Home » » Korban Letusan Gunung Merapi

Korban Letusan Gunung Merapi

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 06 November 2010 | 11:10 AM


Kabarsulawesi : Total korban luka mencapai 78 orang, belum termasuk korban luka di Klaten, Jawa Tengah, sebanyak 13 orang. "Semuanya mengalami luka serius. Rata-rata luka bakar mencapai 40 persen," kata Kepala Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, saat dihubungi VIVAnews.com. Menurut Heru, saat ini para korban luka masih menjalani perawatan. "Daya tampung rumah sakit maih mencukupi untuk menampung pasien lainnya."

VIVAnew - Jumlah korban tewas akibat dua letusan dahsyat Gunung Merapi mencapai 109 orang. Semua korban tewas akibat luka bakar terkena hembusan awan panas wedhus gembel.  
"Korban meninggal 109 orang," kata Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana dan Sosial, Andi Arief, kepada VIVAnews.com, Jumat, 5 November 2010.
Korban tewas terdiri dari 45 orang disapu wedhus gembel pada 26 Oktober lalu. Awan panas babak pertama itu juga menewaskan juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Jarak luncurannya mencapai sekitar 7,5 kilometer.
Luncuran awan panas kedua terjadi dini hari tadi, dengan skala yang lebih dahsyat. Sebanyak 64 orang tewas di satu daerah, yakni Argo Mulyo di Kecamatan Cangkringan yang berjarak sekitar 16 kilometer dari puncak Merapi.
Total korban luka mencapai 78 orang, belum termasuk korban luka di Klaten, Jawa Tengah, sebanyak 13 orang.
"Semuanya mengalami luka serius. Rata-rata luka bakar mencapai 40 persen," kata Kepala Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, saat dihubungi VIVAnews.com. Menurut Heru, saat ini para korban luka masih menjalani perawatan. "Daya tampung rumah sakit maih mencukupi untuk menampung pasien lainnya." (kd)

Foto : Viva News
Ket.foto : Tim medis memberikan pertolongan pada korban letusan Gunung Merapi

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer