Home » » Penanganan Kejiwaan Korban Bencana

Penanganan Kejiwaan Korban Bencana

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 16 November 2010 | 4:48 PM


Kabarsulawesi : Bencana alam yang terjadi menyisakan kepedihan psikis yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak bahkan bisa terbawa hingga dewasa jika tidak ditangani dengan tepat. Sebagai upaya membantu menghilangkan trauma bagi sekitar 136.000 anak korban meletusnya Gunung Merapi, Kementerian Sosial bekerjasama dengan Unicef membangun 17 Pondok Anak Ceria di Yogyakarta, Boyolali dan Klaten.

Penanganan Kejiwaan Korban Bencana Berlanjut Pascatanggap Darurat


Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial akan terus menangani permasalahan kejiwaan korban bencana alam terutama untuk anak-anak meskipun masa tanggap darurat sudah berakhir.
"Setelah tanggap darurat penanganan anak di pengungsian seperti penyembuhan trauma akan terus berjalan," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri usai penandatanganan kesepakatan tentang peningkatakan kesejahteraan sosial anak jalanan bersama enam kementerian lainnya dan Polri di Jakarta, Selasa.
Puluhan ribu anak, yang terbanyak berada di sekitar kawasan Gunung Merapi, menurut dia, saat ini membutuhkan penanganan agar kejiwaan mereka tidak terpengaruh akibat bencana alam yang melanda perkampungan mereka.
Selain penanganan trauma, kata Mensos, masalah pendidikan mereka juga sudah ditangani dengan menganggarkan dana, baik dari Kementerian Pendidikan Nasional maupun Kementerian Agama.
Kementerian Sosial, menurut dia, mempunyai tugas mengembalikan kejiwaan masyarakat korban bencana seperti semula sedangkan pelaksanaan tanggap darurat hingga setelahnya merupakan tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bencana alam yang terjadi menyisakan kepedihan psikis yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak bahkan bisa terbawa hingga dewasa jika tidak ditangani dengan tepat.
Sebagai upaya membantu menghilangkan trauma bagi sekitar 136.000 anak korban meletusnya Gunung Merapi, Kementerian Sosial bekerjasama dengan Unicef membangun 17 Pondok Anak Ceria di Yogyakarta, Boyolali dan Klaten.
Pondok Anak Ceria dikelola oleh 40 profesional yang berasal dari kalangan psikolog, mahasiswa, dan relawan yang berkonsentrasi terhadap psikososial dan pertumbuhan anak di tengah bencana, guna mendukung dan memahami kebutuhan anak.
Sementara di Mentawai, penanganannya berbeda yakni dengan menginventarisir anak-anak yang terpisah dari orang tuanya, baik meninggal maupun terpisah secara lokasi.
Karena kondisi geografis yang cukup berat di Mentawai, tingkat pelayanan penanganan anak pascabencana kesulitannya cukup besar. Namun Kemensos sudah memberangkatan satu tim dengan dukungan Unicef untuk memberikan pendampingan dan perlindungan untuk anak.
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer