Home » » KMP Windu Karsa Tujuan Bone – Kolaka Tenggelam

KMP Windu Karsa Tujuan Bone – Kolaka Tenggelam

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 29 Agustus 2011 | 2:04 AM

Kabar Sulawesi – Kolaka : KMP Windu Karsa tenggelam pada koordinat 04.0500 lintang selatan dana pada 121.20,46 bujur timur sekitar pukul 00.45 WITA Sabtu (27/8) dini hari. Titik tersebut berjarak sekitar 10 notikal mile dari Pelabuhan Kolaka, atau tinggal sekitar dua jam perjalanan. Kala itu KMP Windu Karsa bertolak dari Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Tim pencarian korban telah berhasil mengevakuasi sebanyak 103 penumpang, 12 diantaranya telah meninggal dunia.

Dalam pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan mengerahkan satu buah kapal motor cepat  milik BASARNAS Kendari. Selain kapal cepat, sejumlah perahu karet dan nelayan juga ikut dikerahkan. Helikopter milik PMI juga dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Berdasarkan catatan laporan orang hilang, ada sekitar 28 korban yang belum ditemukan. Korban yang dinyatakan hilang ini diperoleh dari laporan keluarga yang tercatat di RSUD Kolaka dan Polres Kolaka, termasuk daftar penumpang KMP Windu Karsa.

Ke-28 nama penumpang yang hilang yakni, Muh Ahmad Dinejad (16), Sardi Maulana, Mery (9th), H.Mennang, Kamaruddin (abk), Wati, Suryani (ajudan wabup Kolut), Hj Suhaeriah Muin (wabub kolut), Fitriah Fitri R, Jumiati, Agus Setiono, Yoki, Isti P,  Viah (6th), Syarifuddin, Yohanis Lempe, Rahim, Sukatman, Hadi Irfan, Aditya Warman, Abdul Rizal (anggota tni), Norma, Angga, Yoga, Afrian, Anggun, Syaifullah, dan Muhtar Deni

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla menyempatkan diri mengunjungi langsung para korban KMP Windu Karsa yang sementara dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka, Minggu (28/8).

Di sela-sela kunjungannya,  pria yang akrab disapa JK ini mengkritik adanya perbedaan manifest kapal yang merupakan milik Kalla Grup itu. Menurutnya, adanya perbedaan daftar penumpang kapal disebabkan pemilik mobil yang mengangkut penumpang tidak melaporkan keberadaan muatannya.

Meski ada penumpang yang didaftar, JK tetap meyakini bahwa kapal tidak kelebihan muatan. Kata dia, KMP Windu Karsa milik PT Bumi Lintas Tama masih bisa menampung keseluruhan penumpang yang ada saat itu.


Kapten KMP Windu Karsa, Muh Rizal yang tenggelam pada sabtu dini hari lalu membantah jika kapal yang dinakhodainya mengalami kebocoran. Menurutnya, kapal tenggelam akibat hantaman gelombang air laut yang tinggi sehingga kehilangan kendali dan karam di sekitar Pulau Lambasina Kecil, Kabupaten Kolaka.

Rizal juga menjelaskan bahwa setelah mengetahui kapalnya akan karam, dirinya berusaha mendekatkan kapal ke dekat pulau. Namun menurutnya proes karamnya kapalnya sangat cepat sehingga tidak bisa tertolong. "Mungkin tidak 10 menit kapal langsung karam setelah airnya masuk," ungkap mantan Kapten KMP Muhlisa.

Akibat proses yang sangat cepat itu, RiZal mengungkapkan bahwa kru kapal tidak sempat lagi memberikan peringatan kepada penumpang. Ditambah parah lagi karena sistem mikrofon kapal juga mengalami kerusakan.

RiZal juga menjelaskan Beruntung saat tenggelam, KMP Mesima yang berada tidak jauh di belakang kapal KMP Windu Karsa sehingga memberikan pertolongan. Kata dia, saat kapalnya miring dan akan tenggelam, KMP Mesima memberikan peringatan darurat pada PT. ASDP dan sempat mengevakuasi banyak korban.

Menurut Kapten  yang sementara menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Kolaka ini bahwa alah seorang kru kapalnya juga belum ditemukan hingga saat ini.(jpnn)

Ket. Gambar : Ilustrasi (google)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer