Home » » Minim Gedung, Banyak Tidak Bersekolah

Minim Gedung, Banyak Tidak Bersekolah

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 26 Juli 2011 | 4:04 PM


Kabarsulawesi, Mamuju - Banyaknya anak yang putus sekolah di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat salah satunya karena kurangnya sarana sekolah setingkat SLTP dan SLTA


Bupati Kabupaten Mamuju, Drs Suhardi Duka MM, di Mamuju, Selasa, mengatakan kondisi itu membuat pihaknya merasa prihatin, salah satu penyebabnya karena kurangnya sarana dan prasarana sekolah ditingkat SLTP dan SLTA.

Ia mengatakan, jumlah sekolah baik untuk tingkat SD, SLTP, dan SLTA yang ada di Mamuju, tidak seimbang sehingga tidak cukup untuk tempat belajar mengajar bagi siswa. 

Duka mengatakan, anak putus sekolah di Mamuju umumnya banyak terjadi pada siswa SD yang akan melanjutkan pendidikannya ke sekolah tingkat SLTP, mereka putus sekolah karena kurangnya sarana sekolah tingkat SLTP. 

"Banyak siswa SD pada yang tidak melanjutkan pendidikannya ketingkat SLTP karena kurangnya sekolah, bayangkan saja setiap tahun sekitar 700 siswa SD di Mamuju, tidak mampu ditampung sekolah tingkat SLTP yang jumlahnya terbatas sekitar 73 unit," katanya. 

Menurut dia, selain siswa SD, siswa SLTP di Mamuju yang juga akan melanjutkan pendidikannya ketingkat SLTA juga terhambat karena kurangnya sekolah tingkat SLTA di Mamuju. 

"Setiap tahun sekitar 900 siswa SLTP yang tamat tidak bisa melanjutkan pendidikannya ketingkat SLTA yang hanya berjumlah sekitar 44 unit," katanya. 

Ia mengatakan kurangnya sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Mamuju karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah di Mamuju dalam melaksanakan pembangunannya, sementara bantuan pusat yang masuk ke daerah ini untuk membangun sekolah itu juga sangat minim. 

Oleh karena itu ia mengatakan, pemerintah di Mamuju telah menyiasati bagaimana mengakomodir siswa yang putus sekolah dengan memberlakukan sistem belajar mengajar sore hari, di setiap sekolah SLTP dan SLTA.
"Pemkab Mamuju memberlakukan belajar sore hari disetiap sekolah SLTP dan SLTA agar tidak ada siswa dapat ditampung dan masyarakat yang putus sekolah dapat diminimalisir, kebijakan ini sudah diberlakukan sejak beberapa tahun terakhir," katanya. 

Ia berharap pemerintah ditingkat pusat dapat membantu menyelesaikan masalah pendidikan dengan memberikan alokasi bantuan yang cukup besar untuk membangun sejumlah sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Mamuju yang dibutuhkan bagi pendidikan masyarakat agar angka masyarakat putus sekolah dapat ditekan.


Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer