Home » » PK Antasari Ajukan Novum Baru

PK Antasari Ajukan Novum Baru

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 07 September 2011 | 5:33 PM

Kabar Sulawesi - Jakarta :  Antasari Azhar mengajukan tiga bukti baru (novum) terkait upaya peninjauan kembali perkara pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Mantan ketua KPK ini mengajukan foto jenazah Nasrudin, mobil Nasrudin, dan hasil penyadapan KPK.

Antasari mengajukan 28 lembar foto Nasrudin sebelum dan sesudah dilakukan otopsi oleh Dr. Abdul Mun'im Idries. Dalam foto tersebut, ungkapnya, menunjukkan bahwa mayat Nasrudin sudah dimanipulasi seperti yang diterangkan Mun'im.

"Dari foto-foto tersebut dapat dilihat adanya luka tembak pada pelipis kiri dan bagian belakang kepala kiri yang hampir paralel,"ujar Antasari saat membacakan permohonan PK di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/9).

Foto-foto tersebut, tuturnya, membuktikan bahwa Nasrudin dibunuh dalam jarak dekat bukan jarak jauh seperti yang diputuskan majelis hakim sebelumnya. Contohnya, tutur Antasari, adanya luka tembak pada belakang kepala sebelah kiri dan berbentuk bintang atau segitiga. Umumnya, luka tembak seperti itu, menurut Antasari, merupakan bekas luka tembak jarak dekat.

Untuk mobil Nasrudin, tuturnya, terdapat foto mobil almarhum yang menunjukkan bahwa bekas tembakan pada kaca mobil secara vertikal. Hal tersebut, ungkap Antasari, juga menunjukkan bahwa korban dibunuh dalam jarak dekat.

Soal bukti hasil penyadapan KPK terhadap nomor telepon Nasrudin dan Antasari mulai 6 Januari hingga 6 Maret 2009, Antasari menjelaskan bukti tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan percakapan mau pun sms antarmereka.

Dengan adanya hasil penyadapan ini, ujarnya, maka sms ancaman yang dijelaskan oleh saksi Rani Juliani dan Jefri Lumampo harus disanggah. "Pertimbangan keterangan ahli Dr. Ir. Agung Harsoyo juga menunjukkan tidak pernah ada pengiriman SMS dari HP milik pemohon ke HP milik korban,"tegasnya.

aksa Penuntut Umum (JPU) kasus pembunuhan direktur utama PT Rajawali Putra Banjaran dengan terpidana Antasari Azhar tidak pernah menghadirkan bukti baju yang terakhir kali dipakai oleh korban. Padahal JPU selalu menjanjikan untuk menghadirkan bukti baju korban, walaupun kenyataan yang ada justru sebaliknya.

"Mana baju korban yang dijanjikan sebagai barang bukti," tagih Mantan ketua KPK, Antasari Azhar dalam pembacaan permohonan pengajuan kembali untuk kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/9/2011).

JPU beralasan baju tersebut sudah tidak ada di tangan penyidik dan telah menghilang. Baju Nasrudin Zulkarnaen menjadi penting untuk mengetahui jarak tembak, apakah berlangsung dalam jarak yang dekat atau jarak jauh.

Selain itu, bukti lain yang dianggap penting untuk mengungkap kasus ini adalah mobil yang dikendarai  oleh Nasrudin. Namun bukti ini juga tidak terbukti diungkap selama proses persidangan.

"Mobil tersebut terdapat bukti-bukti yang berhubungan dengan penembakan yang berakibat matinya korban," lanjutnya saat membacakan PK. (rep-trib)
foto : republika.co.id
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer