penduduk


REPUBLIKA.CO.ID, PEMALANG-–Satu dari dua gerbong Kereta Api (KA) Senja Utama yang terguling akibat diseruduk KA Argo Bromo Anggrek di Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jateng Sabtu (2/10) dinihari terbelah menjadi dua. Karena kerasnya tabrakan, sayatan gerbong tersebut ada yang terlempar dan menimpa tiga rumah di sekitar tempat kejadian.

Beruntung, lempengan baja tersebut hanya menghancurkan bagian atap rumah. Hanya ada satu rumah yang bagian depannya runtuh akibat terjangan lempengan baja tersebut. Agus (43 th) salah satu pemilik rumah mengatakan, saat kejadian ia dan keluarganya sedang tertidur lelap.

‘’Ketika terdengar suara seperti dentuman, mendadak bagian atap rumah saya bergoyang kemudian terdengar seperti benda jatuh. Tahu-tahu bagian depan rumah saya sudah runtuh,’’ kata Agus ketika dihubungi Republika, Sabtu (2/10).

Dua rumah di sebelah Agus hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian genting saja. Dari informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa akibat terlemparnya potongan baja  dari kereta api Senja Utama tersebut. Namun, korban tewas akibat kecelakaan KA itu seluruhnya diperkirakan lebih dari 35 orang.

Sampai pukul 08.00, polisi masih berupaya mengevakuasi satu korban hidup yang kakinya terjepit badan  kereta. Pria berumur 25 tahun berupaya untuk dikeluarkan dari jepitan dengan cara memotong serta menggelar badan kereta tersebut.



Kronologi Kecelakaan Maut di Pemalang


VIVAnews - Sebanyak 20 penumpang diduga tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan KA Senka Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah.

Kecelakaan maut ini, menurut Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan kepada VIVAnews, Sabtu 2 Oktober 2010, termasuk kejadian langka.

"Kecelakaan karena sundulan ini peristiwa yang jarang terjadi. Makanya kita akan lihat secara detil penyebab di lapangan," kata Tundjung yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

Bagaimana peristiwa maut ini bisa terjadi. Kepala Humas Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo, menceritaan kronologi singkat terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya KA Senja Utama Jakarta-Semarang.

Menurut dia, menjelang pukul 03.05, Sabtu, 2 Oktober 2010, KA Senja Utama, berhenti di Petarukan. Kereta sedianya menunggu KA Argo Anggrek yang datang dari arah sama melintas.

"Jadi kereta Senja Utama rencananya disusul Argo Bromo Anggrek di Petarukan," ujarnya.

Itu memang umum terjadi bahwa Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta eksekutif mendapat mendapat prioritas jalan dibandingkan Senja Utama yang merupakan kelas bisnis.

Saat hendak mendahului Senja Utama di Petarukan, Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Tapi, saat itu Argo Bromo Anggrek yang melaju dalam kecepatan tinggi berada di jalur yang sama sehingga tabrakan tak terelakkan.

Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang Senja Utama sekitar pukul 03.05. "Tapi belum diketahui pasti kenapa dua kereta itu bisa berada di jalur yang sama," ujar Sapto. (umi)



Dua Tim Investigasi Kereta Diterjunkan


JAKARTA, KOMPAS.com -  Juru bicara Komite Nasional Keselamatan Transportasi, JA Barata, mengatakan, hari Sabtu (2/10) ini, KNKT menurunkan langsung dua tim investigasi khusus kereta api. Tim akan bekerja untuk mengetahui penyebab kecelakaan, dan memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan.

Tim pertama dikirim ke Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, untuk menyel idiki tabrakan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan Kereta Bisnis Senja Utama Semarang. Sementara tim kedua berangkat ke Stasiun Purwosari, Solo, untuk menyelidiki tabrakan KA Eksekutif Bima (Jakarta-Surabaya) dengan KA Ekonomi Ga ya Baru Malam (Jakarta-Surabaya).

Seluruh anggota tim berangkat dengan kereta api, diharapkan hari ini juga sudah tiba di lokasi kejadian. Tidak seluruh anggota tim dari Jakarta, ada yang misalnya berasal dari kota-kota yang lebih dekat seperti di Purwokerto, kata JA Barata, saat dihubungi.

Investigator yang bertugas ke Petarukan, kata Ba rata adalah Koensabdono, Kartomo, Sutjahjono, Edi Sasongko, Mumuh, Wahyudijantho, Marjono, dan Tatang. Sementara tim yang bertugas ke Purwosari, diisi oleh Purwanto, Whosep Muktamar, dan Budiharjo.

Persoalannya, hasil investigasi baru akan diketahui berbulan-bulan demikian. Dan regulasi, tidak menggariskan KNKT untuk mempublikasikan secara terbuka hasilnya. Sehingga, masyarakat umum tidak tahu dengan pasti penyebab kecelakaan, bila tidak berupaya sendiri mencarinya ke KNKT.  


Dirjen Minta Maaf Atas Kecelakaan KA di Pemalang


Jakarta (ANTARA) - Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna kereta api (ka) dan berduka cita untuk para korban dalam kecelakaan KA di Pemalang, Jawa Tengah.

"Saya mohon maaf kepada seluruh korban kecelakaan KA di Pemalang," kata Tundjung yang dihubungi dari Jakarta, Sabtu saat akan meninjau lokasi kecelakaan.

KA Eksekutif Argobromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya bertabrakan dengan KA bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, Jawa Tengah pada Sabtu dinihari.
Hingga saat ini dilaporkan 33 korban meninggal dunia sedangkan 10 lainnya luka berat dan enam luka ringan. Umumnya yang luka-luka itu mengalami patah tulang atau kaki.
Kereta Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya yang melaju dari arah yang sama sekitar pukul 03.00 WIB menabrak bagian belakang KA Senja Utama.
Gerbong ke-9 KA Senja Utama hancur, sedangkan gerbong ke-6 terbalik dan keluar dari rel. Seluruh gerbong Senja Utama yang tidak rusak telah ditarik ke Semarang.

Para petugas dibantu aparat polisi dan TNI hingga saat ini masih melakukan evakuasi korban kecelakaan.
Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di antaranya ke Rumah Sakit Santa Maria, Rumah Sakit Islam Pemalang dan Rumah Sakit Umum Daerah Pemalang.Beberapa jenazah masih ditunggui petugas untuk diambil sanak keluarganya.

Masih banyak korban yang terhimpit dalam gerbong dan diperkirakan meninggal dunia.
Namun beberapa korban itu masih belum bisa diidentifikasikan jati dirinya. Sampai berita ini diturunkan sekitar 11 korban masih belum diketahui identitasnya .

PT KAI akan menanggung semua biaya pengobatan para penumpang yang mengalami cidera akibat insiden itu dengan bantuan dari PT Jasa Raharja.

Masinis KA Argo Anggrek Akan Diperiksa

Liputan6.com, Pemalang: Dua masinis KA Argo Anggrek dibawa ke markas kepolisian setempat. Kedua masinis ini akan diselidiki terkait peristiwa kecelakaan Kereta Api Argo Anggrek dengan Senja Utama yang menewaskan puluhan orang itu.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor Pemalang, AKBP Sofyan Nugroho, Sabtu (2/10). Namun Sofyan enggan menyebutkan nama kedua masinis itu.

Berdasarkan informasi sejumlah sumber, kedua masinis Argo Anggrek itu bernama Muhammad Kholik dan Hadis Jiyono. Keduanya dibawa ke mapolres setempat menggunakan mobil bernomor polisi G 8113 M.
Hingga pukul 07.15 WIB, petugas telah mengalihkan rangkaian KA Argo Anggrek dari lokasi tabrakan ke lintasan lainnya. (Ant)

PT KA Kirim Tim Internal ke Pemalang


Liputan6.com, Bandung: PT Kereta Api akan menurunkan sebuah tim untuk mengecek kecelakaan KA Argo Bromo dan Senja Utama di jalur Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10). "Hari ini tim langsung melakukan investigasi dan pengecekan," kata Vice President Public Relation PT KA Sugeng Priyono.

Menurut Sugeng, tim internal itu terdiri dari unsur teknis, administrasi serta unsur terkait lainnya. Selain itu Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga diturunkan ke lokasi kejadian.

Tim itu akan bekerja untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. "Sejauh ini belum diketahui penyebab utamanya, masih akan dicek melalui investigasi tim," kata Sugeng. PT KA juga akan menanggung semua biaya pengobatan penumpang yang mengalami cedera dengan perlindungan dari PT Asuransi Jasa Raharja.(IAN/Ant)



KNKT Kirim Investigator ke Pemalang dan Solo


Jakarta (ANTARA) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan segera mengirim sejumlah investigator ke lokasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KA Senja Utama di Petarukan, Pemalang.

"Mereka berangkat pagi ini (2/10) dan mengemban misi utama untuk melakukan investigasi dan meneliti penyebab kecelakaan tersebut," kata Juru Bicara KNKT, J.A. Barata saat dihubungi di Jakarta, Sabtu pagi.
Barata menyebutkan keenam investigator tersebut, yakni Koensabdono yang berangkat dari Bandung sebagai investigator "incharge" dan lima lainnya adalah sebagai anggota.

Mereka adalah Kartomo (Purwokerto), Sutjahjono (Bandung), dan tiga lainnya dari Jakarta, yakni Edi Sasongko, Mumuh, dan Wahyudianto, serta Tatang.

Barata menjelaskan tugas awal mereka adalah mengumpul data dan fakta di lapangan. "Namun, prioritas utama saat ini adalah evakuasi," katanya.

Setelah itu, mereka bisa melakukan pengumpulan data melalui keterangan saksi-saksi dari penumpang yang selamat, Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api dan petugas lainnya.

"Untuk masinis, jika masih trauma, tentu belum dilakukan wawancara," katanya.
Barata juga mengatakan tim investigator akan berada di lokasi sesuai kebutuhan.

Barata juga menambahkan tim yang akan dikirim untuk kejadian sejenis di Stasiun Purwosari, Solo, adalah Purwanto, Whosep Muktamar dan Budiharjo.

"Mereka sudah mengantongi prosedur tetap. Jadi, tidak ada yang khusus meski dua peristiwa kecelakaan ini sama-sama tabrakan dari belakang," kata Barata.

Hingga pukul 06.20 WIB, korban tewas kejadian di Pemalang, Jawa Tengah, sudah sembilan orang dan diperkirakan bisa bertambah.

Kemudian untuk di Solo, disebut-sebut satu orang tewas.

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer